SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, menegaskan bahwa kesehatan lingkungan kini menjadi kunci utama dalam meningkatkan daya tarik investasi daerah.
Hal itu ia sampaikan saat membuka Seminar Kesehatan bertajuk “Kawasan Bersih, Investasi Aman” di Auditorium ITKES Muhammadiyah Sidrap, Jumat (17/4/2026).
Di hadapan ratusan peserta dari kalangan akademisi, tenaga kesehatan, hingga pelaku usaha, Syaharuddin menekankan bahwa pembangunan daerah tidak lagi bisa dipisahkan antara aspek kesehatan, lingkungan, dan ekonomi.
“Daerah yang bersih dan sehat adalah syarat utama investasi yang aman dan berkelanjutan,” tegasnya.
Syaharuddin memaparkan, Pemerintah Kabupaten Sidrap tengah mendorong pendekatan pembangunan yang menempatkan kesehatan sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi.
Program prioritas seperti BPJS gratis, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan sektor pertanian, peternakan, dan UMKM diarahkan untuk menciptakan masyarakat yang produktif dan mandiri.
“Kalau masyarakat sehat, produktivitas meningkat. Di situlah investasi akan masuk karena ada jaminan stabilitas,” ujarnya.
Menurutnya, konsep Kabupaten/Kota Sehat tidak hanya berbicara soal layanan medis, tetapi juga menyentuh aspek perilaku hidup bersih, sanitasi lingkungan, hingga ketahanan sosial masyarakat.
Pemkab Sidrap, kata dia, ingin membangun ekosistem yang mendorong kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan.
“Ini bukan hanya program pemerintah, tapi gerakan bersama. Kalau lingkungan sehat, risiko penyakit menurun dan kualitas hidup meningkat,” jelasnya.
Syaharuddin juga menegaskan bahwa lingkungan yang tertata dan sehat akan berdampak langsung pada kepercayaan investor.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, akademisi, hingga komunitas, untuk berperan aktif menciptakan kawasan yang aman dan nyaman.
“Kita ingin Sidrap dikenal sebagai daerah yang bersih, sehat, dan ramah investasi,” tambahnya.
Seminar ini mendapat respons besar dengan kehadiran sekitar 500 peserta, mencerminkan tingginya perhatian terhadap isu kesehatan lingkungan.
Ketua Persakmi Sulawesi Selatan, Dr. Wahiduddin, mengapresiasi komitmen Pemkab Sidrap dalam mendorong program kesehatan berbasis masyarakat.
Sementara itu, Ketua Persakmi Sidrap, Ishak Kenre, menilai kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kesadaran kolektif, terutama dalam menekan penyakit menular.
“Kalau lingkungan sosial sehat, maka kesehatan jiwa juga ikut terjaga dan risiko penularan penyakit bisa ditekan,” ujarnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan Dekan FKM Universitas Hasanuddin, Prof. Sukri Palutturi, yang menekankan pentingnya sanitasi lingkungan sebagai fondasi pembangunan kesehatan sekaligus penunjang investasi.
Sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan berbasis data dan riset.
Melalui forum ini, Pemkab Sidrap mendorong kolaborasi lintas sektor sebagai strategi menghadapi tantangan pembangunan ke depan.
Dengan mengintegrasikan kesehatan, lingkungan, dan ekonomi, Syaharuddin optimistis Sidrap dapat tumbuh sebagai daerah yang tidak hanya sehat, tetapi juga kompetitif dalam menarik investasi.
“Kalau kita ingin maju, maka kesehatan harus jadi fondasi utama pembangunan,” pungkasnya.
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)…
BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul…
BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…
This website uses cookies.