Hukum

Kejati Sulsel Periksa Eks Pimpinan DPRD, Kasus Bibit Nanas Merembet ke Pucuk Legislatif

Kejari Sulsel

MAKASSAR, Trotoar.id – Pengusutan kasus dugaan korupsi pengadaan bibit nanas di Sulawesi Selatan kian melebar.

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) kini menyasar pucuk pimpinan legislatif dengan memeriksa mantan Ketua DPRD Sulsel, Andi Ina Kartika Sari, serta tiga mantan Wakil Ketua DPRD periode 2019–2024.

Langkah ini mengindikasikan bahwa penyidikan tidak lagi berhenti pada level eksekutif, melainkan mulai merambah ke lingkar kekuasaan legislatif yang memiliki fungsi penganggaran dan pengawasan.

“Iya benar, kemarin mantan ketua dan tiga wakil ketua DPRD dimintai keterangan,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Soetarmi Kasioenkun.

Pemeriksaan terhadap para pimpinan DPRD tersebut merupakan bagian dari pengembangan perkara yang sebelumnya telah menyeret mantan Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan, Bachtiar Baharuddin, bersama sejumlah pihak lainnya.

Sejauh ini, Kejati Sulsel telah menetapkan lima orang sebagai tersangka yang kini telah ditahan di sejumlah rumah tahanan di wilayah Sulawesi Selatan.

Namun, pemanggilan unsur pimpinan DPRD membuka indikasi baru bahwa alur kasus ini berpotensi melibatkan proses kebijakan dan penganggaran di tingkat legislatif.

Kasus pengadaan bibit nanas ini sebelumnya menjadi sorotan karena diduga tidak hanya bermasalah dari sisi teknis pelaksanaan, tetapi juga menyangkut proses perencanaan hingga distribusi anggaran.

Dalam konteks tersebut, peran DPRD sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam pembahasan dan persetujuan anggaran menjadi krusial untuk ditelusuri lebih jauh.

Sejumlah pengamat menilai, pemanggilan pimpinan DPRD ini bisa menjadi pintu masuk bagi penyidik untuk mengurai kemungkinan adanya praktik kolusi antara eksekutif dan legislatif dalam proyek tersebut.

Meski demikian, Kejati Sulsel belum mengungkap secara rinci materi pemeriksaan maupun status hukum para pihak yang dimintai keterangan.

Penyidik masih terus mendalami berbagai kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Perkembangan ini sekaligus menjadi ujian bagi komitmen penegakan hukum di daerah, khususnya dalam menuntaskan perkara korupsi yang diduga melibatkan aktor-aktor penting di lingkar kekuasaan.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Pemprov Sulsel Tegaskan Seleksi Paskibraka Transparan, Bantah Isu Penggantian Peserta

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)…

6 jam ago

Bulukumba Berkurban 1.936 Ekor, Sapi Bantuan Presiden Tembus 914 Kg

BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul…

18 jam ago

Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa

BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…

18 jam ago

Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…

19 jam ago

Tebar 45 Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…

19 jam ago

Wali Kota Makassar Soroti Polemik Paskibraka 2026, Minta Seleksi Transparan dan Objektif

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…

20 jam ago

This website uses cookies.