Pemkot Makassar

Munafri Inisiasi Kurikulum Budaya Lokal dan Tata Krama di Sekolah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 23 September 2025 00:49

Walikota Makassar, Munafri Arifuddin
Walikota Makassar, Munafri Arifuddin

MAKASSAR, TROTOAR.ID – Pemerintah Kota Makassar menggandeng Universitas Negeri Makassar (UNM) untuk menyusun kurikulum muatan lokal yang menekankan budaya Bugis-Makassar, etika, dan sopan santun bagi siswa SD hingga SMP.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menilai pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, generasi muda mulai kehilangan jati diri dan tata krama dasar.

“Ada hal-hal yang hilang di tengah laju informasi digital. Etika dan sopan santun dasar di sekolah mulai terkikis. Karena itu, kurikulum pendidikan dasar perlu kita perbaiki agar mampu menanamkan karakter dan kearifan lokal,” kata Munafri saat Temu Awal Rencana Penyusunan Kurikulum Muatan Lokal di UNM, Senin (22/9/2025).

Baca Juga  Andi Sudirman Laporkan Capaian Penanganan Covid-18 di Sulsel dan Mendagri Apresiasi Angka Kesembuhan Covid-19 di Sulsel

Munafri menegaskan, pembenahan kurikulum harus berjalan beriringan dengan perbaikan kualitas guru. Dari 55 SMP negeri di Makassar, hanya sekitar lima yang memiliki kepala sekolah definitif. Kondisi serupa juga terjadi di ratusan SD negeri.

“Kalau guru tidak lebih dulu diperbaiki karakternya, kurikulum yang baik tidak akan berjalan,” tegas politisi Golkar yang akrab disapa Appi itu.

Baca Juga  Kerukunan Keluarga Luwu Raya Undang Pj Gubernur Bahtiar Beri Ceramah Soal Sejarah Sulsel

Selain penguatan budaya lokal, Munafri mengusulkan bahasa Inggris menjadi mata pelajaran wajib di pendidikan dasar, serta opsi bahasa Arab untuk siswa Muslim. Menurutnya, kombinasi pendidikan karakter dan keterampilan global akan melahirkan generasi cerdas dan beretika.

Rektor UNM, Prof. Dr. Karta Jayadi, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia menyatakan UNM siap membentuk tim khusus lintas fakultas untuk merancang kurikulum muatan lokal yang terintegrasi dengan Kurikulum Merdeka.

“Komponen kurikulum nasional tetap berlaku, tapi ada ruang untuk menonjolkan kekuatan lokal. Muatan lokal bisa diintegrasikan ke pelajaran yang ada atau dikemas dalam kegiatan ekstrakurikuler, tanpa menambah jam belajar siswa,” jelas Prof. Karta.

Baca Juga  Munafri–Aliyah Apresiasi Prestasi Juara Umum Drum Corps Makassar di JDCI 2025

Menurutnya, penguatan budaya Bugis-Makassar sejak dini akan menjadi investasi jangka panjang. “Hasilnya mungkin baru tampak 20–30 tahun ke depan, tapi ini bisa menjadikan Makassar sebagai rujukan pendidikan karakter di tingkat nasional,” tambahnya.

Pertemuan di UNM ini juga dihadiri Kadis Pendidikan Makassar Achi Soleman, Tim Ahli Pemkot Dara Nasution, serta jajaran pimpinan UNM.

Penulis : Awal/ADV

 Komentar

Berita Terbaru
Daerah22 Oktober 2026 16:51
Viral Bayi Nakla, Pemkab Bulukumba Pastikan Perhatian dan Pendampingan bagi Keluarga
BULUKUMBA, Trotoar.id — Kondisi bayi Nakla yang tengah menjalani perawatan medis setelah mengalami sakit dan viral di media sosial mendapat perhatia...
Metro23 September 2025 00:49
Munafri Inisiasi Kurikulum Budaya Lokal dan Tata Krama di Sekolah
MAKASSAR, Trotoar.id — Upaya Pemerintah Kota Makassar memperluas perlindungan jaminan sosial bagi pekerja rentan berbuah penghargaan. Kota Makassar ...
Politik22 Oktober 2026 12:37
AMPI Sulsel Rekomendasikan Andi Nurhaldin NH Maju sebagai Ketua Golkar Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika menuju pemilihan Ketua DPD II Partai Golkar Kota Makassar mulai mengemuka. DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (...
Metro21 Oktober 2026 22:17
Tekan Tawuran, Appi Kerahkan Camat-Lurah Patroli Malam dan Aktifkan Pos Ronda
MAKASSAR, Trotoar.id — Maraknya tawuran antarkelompok di Kota Makassar mendorong Pemerintah Kota Makassar memperkuat langkah pencegahan di tingkat w...