
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, meluncurkan gebrakan baru pengelolaan sampah lewat program “Pandawara”, tim khusus yang melibatkan anak jalanan, anak terlantar, dan warga kurang mampu sebagai penggerak utama kebersihan kota.
Tak sekadar membersihkan lingkungan, program ini mengusung misi ganda: menekan volume sampah sekaligus memberdayakan kelompok rentan agar punya keterampilan dan penghasilan layak.
“Daripada mereka turun ke jalan, lebih baik mereka mengelola sampah. Mereka akan kita latih, kita berdayakan, dan kita jadikan pahlawan lingkungan,” tegas Munafri saat menerima Ketua Harian Forum Sulsel Peduli, Andi Akmal, di Balai Kota, Selasa (12/8/2025).

Target Nol Sampah dalam 3 Tahun
Munafri menetapkan target ambisius: Makassar menjadi kota zero waste pada 2028. Caranya, dengan pengelolaan sampah yang tepat, kolaborasi lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat.
“Kenapa harus impor solusi kalau kita bisa lakukan sendiri? Saya butuh semua pihak turun tangan,” ujarnya.
Pemkot juga menyiapkan langkah pemulihan ekosistem, termasuk mengembalikan pohon-pohon endemik yang mulai punah di Makassar.

Sampah Jadi Sumber Ekonomi
Selain pelibatan anak jalanan, Pemkot menggandeng pabrik pengelolaan sampah untuk mengubah limbah menjadi nilai ekonomi. Salah satu inovasi yang didorong adalah pemanfaatan magot untuk menguraikan sampah organik secara cepat dan ramah lingkungan.
Munafri optimistis, jika rumah tangga di Makassar mengelola sampah dengan benar, target nol sampah bisa tercapai.
Forum Sulsel Peduli: Merdeka dari Sampah
Ketua Harian Forum Sulsel Peduli, Andi Akmal, menyatakan dukungan penuh terhadap Pandawara. Menurutnya, forum ini sejak awal aktif menggelar penanaman pohon, aksi bersih-bersih, dan edukasi lingkungan di sekolah-sekolah.
“Kami ingin gerakan ini merata di semua kecamatan dan berkelanjutan,” ujarnya.
Sebagai langkah nyata, Forum Sulsel Peduli akan menggelar aksi Merdeka dari Sampah serentak di seluruh kecamatan pada peringatan HUT ke-80 RI, dan kegiatan Jalan Bersama di momen Sumpah Pemuda Oktober nanti.
Edukasi Lingkungan Sejak Dini
Program ini juga menyasar generasi muda dengan edukasi ke sekolah dasar dan menengah, agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh sejak kecil.
“Kalau generasi muda sudah cinta lingkungan, Makassar Zero Waste bukan lagi mimpi,” tutup Andi Akmal.


Komentar