Metro

Puluhan Tahun Bertahan, PKL di Mappayukki–Garuda–Rajawali Bongkar Lapak Secara Mandiri

Pemkot Makassar

MAKASSAR, Trotoar.id — Puluhan tahun menempati lahan fasilitas umum (fasum), deretan pedagang kaki lima (PKL) di sejumlah ruas jalan di Kecamatan Mariso, Kota Makassar, akhirnya membongkar lapaknya secara mandiri.

Pembongkaran dilakukan di tiga titik, yakni Jalan Mappayukki, Jalan Garuda, dan Jalan Rajawali, Rabu (8/4/2026).

Total sebanyak 23 lapak yang sebelumnya berdiri di atas trotoar, drainase, hingga badan jalan dibongkar secara sukarela oleh para pedagang.

Di Jalan Mappayukki, tercatat tujuh lapak dibongkar. Sementara di Jalan Garuda dan Jalan Rajawali masing-masing sebanyak delapan lapak.

Camat Mariso, Andi Syahrir, mengungkapkan bahwa keberhasilan penertiban tersebut tidak lepas dari pendekatan persuasif yang dilakukan pemerintah kecamatan bersama jajaran kelurahan.

“Pedagang yang bongkar mandiri di Jalan Mappayukki ada tujuh lapak, Jalan Garuda delapan lapak, dan Jalan Rajawali juga delapan lapak,” ujarnya.

Menurutnya, proses penataan tidak dilakukan dengan cara penindakan, melainkan melalui komunikasi intensif yang mengedepankan pendekatan humanis.

Pemerintah sebelumnya telah melalui tahapan administratif, mulai dari penyampaian surat peringatan hingga pendekatan langsung kepada para pedagang.

“Kami sudah melayangkan SP3, kemudian melakukan pendekatan persuasif dan humanis kepada pedagang yang berjualan di atas trotoar dan drainase,” jelasnya.

Langkah ini dinilai efektif, terbukti dari kesediaan para PKL untuk membongkar lapak mereka tanpa konflik.

Kesadaran kolektif para pedagang menjadi kunci utama dalam menciptakan penataan kawasan yang kondusif.

Penertiban tersebut bertujuan mengembalikan fungsi fasilitas umum seperti trotoar dan bahu jalan agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya oleh masyarakat.

Selain itu, upaya ini juga untuk meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta memperlancar arus lalu lintas di kawasan tersebut.

“Ini bagian dari komitmen pemerintah dalam menata kawasan perkotaan agar lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi seluruh pengguna jalan, tanpa mengabaikan aspek sosial dan keberlangsungan usaha masyarakat kecil,” tambah Syahrir.

Ke depan, penataan serupa akan terus dilanjutkan di sejumlah wilayah lain di Kecamatan Mariso, di antaranya Kelurahan Kunjung Mai, Kelurahan Mariso, Kelurahan Panambungan, dan Kelurahan Lette.

Pemerintah kecamatan memastikan pendekatan persuasif dan humanis tetap menjadi strategi utama, sehingga proses penataan dapat berjalan tanpa gesekan dan tetap mengedepankan kepentingan bersama. (*)

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

May Day 2026, Cicu Apresiasi Aksi Buruh Tertib dan Tegaskan Komitmen DPRD Sulsel Kawal Aspirasi

MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Rachmatika Dewi, memberikan…

3 jam ago

Wali Kota Munafri Tampung Aspirasi Buruh, May Day Makassar Hadir Lebih Dialogis dan Inklusif

MAKASSAR, Trotoar.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar berlangsung dengan…

3 jam ago

Munafri–Aliyah Rangkul Buruh, May Day 2026 di Makassar Diawali Fun Walk Penuh Kebersamaan

MAKASSAR, Trotoar.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar berlangsung hangat…

3 jam ago

May Day Makassar 2026 Dikemas Humanis, Diawali Jalan Sehat hingga Panggung Rakyat

MAKASSAR, Trotoar.id — Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kota Makassar hadir dengan…

3 jam ago

KPU Makassar Sosialisasikan PDPB Bersama Disdukcapil hingga Tingkat Kecamatan

MAKASSAR, Trotoar.id — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Makassar terus memperkuat pemutakhiran data pemilih berkelanjutan…

3 jam ago

Tinjau Pembibitan, Bupati Luwu Targetkan Kejayaan Kakao Kembali

Makassar, Trotoar.id -- Patahudding meninjau langsung lokasi pembibitan sekaligus pelatihan teknik sambung pucuk kakao di…

3 jam ago

This website uses cookies.