BULUKUMBA, Trotoar.id — Ramadan Chill & Culinary (RCC) Fest Volume 4 kembali digelar dan resmi dibuka di halaman Gedung Bersama RMB, Jalan S. Majidi, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba, Jumat malam (20/2/2026).
Sebanyak 50 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ambil bagian dalam kegiatan ini, menempati 40 tenan yang telah disiapkan panitia. RCC Fest pun menjadi salah satu event Ramadan yang konsisten dilaksanakan selama empat tahun terakhir di Bulukumba.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, yang akrab disapa Andi Utta. Ia hadir didampingi Wakil Bupati Andi Edy Manaf, Ketua TP PKK Bulukumba Herfida Muchtar, serta pimpinan Cabang Adira Finance selaku sponsor utama.
Baca Juga :
Ketua Panitia RCC, Ayu Lestari, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Bulukumba serta seluruh sponsor, termasuk Adira Finance, sehingga RCC Fest Volume 4 dapat kembali terselenggara.
“Harapan kami, RCC bukan hanya menjadi tempat berburu takjil, tetapi juga menjadi ruang promosi dan peningkatan omzet bagi pelaku UMKM lokal,” ujar Ayu.
Ia menambahkan, keterlibatan 50 UMKM dalam 40 tenan menunjukkan tingginya antusiasme pelaku usaha dan generasi muda dalam menyemarakkan Ramadan melalui kegiatan yang produktif dan kreatif.
“Kami ingin RCC menjadi wadah pembinaan bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia usaha, sekaligus mendorong perputaran ekonomi di Bulukumba selama Ramadan,” tambahnya.
Dalam sambutannya, Andi Utta mengapresiasi konsistensi RCC Fest yang telah menjadi agenda tahunan selama empat tahun berturut-turut di bulan suci Ramadan.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bulukumba, saya sangat mengapresiasi kegiatan RCC ini. Artinya, bulan Ramadan yang akan kita lalui semakin produktif dengan berbagai kegiatan dan karya yang dihasilkan generasi muda,” ujarnya.
Menurutnya, RCC bukan sekadar ajang silaturahmi dan memeriahkan Ramadan, tetapi juga wadah strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM di sektor kuliner dan fesyen.
Ia menilai Bulukumba memiliki potensi sumber daya yang besar.
Tinggal bagaimana pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat mampu mengelola serta mengembangkannya secara kreatif dan berkelanjutan.
“Kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa kolaborasi mampu melahirkan ruang-ruang ekonomi baru yang produktif,” katanya.
Andi Utta berharap RCC dapat terus berkembang menjadi event unggulan tahunan di Bulukumba, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai pusat kreativitas dan ekonomi berbasis masyarakat.
Momentum Ramadan, lanjutnya, juga harus dimanfaatkan untuk memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian sosial, serta semangat berbagi.
“Kita berharap RCC ini sukses dilaksanakan sebagai kolaborasi generasi muda Bulukumba untuk mewadahi UMKM dalam menggerakkan perputaran ekonomi, khususnya di bulan Ramadan,” tambahnya.
Beragam produk disuguhkan kepada masyarakat, mulai dari aneka makanan dan minuman untuk berbuka puasa dan sahur hingga kebutuhan fesyen Ramadan. Pemerintah daerah pun berharap melalui RCC Fest terjadi peningkatan transaksi dan perputaran uang, sekaligus memperluas pengenalan produk UMKM lokal.
“Ini bulan penuh berkah. Semoga para pelaku usaha mendapatkan rezeki dari kegiatan yang dilaksanakan di tempat ini,” pungkasnya. (*)



Komentar