MAKASSAR, Trotoar.id — Gendang demokrasi lokal di Kota Makassar kini berdentang semakin keras.
Di setiap lorong, di antara rumah-rumah warga, obrolan hangat seputar pemilihan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) mulai mencuri perhatian.
Warga saling berdiskusi, para calon bergerak dari rumah ke rumah, dan suasana gotong royong kembali tumbuh bersama semangat pesta demokrasi tingkat akar rumput.
Untuk pertama kalinya, Pemerintah Kota Makassar menggelar Pemilihan RT/RW Serentak 2025, yang akan berlangsung pada 3 Desember 2025.
Kontestasinya mencatat sejarah: sebanyak 9.211 calon RT dan 2.169 calon RW resmi bertarung memperebutkan kepercayaan warga.
Jumlah total 11.390 calon tersebut akan memperebutkan 6.027 kursi Ketua RT dan 1.005 kursi Ketua RW di 153 kelurahan, yang tersebar di seluruh Kota Makassar.
Angka tersebut lahir dari proses pendaftaran pada 22–24 November 2025, penetapan calon pada 25 November, dan pengundian nomor urut pada 26 November.
Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Kota Makassar, A. Anshar, menegaskan bahwa seluruh tahapan telah berjalan sesuai mekanisme.
“Tidak ada penundaan. Pemilihan tetap digelar pada 3 Desember 2025, karena semua tahapan sudah sesuai jadwal,” tegas Anshar, Kamis (27/11/2025).
Menurutnya, pemilihan RT/RW kali ini bukan sekadar agenda rutin lima tahunan, tetapi merupakan bagian dari implementasi RPJMD Kota Makassar, terutama dalam memperkuat tata kelola masyarakat di tingkat paling dasar.
“Pemilihan langsung ini menjadi ruang demokrasi yang harus dijaga, sekaligus wadah memperkuat kepemimpinan lingkungan,” tambahnya.
Di lapangan, dinamika pemilihan makin terasa. Para calon mulai intens turun menyapa warga, menjelaskan program, dan membangun kepercayaan.
Sementara para tetua kampung, ibu rumah tangga, para pemuda hingga pedagang lorong mulai menimbang-nimbang calon yang paling layak memimpin lingkungan mereka.
Tahapan teknis pun bergerak simultan. Daftar Pemilih Tetap (DPT) berbasis Kartu Keluarga rampung pada 27 November 2025, berbarengan dengan dimulainya masa kampanye terbatas pada 27–29 November 2025.
Tingginya antusiasme terlihat dari jumlah pendaftar yang merata di seluruh kecamatan.
Ribuan calon itu bukan hanya angka statistik, tetapi cermin dari semangat warga yang ingin turut serta menentukan arah perubahan di lingkungan masing-masing.
Puncak pemilihan pada 3 Desember mendatang diperkirakan akan menjadi momen demokrasi warga yang paling hidup.
Lorong-lorong Makassar akan menjadi arena penentu masa depan lingkungan, tempat warga berkumpul, berdialog, dan menggunakan hak pilihnya tanpa melunturkan kebersamaan.
Demokrasi Makassar tumbuh bukan hanya dari podium pejabat atau gedung-gedung besar, tetapi dari halaman rumah, dari warung kopi, dari lorong-lorong sempit yang menyimpan cerita kebersamaan warganya.
Pengamat politik Universitas Hasanuddin, Dr. Adi Suryadi Culla, menilai Pemilihan RT/RW Serentak ini sebagai langkah positif Pemerintah Kota Makassar dalam memperkuat demokrasi di tingkat paling bawah.
“Pemkot Makassar memberikan keteladanan dengan menghadirkan praktik demokrasi langsung bagi warga. Ini pendidikan politik paling nyata,” ujarnya.
Namun, Adi menekankan bahwa pemilihan ini membutuhkan persiapan matang, termasuk alokasi anggaran yang distributif, sistem pengawasan melekat, serta sosialisasi aturan yang jelas.
“Sosialisasi harus dilakukan masif. Masyarakat perlu memahami aturan teknis agar pemilihan berjalan tertib,” tambahnya.
Ia mencontohkan keberhasilan pemilihan RT/RW di DKI Jakarta yang didukung dengan faktor kesiapan anggaran dan sosialisasi panjang sampai ke tingkat kelurahan.
Adi bahkan mengisahkan pengalamannya ketika menjalani pendidikan di Universitas Indonesia.
Saat itu, ia terlibat langsung sebagai panitia pemilihan RT/RW, dan di periode berikutnya justru terpilih sebagai Ketua RT atas dorongan warga.
“Harapan saya, pelaksanaan Pemilihan RT/RW Serentak di Makassar pada 3 Desember dapat berjalan lancar, tertib, dan sukses,” ucapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan baik antarwarga.
“Pilihan boleh berbeda, tapi lingkungan tetap satu. Jangan biarkan perbedaan memecah hubungan tetangga,” pesan mantan Ketua Dewan Pendidikan Sulsel itu.
DATA LENGKAP PENDAFTARAN CALON RT/RW DI 15 KECAMATAN
11 kelurahan
Calon RT: 1.103
Calon RW: 257
8 kelurahan
Calon RT: 587
Calon RW: 138
8 kelurahan
Calon RT: 731
Calon RW: 179
11 kelurahan
Calon RT: 799
Calon RW: 186
11 kelurahan
Calon RT: 991
Calon RW: 229
11 kelurahan
Calon RT: 1.092
Calon RW: 257
9 kelurahan
Calon RT: 422
Calon RW: 121
13 kelurahan
Calon RT: 518
Calon RW: 99
14 kelurahan
Calon RT: 735
Calon RW: 157
10 kelurahan
Calon RT: 190
Calon RW: 69
15 kelurahan
Calon RT: 928
Calon RW: 179
9 kelurahan
Calon RT: 276
Calon RW: 57
12 kelurahan
Calon RT: 436
Calon RW: 121
8 kelurahan
Calon RT: 260
Calon RW: 86
3 kelurahan
Calon RT: 123
Calon RW: 34
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi DPRD terhadap…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Soppeng, Andi Kaswadi Razak, menyatakan kesiapan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Pinrang, Usman Marham, mengajak seluruh kader…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menertibkan sebanyak 178 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian atas langkah…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — DPRD Provinsi Sulawesi Selatan menyoroti praktik pergeseran atau parsial anggaran yang dinilai…
This website uses cookies.