
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali unjuk gigi di forum internasional dengan memperkenalkan deretan inovasi unggulan Kota Makassar dalam ajang International Academic Consortium for Sustainable Cities (IACSC) Conference 2025 yang digelar di Hotel Unhas Makassar, Senin (4/8/2025).
Dalam forum yang dihadiri akademisi dan pemimpin kota dari berbagai negara, Munafri tampil memukau lewat presentasi strategis bertajuk “Profil Kota Makassar” yang menggambarkan transformasi kota menuju masa depan yang inklusif, unggul, aman, dan berkelanjutan.
“Makassar tidak ingin hanya menjadi penonton di tengah perubahan global. Kita ingin menjadi pemain utama, kota pemimpin yang tumbuh bersama dan memberi dampak positif di kawasan timur Indonesia,” tegas Munafri di hadapan para delegasi.

Munafri memperkenalkan visi MULIA (Makassar Unggul, Inklusif, Aman, dan Berkelanjutan) yang menjadi arah pembangunan Kota Makassar. Visi tersebut dijabarkan dalam tujuh misi utama, antara lain:
Meningkatkan daya saing ekonomi, Peningkatan kualitas SDM, Pembangunan infrastruktur berkualitas, Pengembangan pariwisata dan kultur inovatif, Pemerintahan yang efektif dan responsif, Penguatan inklusi sosial, Perlindungan lingkungan hidup
“Ini bukan sekadar slogan. Semua kami jabarkan dalam program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Munafri.
Salah satu program unggulan yang paling disorot adalah peluncuran Makassar Super Apps: Lontara+, platform digital yang mengintegrasikan 358 layanan publik milik Pemkot ke dalam satu aplikasi terpadu

“Dengan Lontara+, semua layanan kota ada dalam genggaman. Dari administrasi, informasi publik, hingga pengaduan masyarakat. Ini bentuk nyata pemerintahan digital yang inklusif,” jelas Munafri
Selain itu, Wali Kota juga memperkenalkan Makassar Creative Hub (MCH), pusat pelatihan dan inovasi untuk anak muda. Fasilitas ini telah menjadi ruang kolaborasi produktif yang aktif setiap hari.
“Di MCH, anak muda kami didorong untuk mengembangkan spesialisasi, bukan sekadar keterampilan umum. Ini bagian dari investasi SDM masa depan,” tambahnya.
Tak hanya soal digitalisasi, Pemkot Makassar juga menunjukkan komitmen terhadap inklusi sosial dan keberlanjutan lingkungan.
Salah satu buktinya adalah program penyediaan sambungan air bersih gratis untuk masyarakat prasejahtera di wilayah padat penduduk dan sekolah.
“Kami prioritaskan mereka yang paling membutuhkan. Ini bagian dari upaya membangun kota yang adil dan sehat,” ucap Munafri.
Menutup presentasinya, Munafri menekankan pentingnya harmoni antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai budaya lokal.
Ia menyebut filosofi Siri’na Pacce sebagai fondasi moral dalam pengambilan kebijakan di Makassar.
“Transformasi digital harus berpijak pada budaya. Inilah yang membuat Makassar kuat dan berbeda,” tutupnya.
Dalam forum IACSC 2025 ini, Makassar tidak hanya tampil sebagai kota peserta, tapi juga sebagai representasi kota modern yang menjunjung keberlanjutan dan kearifan lokal.
Dengan pertumbuhan ekonomi 5,56% dan posisi strategis sebagai gerbang Kawasan Timur Indonesia, Makassar terus melaju sebagai kota masa depan yang inklusif dan berdaya saing global.


Komentar