MAKASSAR, Trotoar.id — Provinsi Sulawesi Selatan mencatatkan performa ekonomi yang positif sepanjang tahun 2025. Realisasi investasi di daerah ini mencapai Rp19,544 triliun atau tumbuh sebesar 39,25 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar Rp14,035 triliun.
Capaian tersebut sekaligus melampaui target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Dari target awal sebesar Rp16,610 triliun, realisasi investasi Sulsel pada 2025 mencapai 118 persen.
Peningkatan realisasi investasi ini menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap iklim usaha, stabilitas ekonomi, serta kebijakan pembangunan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Berdasarkan sumber modal, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai investasi mencapai Rp11,528 triliun. Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) menyumbang investasi sebesar Rp8,016 triliun.
Komposisi tersebut mencerminkan kuatnya peran investor domestik yang diiringi dengan masuknya investasi asing secara berkelanjutan di Sulawesi Selatan.
Pertumbuhan investasi juga berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 26.130 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 294 Tenaga Kerja Asing (TKA) terserap, meningkat 12,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Dari sisi sektor usaha, lima sektor dengan realisasi investasi terbesar di Sulawesi Selatan sepanjang 2025 meliputi sektor pertambangan; perumahan, kawasan industri, dan perkantoran; perdagangan dan reparasi; transportasi, pergudangan, dan komunikasi; serta industri makanan.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Selatan, Asrul Sani, menilai tren positif tersebut menunjukkan daya saing daerah yang semakin menguat.
“Secara keseluruhan, data tahun 2025 menunjukkan bahwa Sulawesi Selatan terus memperkuat posisinya sebagai destinasi investasi yang menarik di Indonesia, didukung oleh kekuatan sektor primer serta kepercayaan investor domestik dan mancanegara,” ujar Asrul Sani.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di bawah kepemimpinan Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi terus mendorong berbagai langkah strategis untuk meningkatkan investasi, salah satunya melalui kemudahan pelayanan perizinan usaha.
“Sesuai arahan Bapak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur, kami terus memperkuat kemudahan perizinan. Harapannya, investor semakin tertarik menanamkan modal di Sulsel, sehingga tidak hanya menggerakkan ekonomi daerah, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” pungkasnya. (*)



Komentar