Makassar, Trotoar.id – Ketua Umum Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Muhammad Ryano Satrya Panjaitan, menegaskan bahwa tidak ada dualisme dalam tubuh KNPI.
Ia memastikan, hanya ada satu kepemimpinan yang sah dan diakui dalam organisasi kepemudaan terbesar di Indonesia tersebut.
Penegasan itu disampaikan Ryano saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Sulawesi Selatan yang digelar di Baruga Asta Cita, Kompleks Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.
Baca Juga :
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pengurus DPD KNPI Sulsel, perwakilan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), serta tokoh-tokoh pemuda dari berbagai kabupaten dan kota.
“KNPI cuma satu ketua umumnya,” tegas Ryano di hadapan seluruh peserta Musda.
Menurutnya, pernyataan tersebut penting untuk kembali diluruskan agar tidak ada lagi kebingungan di tingkat daerah terkait legalitas dan arah kepemimpinan organisasi.
Ryano menilai, selama ini isu dualisme telah mengganggu konsolidasi internal dan memperlambat gerak organisasi.
Padahal, kata dia, tantangan yang dihadapi pemuda saat ini semakin kompleks, mulai dari persoalan sosial, ekonomi, hingga pengaruh perkembangan teknologi yang begitu pesat.
Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga persatuan dan membangun soliditas di semua tingkatan kepengurusan.
KNPI, lanjut Ryano, harus kembali pada jati dirinya sebagai wadah berhimpun, bersinergi, serta bertukar gagasan antar organisasi kepemudaan demi kemajuan bangsa dan daerah.
Ia juga mengajak seluruh peserta Musda untuk menjadikan forum tersebut sebagai momentum kebangkitan dan rekonsiliasi.
Ryano berharap, perbedaan yang pernah terjadi di masa lalu dapat diselesaikan dengan kedewasaan, demi kemajuan organisasi di masa depan.
Lebih lanjut, Ryano meminta kepengurusan baru KNPI Sulsel nantinya mampu tampil lebih progresif dan adaptif.
Menurutnya, pemuda Sulawesi Selatan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai sektor, mulai dari kewirausahaan, pendidikan, hingga pelestarian budaya lokal.
“Kita ingin KNPI menjadi mitra strategis pemerintah, sekaligus menjadi kontrol sosial yang konstruktif. Pemuda harus hadir dengan gagasan, solusi, dan kerja nyata di tengah masyarakat,” tambahnya.
Musda KNPI Sulawesi Selatan sendiri tidak hanya menjadi agenda pemilihan ketua dan formatur baru, namun juga menjadi forum strategis untuk menyusun program kerja yang lebih terukur, realistis, dan berdampak langsung bagi pemuda di daerah.
Dengan semangat persatuan yang digaungkan dalam Musda tersebut, KNPI Sulsel diharapkan mampu memperkuat perannya sebagai motor penggerak generasi muda.
Soliditas yang terbentuk diyakini akan menjadi fondasi kuat bagi lahirnya gerakan pemuda yang aktif, kreatif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.











Komentar