MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan mulai melakukan proses tender pembangunan Rumah Sakit (RS) Regional Provinsi yang berlokasi di Kabupaten Luwu.
Pengerjaan fisik rumah sakit ini ditargetkan mulai terealisasi pada tahun 2026.
Pembangunan RS Regional tersebut merupakan bagian dari Program Multi Years Project (MYP) Tahun 2025–2027 yang diinisiasi Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Sulsel Fatmawati Rusdi, sebagai upaya pemerataan layanan kesehatan rujukan di wilayah Sulawesi Selatan.
Baca Juga :
Berdasarkan data Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE), tahapan tender pembangunan RS Regional Luwu saat ini telah memasuki proses penetapan pemenang. Tercatat sebanyak 74 peserta mengikuti proses tender tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. dr. Evi Mustikawati Arifin, mengatakan bahwa progres pembangunan RS Regional Luwu berjalan sesuai dengan perencanaan yang telah disusun secara bertahap dan komprehensif.
“Saat ini kami telah menyelesaikan seluruh tahapan perencanaan, mulai dari penyusunan Feasibility Study (FS), dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), hingga penyiapan Manajemen Konstruksi,” ujar Evi.
Ia menjelaskan, pembangunan fisik rumah sakit akan menggunakan metode design and build yang saat ini masih dalam proses tender.
Dengan skema tersebut, pembangunan fisik direncanakan mulai dilaksanakan pada tahun ini.
Menurut Evi, RS Regional Luwu dibangun untuk memperluas akses layanan kesehatan rujukan bagi masyarakat di kawasan Luwu Raya dan daerah sekitarnya, sekaligus mengurangi beban rujukan pasien ke Kota Makassar.
“Tujuan utamanya adalah mendekatkan layanan kesehatan rujukan kepada masyarakat serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di wilayah Luwu Raya,” jelasnya.
Pembangunan RS Regional ini diperkirakan menelan anggaran sekitar Rp250 miliar. .
Anggaran tersebut mencakup seluruh tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan, pembangunan fisik, hingga pengadaan alat kesehatan berstandar nasional.
“Anggaran ini dirancang agar rumah sakit yang dibangun benar-benar memenuhi standar pelayanan kesehatan nasional dan mampu menjawab kebutuhan layanan rujukan di kawasan Luwu Raya,” tambah Evi.
Dilengkapi Fasilitas Modern
RS Regional Provinsi yang akan dibangun di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, ditargetkan menjadi rumah sakit rujukan dengan layanan spesialistik dan subspesialistik lengkap.
Pelayanan tersebut meliputi Penyakit Dalam, Kebidanan dan Kandungan, Anak, Kanker, Jantung dan Pembuluh Darah, Hipertensi, Uronefrologi, THT, serta Mata.
Selain itu, rumah sakit ini akan dilengkapi berbagai fasilitas penunjang modern, seperti rawat jalan dan poliklinik, Instalasi Gawat Darurat (IGD), bedah sentral, layanan jantung terpadu, layanan ibu dan anak termasuk NICU, rehabilitasi medik, radiologi (X-ray dan CT Scan), laboratorium terpadu, serta layanan
farmasi dan gizi.
Fasilitas intensif lainnya juga akan tersedia, antara lain ICU, HCU, ICCU, PICU, One Day Care (ODC), Medical Check Up (MCU), layanan kosmetik medik, hingga telemedicine.
“Insya Allah pembangunan RS Regional ini dapat rampung dan mulai dioperasionalkan setelah masa kontrak berakhir,” pungkas Evi. (*)











Komentar