Pemkot Makasssar

Pemkot Makassar Teken MoU Strategis dengan BBPVP

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 25 Juli 2025 18:52

Pemkot Makassar Teken MoU Strategis dengan BBPVP

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Kota Makassar kembali menunjukkan komitmen kuat dalam menciptakan kota yang inklusif dan ramah bagi semua kalangan.

Pada Jumat (25/7/2025), Pemkot Makassar resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dalam program pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Pada Jumat (25/7/2025), Pemkot Makassar resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dalam program pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Pemkot Makassar resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar dalam program pelatihan dan penempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

Acara ini dihadiri langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Dr. Yassierli, serta Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, bertempat di Kantor BBPVP Makassar.

Makassar menjadi salah satu dari 17 daerah yang menandatangani kerja sama strategis ini, yang juga menandai peluncuran program pelatihan berbasis kompetensi dan fasilitasi penempatan kerja khusus penyandang disabilitas.

Baca Juga  Di Hadapan Sandiaga Uno, Bupati Sinjai Paparkan Potensi Wisata

Wali Kota Munafri Arifuddin mengatakan bahwa MoU ini merupakan langkah nyata Pemkot dalam memperluas akses terhadap pelatihan vokasi serta memperkuat peluang kerja inklusif.

“Setiap warga negara berhak mendapatkan pekerjaan yang layak, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Kami ingin mereka tidak hanya dilatih, tapi juga benar-benar terserap di dunia kerja, termasuk di lingkungan Pemkot,” tegas Munafri.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi disabilitas dalam pemerintahan, salah satunya melalui mekanisme PJLP (Penyedia Jasa Lainnya Perorangan).

Munafri menyebutkan bahwa Makassar Creative Hub (MCH) telah menjadi pusat pelatihan keterampilan yang terbuka bagi semua, termasuk warga dengan down syndrome.

Ia menyampaikan bahwa Pemkot berkomitmen menjadikan Makassar sebagai kota yang ramah disabilitas di segala sektor, termasuk pemerintahan dan industri kreatif.

“Penyandang disabilitas harus diberi ruang di semua lini. Mereka mampu, dan kita wajib memberi peluang,” kata Munafri, yang juga politisi Partai Golkar.

Menteri Ketenagakerjaan, Prof. Dr. Yassierli, dalam sambutannya menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif lintas kementerian dan pemerintah daerah dalam menjawab tantangan ketenagakerjaan nasional, termasuk penempatan tenaga kerja disabilitas.

Baca Juga  PCNU Makassar Bertemu Pjs Wali Kota Bahas Persiapan "Makassar Bermunajat"

Ia juga menyampaikan bahwa BBPVP Makassar akan dikembangkan sebagai pusat pelatihan vokasi dan inovasi nasional, dengan konsep pelatihan intensif berdurasi maksimal enam bulan untuk level kompetensi moderat.

“Kami ingin semua balai pelatihan menjadi tempat yang aman dan produktif, termasuk untuk penyandang disabilitas dan generasi milenial. Harapan mereka sederhana: pemerintah hadir. Dan sekarang kita hadir,” ujar Yassierli.

4 Strategi Kemenaker untuk SDM Unggul dan Inklusif

Yassierli menjabarkan empat pendekatan strategis nasional Kementerian Ketenagakerjaan dalam mendorong transformasi ketenagakerjaan:

  1. Pelatihan SDM hilirisasi & koperasi, termasuk pelatihan untuk pengelola 80 ribu koperasi.
  2. Penempatan tenaga kerja luar negeri secara aman dan terstruktur dengan target 450 ribu pekerja migran tahun ini.
  3. Kemitraan industri, termasuk penerapan kewajiban 1% tenaga kerja lokal di kawasan industri.
  4. Penguatan tenaga kerja mandiri melalui balai pelatihan sebagai Talent and Innovation Hub.
Baca Juga  Tim Kemanusiaan NasDem Sulsel Tiba di Rampi, Pembukaan Jalan Tersisa 12 Km

BBPVP Makassar ke depan juga akan memiliki Karantina Corner, ruang kreatif untuk generasi muda yang akan menjadi tempat pelatihan, inkubasi wirausaha, serta akses pendanaan dari Himbara.

Menaker juga menyampaikan pentingnya inovasi pembiayaan lewat kerja sama dengan Baznas. Menurutnya, pengelolaan zakat secara profesional dan transparan dapat mendukung program pelatihan dan pemberdayaan ekonomi bagi kelompok rentan.

“Banyak orang ingin membantu, tapi kita harus menunjukkan transparansi dan efektivitas agar dampaknya terasa langsung,” ujar Yassierli.

Program ini diharapkan bukan hanya menjadi sarana pelatihan teknis, tetapi juga simbol kesetaraan, keadilan, dan pemberdayaan.

Makassar kini melangkah pasti menuju kota yang lebih inklusif, adaptif, dan tangguh dalam menghadapi tantangan masa depan dunia kerja.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Politik23 Oktober 2026 23:18
Jelang Pelantikan Golkar Sulsel, Bendera dan Baliho Bahlil-IAS Hiasi Jalanan Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Suasana Kota Makassar mulai semarak menjelang pelantikan pengurus Dewan Pimpinan...
Politik23 Oktober 2026 21:36
Golkar Sulsel Menguningkan Makassar, Konsolidasi Politik dan Ujian Empati kepada Warga
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Akhir pekan ini, Makassar bukan sekadar menjadi panggung konsolidasi Partai Gol...
Metro23 Oktober 2026 19:49
Naoemi Octarina Pimpin Delegasi Sulsel, Perkuat Sinergi Dekranasda, PKK, dan Posyandu
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO DENPASAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi program pemberdayaan ma...
Politik23 Oktober 2026 17:33
Ribuan Kader Golkar se-Sulsel Bakal Tumpah Ruah di Makassar, Ingin Bertemu Langsung Bahlil
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan kader Partai Golkar dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan ...