Pemkot Makassar

Makassar Luncurkan Eco Circular Hub: Kolaborasi Pemerintah dan Unibos Menuju Kota Berkelanjutan

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Rabu, 08 Oktober 2025 14:33

Makassar Luncurkan Eco Circular Hub: Kolaborasi Pemerintah dan Unibos Menuju Kota Berkelanjutan
Makassar Luncurkan Eco Circular Hub: Kolaborasi Pemerintah dan Unibos Menuju Kota Berkelanjutan

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) resmi meluncurkan Makassar Eco Circular Hub (MEC Hub), sebuah inisiatif kolaboratif yang menggandeng Universitas Bosowa (Unibos) dalam membangun ekosistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.

Peluncuran berlangsung di Gedung Lestari 45 Universitas Bosowa, Selasa (7/10/2025), dirangkaikan dengan Pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Unibos Angkatan 59 yang mengusung tema pengabdian masyarakat di bidang lingkungan dan pengelolaan sampah.

Acara dihadiri oleh Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar Melinda Aksa, Kepala DLH Kota Makassar Helmy Budiman, Kepala Dinas Perikanan dan Pertanian Aulia Arsyad, serta Ketua Pokja 4 TP PKK Kota Makassar Indira Purnamasari.

Turut hadir pula Rektor Unibos Prof. Dr. Batara Surya, jajaran pimpinan kampus, dan perwakilan kecamatan yang menjadi lokasi percontohan MEC Hub.

Dalam sambutannya, Wali Kota Munafri Arifuddin menegaskan bahwa peluncuran MEC Hub menjadi tonggak penting menuju Makassar sebagai kota berdaya sirkular, di mana pengelolaan sampah tidak lagi dianggap beban, tetapi sumber daya bernilai ekonomi dan sosial.

“Kita ingin mengubah pola pikir masyarakat. Sampah bukan sekadar limbah yang dibuang, tetapi bagian dari siklus ekonomi yang memberi manfaat bagi lingkungan dan kesejahteraan warga,” ujar Munafri.

Ia menambahkan, melalui kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, kampus, dunia usaha, dan masyarakat, Makassar menargetkan menjadi model kota sirkular pertama di Indonesia Timur.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Makassar, Dr. Helmy Budiman, memaparkan kondisi terkini pengelolaan sampah di Makassar yang mencapai lebih dari 1.000 ton per hari.

“Dengan pertumbuhan kota dan aktivitas ekonomi yang tinggi, dibutuhkan sistem pengelolaan sampah yang inovatif, efisien, dan berkelanjutan. Melalui MEC Hub, kami menargetkan pengurangan sampah signifikan hingga tahun 2029, sejalan dengan visi Makassar Zero Waste,” ujarnya.

Helmy menjelaskan, MEC Hub akan berfungsi sebagai pusat edukasi, koordinasi, dan inovasi bagi seluruh pemangku kepentingan. Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat pemilahan sampah dari sumber serta pengolahan berbasis komunitas di tingkat kelurahan.

Anggota Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Marini Ambo Wellang, menuturkan bahwa MEC Hub dikembangkan atas dasar tiga pilar utama: edukasi, inovasi, dan pemberdayaan komunitas.

“MEC Hub bukan sekadar tempat belajar, tetapi wadah kolaborasi lintas sektor—pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat—untuk membangun gerakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan,” jelas Marini.

Dalam implementasinya, camat akan bertugas mengkoordinasikan edukasi dan pelatihan petugas kebersihan, sementara lurah dan RT/RW memetakan potensi sampah di wilayahnya. Di sisi lain, kelompok masyarakat dan Bank Sampah Unit (BSU) akan mengembangkan produk daur ulang dan upcycle bernilai ekonomi.

Sektor HORECA (hotel, restoran, dan kafe) juga dilibatkan secara aktif dalam reduksi limbah makanan dengan mewajibkan pemilahan sampah di sumber.

Sebagai tahap awal, MEC Hub akan diterapkan di empat kelurahan percontohan, yaitu:

  1. Kelurahan Untia, melalui kelompok swadaya masyarakat binaan DLH;
  2. Kelurahan Panambungan, fokus pada pengelolaan sampah organik rumah tangga;
  3. Kelurahan Baru, mengoptimalkan fasilitas TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) yang sudah aktif;
  4. Kelurahan Paropo, bekerja sama dengan Urban Agrofarm, pengelola maggot swasta yang mampu mengolah hingga 5 ton sampah makanan per hari.

“Keempat wilayah ini menjadi model pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang akan direplikasi di seluruh kecamatan,” ujar Marini.

Rektor Universitas Bosowa, Prof. Dr. Batara Surya, menegaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam program ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan berkelanjutan.

“Mahasiswa Unibos hadir di tengah masyarakat bukan hanya untuk belajar, tetapi menjadi bagian dari solusi. Berada di lapangan adalah ujian sejati untuk menunjukkan kepedulian dan kemampuan mereka memberi dampak,” ucap Prof. Batara.

Melalui KKN Tematik Unibos Angkatan 59, mahasiswa akan ditempatkan di empat lokasi MEC Hub untuk mendampingi masyarakat dalam edukasi pemilahan sampah, penguatan bank sampah, serta pengembangan inovasi daur ulang berbasis komunitas.

Kolaborasi antara Pemkot Makassar dan Unibos ini menandai langkah konkret menuju kota cerdas, partisipatif, dan berkelanjutan.

“Makassar Eco Circular Hub menjadi awal dari langkah panjang menjaga bumi, dimulai dari kota kita sendiri,” pungkas Wali Kota Munafri.

Penulis : Anti

 Komentar

Berita Terbaru
Metro26 Juni 2026 22:00
Kunjungi Pulau Sabutung, Fatmawati Pastikan Pembangunan Kepulauan Lebih Merata
PANGKEP, TROTOAR.ID — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, menegaskan komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan hingg...
Metro26 Juni 2026 20:29
Wali Kota Munafri Sambangi Pulau Terluar, Pastikan Layanan Dasar dan Salurkan Bantuan
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, didampingi Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, kembali menyambangi Pulau Lanjuka...
Nasional26 Juni 2026 18:57
Presiden Prabowo Instruksikan Perguruan Tinggi Cetak SDM Unggul untuk Percepat Industrialisasi Nasional
JAKARTA, TROTOAR.ID — Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan perguruan tinggi untuk berperan aktif dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) un...
Metro26 Juni 2026 17:33
Wakil Wali Kota Makassar Tinjau Kesiapan Gunung Sari Hadapi Lomba Kelurahan Berprestasi 2026
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memastikan kesiapan Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, dalam menghad...