Pemkot Makassar

Hardiknas 2025: Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Peran Strategis Guru BK Lawan Kekerasan di Sekolah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 28 Mei 2025 14:32

Hardiknas 2025: Aliyah Mustika Ilham Tegaskan Peran Strategis Guru BK Lawan Kekerasan di Sekolah

Makassar, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memberikan apresiasi tinggi terhadap peran guru Bimbingan dan Konseling (BK) sebagai garda depan dalam melawan kekerasan berbasis gender di lingkungan pendidikan.

Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka seminar bertema “Peran Bimbingan dan Konseling dalam Melawan Kekerasan Berbasis Gender di Lingkungan Pendidikan”, yang digagas oleh Komunitas Ibu Cerdas Indonesia (KICI). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional di Ruang Sipakatau, Balai Kota Makassar, Selasa, 27 Mei 2025.

“Ini bukan lagi persoalan tersembunyi. Kekerasan berbasis gender nyata terjadi—di ruang kelas, lorong sekolah, bahkan di layar ponsel anak-anak kita,” tegas Aliyah dalam sambutannya yang menyentuh.

Aliyah mengungkapkan, berdasarkan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tahun 2024, terdapat 1.157 kasus kekerasan terhadap pelajar, dan 168 di antaranya terjadi di Makassar, dengan sebagian besar korbannya adalah perempuan.

Dalam konteks ini, guru BK disebut memiliki posisi sangat penting, terutama dalam mendampingi siswa di masa-masa rentan, seperti fase pencarian jati diri saat SMP.

“Satu guru yang percaya pada seorang anak, bisa mengubah jalan hidupnya,” ucap Aliyah, menyuarakan penghargaan mendalam kepada para guru BK.

Ia juga menantang publik untuk menghapus stigma lama terhadap guru BK yang selama ini hanya dikenal sebagai “penegak disiplin”. Menurutnya, guru BK adalah agen transformasi yang menciptakan ruang belajar yang aman, inklusif, dan penuh empati.

“Makassar unggul hanya bisa lahir dari ruang kelas yang bebas dari kekerasan. Dari guru-guru yang berempati dan melek teknologi,” imbuhnya.

Lebih jauh, Aliyah menegaskan komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam mendukung peran guru BK melalui berbagai langkah strategis, antara lain:

Peningkatan kapasitas guru BK dengan pendekatan trauma healing dan perspektif gender.

Pembangunan sistem pelaporan kekerasan yang aman dan terintegrasi di sekolah.

Penguatan kurikulum berbasis nilai empati dan keteladanan.

Kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan komunitas.

Mengakhiri sambutannya, Aliyah menitipkan harapan kepada KICI untuk terus menjadi mitra kritis dan pendamping transformasi pendidikan yang berpihak pada anak.

“Kepada para guru BK se-Kota Makassar: Anda bukan pelengkap. Anda adalah kunci. Satu guru yang hadir dengan empati, bisa menyelamatkan satu generasi,” tutupnya dengan penuh haru.

Seminar ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, Ketua KICI Sulsel A. Asfianti, S.Sos, Ketua KICI Kota Makassar Ir. Hanifa Sangaji, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan para guru BK dari seluruh SMP se-Kota Makassar.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah02 September 2026 23:40
Di Tengah Kemarau El Nino, Petani Sidrap Panen 9 Ton Gabah dari 68 Are, Bupati: Bukti Keuletan Petani
SIDRAP, Trotoar.id —Kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino tidak menyurutkan semangat petani di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) untu...
Metro02 September 2026 23:36
Lama Tak Produktif, Munafri Siapkan Transformasi RPH Tamangapa Jadi Kawasan Pertanian-Peternakan Terintegrasi
MAKASSAR, Trotoar.id —Pemerintah Kota Makassar menyiapkan transformasi kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Tamangapa, Kecamatan Manggala, menjadi kawas...
Metro02 September 2026 23:33
Pasar Pa’baeng-baeng Terbakar, Munafri Targetkan Los Pedagang Kembali Dipakai 2–3 Minggu
MAKASSAR, Trotoar.id—Pemerintah Kota Makassar bergerak cepat memulihkan aktivitas perdagangan di Pasar Pa’baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, setelah...
Metro02 September 2026 23:06
Pemkot Makassar Tata Permukiman Buloa, 200 Rumah Kumuh Disulap Jadi Kampung Warna-Warni
MAKASSAR, Trotoar.id — Wajah kawasan permukiman padat di tepian Sungai Buloa perlahan berubah. Rumah-rumah sederhana yang sebelumnya terlihat kusam ...