Pemkot Makassar

Perangi Kekerasan Seksual, Wakil Wali Kota Makassar dan Project Baik Bangun Sinergi untuk Perlindungan Korban

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 23 Mei 2025 14:57

Perangi Kekerasan Seksual, Wakil Wali Kota Makassar dan Project Baik Bangun Sinergi untuk Perlindungan Korban

Makassar, Trotoar.id — Kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak masih menjadi ancaman serius di Kota Makassar. Menyikapi kondisi ini, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menyerukan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memberikan perlindungan nyata bagi korban dan menciptakan efek jera terhadap pelaku.

Seruan tersebut disampaikannya saat menghadiri Talkshow Kampanye Publik Pencegahan Kekerasan Seksual yang digelar oleh Project Baik di Nipah Park, Jumat (23/5/2025), dengan tema “Makassar Darurat Kekerasan Seksual, Siapa Bertanggung Jawab?”

Menurut Aliyah, penanganan kekerasan seksual tidak bisa dilakukan secara parsial. Semua elemen masyarakat harus mengambil peran.

“Kekerasan seksual bukan hanya tanggung jawab satu pihak. Ini masalah kemanusiaan yang menuntut sinergi kolektif. Kami di pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi yang kuat untuk menekan angka kekerasan dan memastikan korban mendapatkan keadilan,” tegasnya.

Ia mengajak media, akademisi, komunitas, serta generasi muda untuk lebih berani bersuara dan melindungi sesama.

“Anak-anak muda harus peduli dan berani speak up. Jangan bungkam ketika melihat kekerasan. Kita harus ciptakan ruang aman bagi semua,” lanjut Aliyah.

Aliyah juga mengapresiasi langkah Project Baik yang konsisten mengedukasi publik melalui kampanye dan ruang dialog.

Ia berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi gerakan berkelanjutan di tengah darurat kekerasan seksual yang mengkhawatirkan.

Talkshow ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat, termasuk Staf Ahli Bidang 3 Pemkot Makassar Dr. Ariyati Puspasari Abady, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Achi Soleman, serta Sekretaris Dinas Kominfo Makassar, Ismawati Nur.

Perwakilan Project Baik, Sukmawati Ibrahim, dalam sambutannya menyoroti tren kenaikan kasus kekerasan seksual yang terus terjadi. Ia menekankan pentingnya kepastian perlindungan hukum dan moral bagi korban.

“Kami berharap kampanye ini menggugah kesadaran kolektif. Korban harus didukung, bukan disalahkan,” ujarnya.

Sejumlah narasumber dari berbagai institusi turut mengisi diskusi, antara lain:

Prof. Dr. Hj. Mardiana Etharawaty Fachry, M.Si, Wakil Ketua Satgas PPKS Universitas Hasanuddin

Lusia Palulungan, S.H., M.Hum, Program Manager Inklusi BaKTI

Samsang Syamsir, Koordinator Forum Informasi dan Komunikasi Ornop (FIK Ornop) Sulsel

Ratusan peserta yang hadir berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelajar, akademisi, pegiat sosial, ibu rumah tangga, hingga penyintas kekerasan seksual. Antusiasme mereka menunjukkan bahwa isu ini tidak lagi bisa dipinggirkan.

Talkshow ini menjadi pengingat bahwa Makassar membutuhkan gerakan bersama untuk mewujudkan kota yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah02 September 2026 23:40
Di Tengah Kemarau El Nino, Petani Sidrap Panen 9 Ton Gabah dari 68 Are, Bupati: Bukti Keuletan Petani
SIDRAP, Trotoar.id —Kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino tidak menyurutkan semangat petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untu...
Metro02 September 2026 23:36
Lama Tak Produktif, Munafri Siapkan Transformasi RPH Tamangapa Jadi Kawasan Pertanian-Peternakan Terintegrasi
MAKASSAR, Trotoar.id —Pemerintah Kota Makassar menyiapkan transformasi kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Kecamatan Manggala, menjadi kawas...
Metro02 September 2026 23:33
Pasar Pa’baeng-baeng Terbakar, Munafri Targetkan Los Pedagang Kembali Dipakai 2–3 Minggu
MAKASSAR, Trotoar.id—Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat memulihkan aktivitas perdagangan di Pasar Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, setelah...
Metro02 September 2026 23:06
Pemkot Makassar Tata Permukiman Buloa, 200 Rumah Kumuh Disulap Jadi Kampung Warna-Warni
MAKASSAR, Trotoar.id — Wajah kawasan permukiman padat di tepian Sungai Buloa perlahan berubah. Rumah-rumah sederhana yang sebelumnya terlihat kusam ...