SIDRAP, Trotoar.id — Meski berada di urutan ke-23 sebagai daerah penghasil beras secara nasional dan peringkat keempat di tingkat Provinsi Sulawesi Selatan, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) tetap menjadi primadona dalam hal mutu dan kualitas beras yang dihasilkan.
Dengan luas area sawah mencapai 52.000 hektare, Sidrap mampu menghasilkan sekitar 600.000 ton gabah setiap tahun.
Dari jumlah tersebut, produksi berasnya mencapai 318.594 ton, menjadikan Sidrap sebagai salah satu daerah penyangga ketahanan pangan nasional.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengatakan capaian produksi tersebut merupakan bukti nyata keberhasilan daerahnya dalam menjaga ketahanan pangan, baik di tingkat provinsi maupun nasional.
“Kami memang berada di urutan keempat di tingkat provinsi dan ke-23 secara nasional dalam hasil produksi beras, dengan luasan area sawah mencapai 52.000 hektare,” ujar Syaharuddin Alrif.
Lebih lanjut, Syahar menuturkan bahwa Sidrap juga menjadi sentra utama penggilingan gabah di Sulawesi Selatan.
Hal ini ditunjang oleh keberadaan 280 pabrik penggilingan beras yang beroperasi dengan sistem modern dan berteknologi canggih.
“Sidrap menjadi primadona dalam pengolahan gabah menjadi beras, karena didukung oleh ratusan pabrik penggilingan modern yang mampu menjaga kualitas beras terbaik,” tambahnya.
Dengan potensi tersebut, Sidrap terus berkomitmen menjaga kualitas dan kuantitas produksi beras guna mendukung ketahanan pangan nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.




Komentar