Pemda Sidrap

Bupati Sidrap Jemput Peluang Investasi di PSBM 2026

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 23 Maret 2026 16:48

Bupati Sidrap Jemput Peluang Investasi di PSBM 2026

MAKASSAR, Trotoar.id  — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memanfaatkan momentum Pertemuan Saudagar Bugis Makassar XXVI (PSBM) Tahun 2026 sebagai panggung strategis untuk mempromosikan potensi unggulan daerah sekaligus menjaring peluang investasi.

Kegiatan yang berlangsung di Claro Hotel Makassar, Rabu (26/3/2026), itu menjadi ajang pertemuan para saudagar, investor, serta pemangku kepentingan dari berbagai daerah, baik dalam negeri maupun mancanegara.

Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin memaparkan secara komprehensif kekuatan utama sektor pertanian Sidrap, yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi daerah. 

Ia menyoroti tiga komoditas unggulan, yakni telur, beras, dan kopi, yang dinilai memiliki daya saing tinggi di pasar regional maupun nasional.

Menurutnya, forum PSBM bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi merupakan “pasar besar” yang membuka peluang distribusi hasil pertanian Sidrap ke berbagai wilayah di Indonesia.

“Harapan kami melalui acara ini adalah menarik investor. Tadi kita dengar langsung ada permintaan telur dari Maluku Utara, serta permintaan beras dari Kalimantan Utara dan Kalimantan Timur. Ini peluang besar bagi Sidrap untuk meningkatkan pengiriman ke sana,” ujarnya.

Permintaan dari sejumlah daerah tersebut, lanjutnya, menjadi sinyal kuat bahwa komoditas Sidrap memiliki posisi strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas jaringan perdagangan antar wilayah.

Untuk menjawab tingginya permintaan pasar, Pemerintah Kabupaten Sidrap tidak tinggal diam. Berbagai langkah strategis dan inovatif telah disiapkan guna meningkatkan produktivitas pertanian secara signifikan.

Salah satu terobosan utama adalah percepatan manajemen pola tanam yang memungkinkan petani meningkatkan frekuensi panen dalam setahun. 

Strategi ini diperkuat dengan penggunaan benih genjah yang memiliki masa panen lebih singkat, yakni sekitar 75 hari, dibandingkan rata-rata 110 hari pada metode konvensional.

Langkah ini tidak hanya mempercepat siklus produksi, tetapi juga meningkatkan efisiensi serta potensi pendapatan petani.

Selain itu, modernisasi pertanian juga dilakukan melalui program elektrifikasi yang dikenal dengan “Listrik Masuk Sawah”. Program ini menghadirkan penggunaan pompa air berbasis listrik serta alat dan mesin pertanian modern guna menekan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi kerja petani.

Di sisi lain, optimalisasi sistem pengairan juga terus dilakukan melalui pemanfaatan embung dan perbaikan jaringan irigasi, termasuk parit-parit di kawasan persawahan. 

Upaya ini bertujuan memastikan ketersediaan air yang stabil guna mendukung produktivitas lahan pertanian sepanjang tahun.

“Langkah-langkah ini menjadi kunci meningkatnya produksi pangan dan menjadikan pertumbuhan ekonomi Sidrap sebagai yang tertinggi di Sulawesi Selatan pada tahun 2025,” jelas Syaharuddin.

Keberhasilan tersebut, menurutnya, merupakan hasil sinergi antara kebijakan pemerintah, inovasi teknologi, serta kerja keras para petani di lapangan.

Sementara itu, pembukaan PSBM XXVI dilakukan oleh Menteri Pertanian RI sekaligus Ketua Umum BPP KKSS, Andi Amran Sulaiman, didampingi Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, serta Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi.

Acara tersebut turut dihadiri Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, sejumlah wakil menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, para gubernur dari berbagai provinsi, serta bupati dan wali kota dari berbagai daerah.

Kehadiran ribuan delegasi saudagar dari seluruh penjuru Nusantara hingga mancanegara semakin menegaskan posisi PSBM sebagai forum ekonomi strategis berbasis jejaring kultural Bugis-Makassar.

Dalam kegiatan ini, Bupati Syaharuddin turut didampingi sejumlah pejabat lingkup Pemkab Sidrap, di antaranya kepala dinas terkait sektor koperasi, pertanian, perdagangan, serta unsur pemerintah desa dan BUMDes.

Partisipasi aktif tersebut menunjukkan keseriusan Pemerintah Kabupaten Sidrap dalam mendorong hilirisasi produk unggulan daerah serta memperluas akses pasar melalui kolaborasi lintas sektor.

Melalui forum ini, Sidrap tidak hanya tampil sebagai daerah produsen, tetapi juga sebagai daerah yang siap bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pertanian modern dan investasi berkelanjutan.

Dengan strategi yang terarah dan dukungan jejaring investasi yang semakin luas, Sidrap optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penopang utama ketahanan pangan nasional. (*)

Penulis : Lutfi

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen23 Mei 2026 21:18
Reses di Tallo, Yulianto Badwi Tampung Aspirasi Warga Soal Air Bersih hingga Sampah
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Muhammad Yulianto Badwi, kembali menyerap aspirasi masyarakat dalam agenda reses ketiga masa pers...
Olahraga23 Mei 2026 21:10
Muscab IOF Makassar, Irfan Qurniawan Terpilih sebagai Ketua Periode 2025–2030
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pengurus Cabang Indonesia Off-road Federation (IOF) Makassar sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Muscab) untuk menetap...
Parlemen23 Mei 2026 19:36
Akhiri Reses, Hj Umiyati Serap Aspirasi Warga Paropo: Drainase hingga Bantuan UMKM Jadi Prioritas
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Kota Makassar, Hj Umiyati, menutup rangkaian kegiatan reses ketiga masa persidangan ketiga tahun anggaran 2025...
Daerah23 Mei 2026 19:13
Sinergi Kelurahan Pangkajene Dorong Pemberdayaan UMKM Lewat Bantuan Modal Swadaya
SIDRAP, TROTOAR.ID — Sinergi berbasis swadaya masyarakat ditunjukkan Pemerintah Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, bersama unsur TNI, Pol...