Pemprov Sulsel

Pemprov Sulsel dan Bank Indonesia Susun Quick Wins, Fokus Beras dan Komoditas Strategis

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 16 September 2025 19:48

Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona 3 Sulsel
Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona 3 Sulsel

SIDRAP, TROTOAR.ID Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus memperkuat koordinasi lintas daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan.

Hal itu terlihat saat Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel, Jufri Rahman, memimpin High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Zona 3 Sulsel yang meliputi enam daerah: Sidrap, Parepare, Pinrang, Barru, Pangkep, dan Enrekang.

Pertemuan yang berlangsung di Kantor Bupati Sidrap, Selasa (16/9/2025), dirangkaikan dengan Capacity Building TPID Sulsel.

Agenda ini terselenggara berkat sinergi Bank Indonesia Perwakilan Sulsel dan Pemprov Sulsel, sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi Kota Indeks Harga Konsumen (IHK) dengan dukungan kota-kota penyangga pasokan pangan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Agustus 2025, Sulsel mencatat inflasi bulanan sebesar 0,04 persen (month to month/mtm).

Kenaikan harga beras menjadi faktor utama pendorong inflasi. Sementara itu, inflasi kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau tercatat mencapai 5,12 persen secara tahunan (year to date/ytd), melampaui target indikatif 3,33 persen.

Baca Juga  Safari Subuh Ramadan, Munafri Perkuat Silaturahmi Pemkot Makassar dengan Warga

Sekda Sulsel Jufri Rahman menegaskan, meski pasokan pangan di Zona 3 relatif terjaga, sejumlah komoditas masih defisit. Karena itu, penguatan distribusi pangan menjadi perhatian utama agar harga tetap terkendali.

“Pesan Ibu Wakil Gubernur agar TPID segera melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak, fokus pada komoditas penyumbang inflasi. Selain itu, perluasan jenis komoditas pada program mandiri benih juga harus dipercepat,” ujar Jufri.

Ia juga mengingatkan Dinas Ketahanan Pangan kabupaten/kota agar rutin memperbarui data neraca pangan, sekaligus mendorong terbentuknya BUMD pangan sebagai off taker hasil panen petani.

Selain itu, penyusunan regulasi penguatan cadangan pangan daerah juga diminta segera dirampungkan.

Dalam forum HLM ini, TPID Zona 3 menyepakati sejumlah strategi pengendalian inflasi dari hulu hingga hilir.

  • Di sektor hulu, pemerintah daerah diminta memperluas program listrik masuk sawah, penggunaan bibit unggul, dan pompanisasi agar produksi padi dapat mencapai tiga kali panen dalam setahun.
  • Di sektor hilir, BULOG diminta memperbanyak penyaluran beras SPHP, sekaligus menambah distribusi minyak goreng Minyak Kita untuk menjaga keterjangkauan harga di masyarakat.
Baca Juga  Dibuka Deng Ical, Musda AMPI Makassar Tetapkan Fadly Reski Sebagai Ketua

“Kita berharap seluruh rekomendasi ini bisa segera ditindaklanjuti oleh pemerintah kabupaten/kota agar inflasi bisa terkendali dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” tegas Jufri Rahman.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulsel, Wahyu Purnama, dalam kesempatan itu menyoroti sejumlah komoditas penyumbang inflasi hingga Agustus 2025, yakni beras, ikan bolu, ikan layang, ikan cakalang, dan tomat.

Untuk mengantisipasi lonjakan harga, BI merekomendasikan lima quick wins pengendalian inflasi:

  1. Penyaluran beras SPHP secara masif melalui berbagai kanal distribusi.
  2. Pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) fokus pada komoditas penyumbang inflasi.
  3. Perluasan gerakan tanam barito (bawang merah, rica, tomat).
  4. Optimalisasi cold storage dengan peran aktif BUMD.
  5. Pemanfaatan mesin D’Ozone untuk memperpanjang masa simpan hortikultura.
Baca Juga  Bantaeng Diberi Rp7 M untuk Atasi Banjir

Menurut Wahyu, strategi ini penting untuk memperkuat pasokan, melancarkan distribusi, sekaligus menekan tekanan harga pangan di Sulsel.

“Quick wins ini dirancang agar inflasi pangan bisa dikendalikan secara berkelanjutan. Sulsel bukan hanya menjaga kebutuhan dalam daerah, tapi juga memasok pangan ke provinsi lain, termasuk Papua,” jelasnya.

Ia menegaskan, kolaborasi antar-TPID Zona 3 menjadi kunci agar inflasi bisa ditekan secara konsisten sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Dalam sesi akhir HLM, masing-masing kepala daerah atau perwakilan dari Sidrap, Parepare, Pinrang, Barru, Pangkep, dan Enrekang memaparkan program dan langkah strategis yang telah dilakukan untuk menjaga harga pangan di wilayahnya.

Dengan dukungan penuh Pemprov Sulsel dan BI, diharapkan sinergi ini mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta melindungi daya beli masyarakat di Sulawesi Selatan.

Penulis : Awal/Adv

 Komentar

Berita Terbaru
Politik23 Oktober 2026 23:18
Jelang Pelantikan Golkar Sulsel, Bendera dan Baliho Bahlil-IAS Hiasi Jalanan Makassar
8 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Suasana Kota Makassar mulai semarak menjelang pelantikan pengurus Dewan Pimpinan...
Politik23 Oktober 2026 21:36
Golkar Sulsel Menguningkan Makassar, Konsolidasi Politik dan Ujian Empati kepada Warga
11 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Akhir pekan ini, Makassar bukan sekadar menjadi panggung konsolidasi Partai Gol...
Metro23 Oktober 2026 19:49
Naoemi Octarina Pimpin Delegasi Sulsel, Perkuat Sinergi Dekranasda, PKK, dan Posyandu
10 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO DENPASAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat sinergi program pemberdayaan ma...
Politik23 Oktober 2026 17:33
Ribuan Kader Golkar se-Sulsel Bakal Tumpah Ruah di Makassar, Ingin Bertemu Langsung Bahlil
9 / 100 Didukung oleh Rank Math SEO Skor SEO MAKASSAR, Trotoar.id — Ribuan kader Partai Golkar dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan ...