DPRD dan Pemkot Makassar Sepakati KUA-PPAS 2026, APBD Mencapai Rp5,1 Triliun
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar dan DPRD Kota bergerak cepat menyelesaikan pembahasan serta finalisasi Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) untuk APBD Pokok Kota Makassar Tahun 2026.
Proses yang biasanya berlangsung hingga akhir tahun kini berhasil dirampungkan lebih awal, sebelum memasuki Desember 2025.
Total nilai APBD Pokok 2026 diproyeksikan mencapai sekitar Rp5,1 triliun. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota KUA-PPAS dalam Rapat Paripurna di Balai Kota Makassar, Senin (17/11/2025).
Rapat tersebut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham, Ketua DPRD Supratman, serta para pimpinan fraksi dan anggota dewan bersama kepala SKPD terkait.
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa seluruh program unggulan pemerintah kota tetap masuk dalam rencana APBD Tahun 2026—termasuk program strategis yang selama ini menjadi perhatian publik.
Meski terdapat penyesuaian anggaran, Pemkot menegaskan tidak akan menghambat program pelayanan dasar maupun pembangunan prioritas.
“Semua program prioritas tetap kita jalankan. Memang ada beberapa yang dirasionalisasi karena penyesuaian anggaran, tapi itu tidak mengganggu program besar yang telah direncanakan,” ujar Munafri.
Ia juga mendorong jajaran Pemkot agar lebih kreatif menggenjot pendapatan daerah di tengah penyesuaian fiskal ini.
“Kondisi pemotongan ini bukan untuk diratapi. Justru kita harus mencari cara lebih kreatif memastikan PAD meningkat dan program-program benar-benar menyentuh masyarakat,” tegasnya.
Munafri juga menginstruksikan agar kegiatan seremonial dikurangi, dan anggaran lebih difokuskan pada kegiatan yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.
“Seremonial-seremonial harus dikurangi. Tahun 2026, belanja harus benar-benar turun ke masyarakat,” jelasnya.
Terkait pembangunan stadion yang sempat dipertanyakan publik, ia memastikan proyek itu tetap menjadi prioritas utama.
“Program stadion tetap masuk. Itu prioritas yang harus muncul,” tegasnya.
Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, memberikan apresiasi atas kerja kolaboratif antara DPRD dan Pemkot dalam penyusunan dokumen KUA-PPAS.
“KUA–PPAS adalah arah kebijakan pembangunan. Harmonisasi antara eksekutif dan legislatif sangat penting agar APBD 2026 memberi dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Aliyah menilai Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Pemkot Makassar untuk memperkuat program prioritas yang bersentuhan langsung dengan warga, seperti peningkatan pelayanan dasar, stabilitas ekonomi, dan penyelesaian masalah perkotaan.
Ketua Pansus Banggar DPRD Makassar, Ray Suryadi Arsyad, memaparkan adanya proyeksi penurunan total pendapatan daerah sebesar 8,96 persen atau sekitar Rp482 miliar dibandingkan estimasi pendapatan tahun 2025.
Karena itu, Badan Anggaran menekankan agar Pemkot menerapkan strategi pendapatan yang agresif dan adaptif.
1. Optimalisasi dan Konsistensi Penerimaan
Banggar meminta pelaksanaan kebijakan pendapatan dilakukan secara konsisten untuk mengimbangi penurunan proyeksi pendapatan.
2. Digitalisasi dan Intensifikasi PAD
Ray menegaskan pentingnya percepatan digitalisasi seluruh layanan pajak dan retribusi.
“Digitalisasi ini penting untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kepatuhan wajib pajak,” jelasnya.
Selain itu, potensi pajak dan retribusi yang belum tergarap harus dipetakan dan ditindaklanjuti.
3. Penguatan Kinerja BUMD
BUMD diminta meningkatkan kinerja bisnis serta setoran dividen kepada pemerintah kota.
4. Ekstensifikasi Pendapatan Baru
Banggar mendorong pengembangan sektor ekonomi digital dan kreatif, termasuk optimalisasi Makassar Creative Hub sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Ray menyampaikan bahwa kebijakan belanja APBD 2026 diarahkan pada prinsip spending better, yaitu penggunaan anggaran untuk program yang produktif dan berdampak pada indikator makro:
Beberapa fokus belanja yang ditekankan:
1. Penguatan Pelayanan Dasar
Termasuk pendidikan, kesehatan, SPM, pemberdayaan UMKM dan koperasi, serta pengembangan ekosistem bakat kreatif generasi muda.
2. Program Jaminan Sosial Terpadu (Mulia Berjasa)
Meliputi jaminan kesehatan, perlindungan sosial, dan jaminan pekerja rentan.
3. Dukungan Proyek Strategis
Termasuk:
4. Digitalisasi dan Reformasi Birokrasi
Belanja diarahkan pada penguatan Makassar Super Apps dan Lontara+.
Rekomendasi Teknis untuk SKPD
Beberapa arahan penting yang disampaikan Pansus kepada OPD, antara lain:
Dinas Pendidikan
Dinas PU
Dinas Lingkungan Hidup
Dinas Pemuda dan Olahraga + Dinas PU
Diskominfo
Dinas Sosial & Dinas Kesehatan
OPD Ketahanan Pangan, Perdagangan, dan UMKM
Ray menutup laporannya dengan penegasan bahwa belanja modal harus tetap dijaga agar proyek strategis tidak terhambat.
“Belanja modal harus diprioritaskan demi memastikan keberlanjutan proyek strategis dan layanan dasar yang menunjang pertumbuhan ekonomi dan stabilitas masyarakat,” tegasnya.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Yulianto Badwi, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pengurus Cabang Indonesia Off-road Federation (IOF) Makassar sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab)…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, menutup rangkaian kegiatan reses ketiga masa…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Sinergi berbasis swadaya masyarakat ditunjukkan Pemerintah Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, bersama unsur…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) menargetkan penambahan cetak sawah baru seluas 600…
MAKASSAR, TEOTOAR.ID — Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Eric Horas, menyoroti maraknya aksi begal yang…
This website uses cookies.