MAKASSAR, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi dari jajaran Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Makassar, di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Selasa (14/10/2025).
Pertemuan tersebut membahas rencana pelaksanaan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) KNPI 2025, yang digelar dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.
Suasana audiensi berlangsung akrab dan penuh semangat kolaboratif. Dalam kesempatan itu, Aliyah menyampaikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif KNPI Makassar yang secara konsisten menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan prestasi.
Baca Juga :
“Pemuda adalah energi masa depan. Kegiatan seperti Porseni bukan hanya ajang olahraga dan seni, tapi juga sarana membangun karakter, memperkuat solidaritas, serta menumbuhkan semangat inovasi di kalangan anak muda Makassar,” ujar Aliyah.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung kegiatan positif yang melibatkan partisipasi aktif pemuda, terutama yang berorientasi pada pembentukan karakter dan pengembangan potensi diri.
Audiensi tersebut turut dihadiri oleh Ketua Bidang Olahraga dan Kebugaran Pemuda KNPI, yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Porseni 2025, Try Sutrisno, bersama para person in charge (PIC) bidang kegiatan, yakni Muslimin (Domino), Safar (Sepak Takraw), Mahatir (Orasi Ilmiah), Asdar (Musik Akustik), Nuva (Video Kreatif), Achwil (Tim Kreatif), dan Tasriq (Tim Produksi).
Dari pihak pemerintah, hadir pula Kepala Bidang Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar, Bryan Ramadhan Brahman, yang menegaskan komitmen Pemkot dalam memperkuat kolaborasi lintas lembaga kepemudaan.
“Sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan seperti KNPI sangat penting untuk mendorong lahirnya pemuda yang kreatif, berdaya saing, dan berjiwa kolaboratif demi kemajuan Kota Makassar,” tutur Bryan.
Melalui pelaksanaan Porseni 2025, diharapkan semangat Sumpah Pemuda dapat terus hidup di tengah generasi muda Makassar bukan hanya dalam bentuk seremonial, tetapi melalui aksi nyata yang memperkuat kebersamaan dan inovasi.




Komentar