Pemkot Makassar

Wali Kota Munafri: “Merdeka” Juga Berarti Bebas dari Sampah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Jumat, 15 Agustus 2025 12:27

Wali Kota Munafri: “Merdeka” Juga Berarti Bebas dari Sampah

MAKASSAR, Trotoar.id — Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-80, Pemerintah Kota Makassar menggelar Jumat Bersih yang dipusatkan di Kanal Sinrijala, Kelurahan Baraya Timur, Kecamatan Makassar, Jumat (15/8/2025).

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dengan melibatkan jajaran SKPD, Satgas Kecamatan, dan masyarakat setempat.

Kanal yang berada di dekat poros Jalan Pettarani itu sebelumnya terlihat kumuh, berbau, dan dipenuhi sampah. Munafri mengawali arahannya dengan pesan yang sarat makna kemerdekaan.

“Merdeka itu juga berarti merdeka dari sampah. Menjelang 17 Agustus ini, mari kita maknai kemerdekaan dengan membebaskan lingkungan kita dari kotoran dan saluran mampet,” tegasnya.

Wali Kota menegaskan, kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, Satgas Kebersihan, Dinas PU, atau Dinas Lingkungan Hidup (DLH), tetapi tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Ia menginstruksikan agar setiap laporan saluran atau kanal yang tersumbat segera ditangani, bahkan dengan melibatkan alat berat jika diperlukan.

“Jangan hanya angkat sampah di permukaan, tapi pastikan alurnya lancar. Minggu depan, saya minta Pak Camat dan Pak Lurah pastikan alat berat turun,” ujarnya.

Munafri juga mengumumkan bahwa setiap petugas kebersihan akan diberi tanggung jawab menjaga titik biopori di wilayahnya. Biopori ini berfungsi mengolah sampah daun menjadi pupuk sekaligus mencegah banjir.

Selain itu, ia mendorong pemanfaatan sampah organik melalui urban farming dan budidaya maggot.

“Kalau maggot dipelihara, satu kilo maggot bisa makan lima kilo sampah. Selain mengurangi timbunan, hasilnya bisa menjadi sumber penghasilan,” paparnya.

Ia mencontohkan harga sampah plastik yang bisa mencapai Rp4.500–Rp11.000 per kilogram setelah diolah, sehingga memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

Munafri menargetkan, dalam 2–3 tahun ke depan, sampah di Makassar tidak lagi menjadi masalah, tetapi justru memberi manfaat.

Ia mengajak setiap RT/RW memiliki sistem pengelolaan sampah organik, seperti komposter, biopori, maggot, dan ekoenzim untuk mengurangi bau.

“Hari ini kita bersihkan kanal. Hari-hari berikutnya harus tetap bersih. Ini proses menuju Makassar yang sehat, rapi, dan peduli lingkungan,” tutupnya.

Dengan semangat “Merdeka dari Sampah”, Pemkot Makassar ingin menjadikan kebersihan lingkungan sebagai bagian dari kemerdekaan sejati, sekaligus mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga dan memanfaatkan sampah secara produktif.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Agustus 2026 14:03
Nama Diusulkan Jadi Bendahara Golkar Sulsel, Amirullah Serahkan Keputusan ke DPP
MAKASSAR, Trotoar.id — Amirullah Nur Saenong menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait kemungkinan dirinya dipe...
Politik30 Agustus 2026 13:36
NasDem Sulsel Bidik 24 Kursi di Pemilu Mendatang, Kader Nyaleg Lewat Partai Lain Diancam Dipecat
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan memasang target lebih tinggi untuk pemilu mendatang. Setelah meraih 17 kursi DPRD hasil Pemilu...
News30 Agustus 2026 13:32
Belajar dari CMC Tiga Warna, Dua Desa Donggala Siapkan Model Ekowisata Berkelanjutan
MALANG, Trotoar.id — Desa Lalombi dan Desa Tolongano, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mulai menyiapkan model pengembangan ekowisata yang tidak ...
Politik30 Agustus 2026 12:16
NasDem Sulsel Bekali 152 Anggota Fraksi, Komunikasi Politik Diminta Tetap Berpijak pada Kondisi Masyarakat
MAKASSAR, Trotoar.id — DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan memberikan pendidikan politik kepada 152 anggota Fraksi NasDem yang tersebar di DPRD tingk...