MAKASSAR, Trotoar.id — Dinamika jelang Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan kian menghangat.
Salah satu bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, menghadiri kegiatan halal bihalal di kediaman Jusuf Kalla di Makassar, Minggu (23/3/2026).
Kehadiran Andi Ina dalam agenda tersebut dinilai sebagai bagian dari komunikasi politik sekaligus sinyal meminta restu menjelang Musda Golkar Sulsel yang dijadwalkan berlangsung pada 28–29 Maret 2026.
Baca Juga :
Meski demikian, Andi Ina menegaskan pertemuan itu murni silaturahmi Idul Fitri.
“Tidak ada ji disinggung soal Musda Golkar. Kami lebih banyak mendapatkan wejangan tentang bagaimana menjalankan pemerintahan yang baik,” ujarnya.
Dalam pertemuan di kediaman pribadi Jusuf Kalla di Jalan Haji Bau, Makassar, turut hadir Munafri Arifuddin serta sejumlah figur yang dikenal dekat dengan Jusuf Kalla.
Meski dikemas sebagai silaturahmi, momentum inil dinilai tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik internal Golkar yang tengah memasuki fase konsolidasi jelang Musda.
Diketahui sejumlah nama mulai mencuat dalam bursa calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.
Selain Andi Ina, figur lain yang disebut-sebut memiliki peluang adalah Munafri Arifuddin yang saat ini memimpin DPD II Golkar Makassar, dan Wakil Ketua DPRD Sulsel Rahman Pina serta Mantan Walikota Makassar Ilham Arief Sirajuddin
Dimana banyak pihak menilai jika Munafri memiliki kekuatan pada basis struktural partai, khususnya di 20 DPD II yang telah memberikan dukungan kepada Munafri
Selain itu, posisinya sebagai kepala daerah aktif memberikan nilai tambah dalam kontestasi.
Di sisi lain, Andi Ina Kartika Sari memiliki keunggulan dari segi representasi kepala daerah perempuan serta basis dukungan di wilayah Ajatappareng.
Statusnya sebagai Bupati Barru juga memperkuat legitimasi politik di internal partai.
Selain dua nama tersebut, sejumlah figur lain juga disebut masuk radar, baik dari kalangan legislatif maupun pengurus lama Golkar yang memiliki jejaring kuat di DPD II kabupaten/kota.
Peran Kunci Jusuf Kalla
Dalam kontestasi ini, peran Jusuf Kalla dinilai tetap strategis. Meski tidak secara formal berada dalam struktur kepengurusan saat ini, pengaruh JK di tubuh Golkar Sulsel masih sangat kuat.
Restu dan kedekatan dengan JK kerap menjadi faktor penting dalam menentukan arah dukungan, terutama bagi pemilik suara di tingkat daerah.
Sejumlah pengamat menilai, komunikasi politik dengan JK menjadi bagian tak terpisahkan dari langkah para kandidat dalam membangun konsolidasi.
Meski demikian dalam Musda Golkar Sulsel sendiri akan ditentukan oleh pemilik suara yang mayoritas berasal dari DPD II kabupaten/kota.
Karena itu, intensitas komunikasi dan konsolidasi di tingkat daerah menjadi kunci kemenangan.
Para kandidat kini berpacu membangun dukungan, baik melalui pendekatan struktural partai maupun jejaring personal yang telah terbangun selama ini.
Dengan waktu yang semakin dekat, Musda Golkar Sulsel diprediksi berlangsung dinamis dan kompetitif, sekaligus menjadi momentum penting dalam menentukan arah politik Partai Golkar di Sulawesi Selatan ke depan.
Sebelumnya PLT ketua Golkar Sulsel, Mahyuddin M Said menjelaskan jika Kandidat Ketua Golkar Sulsel harus mendapat restu dan dukungan ketua umum
Hal itu untuk menyelaraskan program program kepartaian di tingkat daerah, agar target partai Golkar pada pemilu mendatang dapat tercapai dengan baik



Komentar