DPRD makassar

Kementerian PU Perkirakan Rp55 Miliar untuk Rehabilitasi Gedung DPRD Makassar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 16 September 2025 17:07

Kementerian PU Perkirakan Rp55 Miliar untuk Rehabilitasi Gedung DPRD Makassar
Kementerian PU Perkirakan Rp55 Miliar untuk Rehabilitasi Gedung DPRD Makassar

Makassar, Trotoar.id – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menaksir kebutuhan anggaran sebesar Rp50 hingga Rp55 miliar untuk rehabilitasi Gedung DPRD Kota Makassar yang hangus terbakar saat aksi unjuk rasa berujung anarkis pada akhir Agustus lalu.

Anggaran tersebut masuk dalam alokasi nasional yang disiapkan Kementerian PUPR untuk merehabilitasi sejumlah fasilitas umum dan publik yang rusak akibat demonstrasi serupa di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Sulawesi Selatan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PUPR, Dewi Chomistriana, memimpin langsung peninjauan ke lokasi Gedung DPRD di Jalan AP Pettarani, Makassar, Selasa (16/9/2025).

Dalam kunjungan tersebut, Dewi didampingi sejumlah pejabat Kementerian PUPR dan disambut oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, serta Ketua DPRD Makassar Supratman.

“Dari hitungan awal, total biaya yang dibutuhkan sekitar Rp50–55 miliar. Namun setelah peninjauan, arahnya kemungkinan menuju rekonstruksi, sehingga kami perlu melakukan perhitungan ulang,” jelas Dewi.

Dewi mengungkapkan, hasil kajian awal menunjukkan terdapat dua massa bangunan yang terdampak.

Pertama, gedung utama yang dibangun dan diresmikan pada tahun 1986. Usianya yang sudah lebih dari 40 tahun membuat kerusakan yang ditimbulkan masuk kategori berat.

“Secara struktur mungkin masih ada bagian yang bisa dimanfaatkan. Namun dari sisi non-struktur, kondisinya sudah tergolong rusak berat,” jelasnya.

Bangunan kedua adalah gedung tambahan yang dibangun tahun 2024. Kondisinya relatif masih baik dan hanya mengalami kerusakan ringan, sehingga masih memungkinkan untuk digunakan kembali setelah melalui tahap rehabilitasi.

Menurut Dewi, masukan dari Wali Kota Makassar juga menjadi pertimbangan dalam rencana rehabilitasi. Pasalnya, standar pembangunan gedung tahun 1980-an berbeda jauh dengan regulasi konstruksi saat ini.

“Mulai dari skala gempa, jalur evakuasi, hingga sistem pengaman kebakaran, semua harus sesuai dengan standar terkini. Karena itu, untuk gedung utama tahun 1986, kami akan mengusulkan rekonstruksi penuh atau pembangunan baru sesuai usulan Pak Wali,” terangnya.

Sementara itu, gedung tambahan hanya akan menjalani proses rehabilitasi ringan sebelum kembali difungsikan.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Politik30 Agustus 2026 14:03
Nama Diusulkan Jadi Bendahara Golkar Sulsel, Amirullah Serahkan Keputusan ke DPP
MAKASSAR, Trotoar.id — Amirullah Nur Saenong menyerahkan sepenuhnya kepada Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar terkait kemungkinan dirinya dipe...
Politik30 Agustus 2026 13:36
NasDem Sulsel Bidik 24 Kursi di Pemilu Mendatang, Kader Nyaleg Lewat Partai Lain Diancam Dipecat
MAKASSAR, Trotoar.id — Partai NasDem Sulawesi Selatan memasang target lebih tinggi untuk pemilu mendatang. Setelah meraih 17 kursi DPRD hasil Pemilu...
News30 Agustus 2026 13:32
Belajar dari CMC Tiga Warna, Dua Desa Donggala Siapkan Model Ekowisata Berkelanjutan
MALANG, Trotoar.id — Desa Lalombi dan Desa Tolongano, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, mulai menyiapkan model pengembangan ekowisata yang tidak ...
Politik30 Agustus 2026 12:16
NasDem Sulsel Bekali 152 Anggota Fraksi, Komunikasi Politik Diminta Tetap Berpijak pada Kondisi Masyarakat
MAKASSAR, Trotoar.id — DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan memberikan pendidikan politik kepada 152 anggota Fraksi NasDem yang tersebar di DPRD tingk...