JAKARTA, Trotoar.id — Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan dipastikan akan digelar pada November mendatang.
Agenda tersebut sekaligus menjadi momentum berakhirnya masa bakti kepengurusan DPD I Partai Golkar Sulsel yang jatuh pada 10 November 2025.
Penegasan itu sejalan dengan arahan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yang menargetkan seluruh konsolidasi organisasi tingkat provinsi harus tuntas sebelum akhir November 2025.
Baca Juga :
“Konsolidasi internal Golkar di tingkat provinsi harus tuntas hingga akhir November mendatang. Dari 38 provinsi, 25 sudah melaksanakan Musda,” ujar Bahlil di Kantor DPP Partai Golkar, dikutip https://golkar2029.com
Ia menekankan bahwa proses pergantian kepemimpinan di daerah harus berjalan secara demokratis melalui Musda, dan bukan melalui penunjukan langsung oleh DPP.
“Proses Musda digelar di daerah masing-masing dan tidak boleh dibawa ke Jakarta,” tegasnya.
Bahlil menambahkan, Musda tidak boleh dipandang sebagai sekadar agenda administratif. Lebih dari itu, forum tersebut diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang berkarakter, solid, dan menjadi perekat kader di tingkat daerah.
“Konsolidasi bukan sekadar agenda administratif, tetapi bentuk tanggung jawab kita untuk menjaga roh demokrasi partai,” ungkapnya.
Di akhir pernyataannya, Bahlil menyebut bahwa arah politik dan kekuatan Golkar ke depan ditentukan oleh kekompakan seluruh kader.
“Tidak ada partai yang hebat tanpa konsolidasi. Tidak ada kemenangan yang lahir tanpa kebersamaan. Karena itu, 2025–2026 kami tetapkan sebagai tahun konsolidasi total,” tandasnya.




Komentar