SIDRAP, Trotoar.id — Dalam kurun waktu delapan tahun terakhir, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) berhasil mencatatkan lonjakan signifikan dalam produksi Gabah Kering Giling (GKG).
Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pertanian, produksi GKG Sidrap kini mencapai 556.326 ton per tahun, menempatkannya di posisi ketiga terbesar di Sulawesi Selatan.
Capaian ini menegaskan komitmen pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati H. Syaharuddin Alrif dalam memperkuat sektor pertanian dan menjaga status Sidrap sebagai lumbung pangan andalan Sulsel.

“Selama delapan tahun terakhir, kita terus mendorong peningkatan produktivitas petani, mulai dari penyediaan benih unggul, optimalisasi irigasi, hingga perluasan lahan tanam. Hasilnya, produksi gabah kita meningkat pesat,” ujar Bupati Syaharuddin, Kamis (6/11/2025).
Peningkatan produksi tersebut juga tak lepas dari dukungan program modernisasi pertanian, seperti penggunaan alat dan mesin pertanian (alsintan), sistem pertanian presisi, serta pendampingan teknologi pascapanen oleh penyuluh lapangan.
Selain itu, Sidrap juga menjadi salah satu daerah yang paling konsisten dalam menjaga kestabilan harga gabah dan beras di tingkat petani, sehingga produktivitas diikuti kesejahteraan masyarakat tani.
“Kita tidak hanya bicara produksi, tapi juga bagaimana hasil panen memberi manfaat ekonomi bagi petani. Ini yang kita jaga bersama,” tambah Syaharuddin.
Capaian tersebut turut memperkuat posisi Sidrap sebagai penopang utama ketahanan pangan Sulawesi Selatan, sekaligus menjadi faktor pendukung keberhasilan daerah ini meraih penghargaan “Top Regional Food & Energy Security Champion” dalam CNBC Indonesia Awards 2025.
Dengan produksi gabah yang terus meningkat dan inovasi berkelanjutan di sektor energi hijau, Sidrap kini semakin mantap menjadi ikon daerah tangguh pangan dan energi di Indonesia Timur.




Komentar