Daerah

Bawa Isu Guru Honorer ke Forum Nasional, Ketua PGRI Sidrap Perjuangkan Kebijakan Berpihak

Pemda Sidrap

JAKARTA, Trotoar.id — Wakil Bupati Sidenreng Rappang, Nurkanaah, yang juga menjabat sebagai Ketua PGRI Kabupaten Sidrap, mengambil peran aktif dalam Konferensi Kerja Nasional (Konkernas) II Persatuan Guru Republik Indonesia masa bakti XXIII.

Forum nasional yang digelar pada 16–18 April 2026 di Golden Boutique Hotel ini menjadi ruang strategis untuk merumuskan arah kebijakan pendidikan sekaligus memperjuangkan hak-hak guru dari seluruh Indonesia.

Konkernas diikuti perwakilan dari 38 provinsi serta kabupaten/kota, mengusung tema “Memperkuat Silaturahmi dalam Mewujudkan Guru Bermutu, Indonesia Maju.”

Dalam forum tersebut, sejumlah isu krusial mengemuka, terutama terkait perlindungan profesi guru dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.

Salah satu fokus utama adalah penyelesaian persoalan guru honorer yang hingga kini masih menjadi pekerjaan rumah di berbagai daerah.

Kehadiran PGRI Sidrap dinilai penting untuk membawa langsung suara daerah ke tingkat nasional.

Nurkanaah menegaskan bahwa Konkernas bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk menyatukan kekuatan dalam memperjuangkan kebijakan yang lebih berpihak pada guru.

“Ini ruang strategis untuk memastikan hak-hak guru benar-benar diperhatikan, termasuk peningkatan kesejahteraan dan kualitas mereka,” ujarnya.

Ia menilai, tanpa dukungan kebijakan yang kuat, sulit mendorong peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.

Selain isu kesejahteraan, forum ini juga membahas peningkatan kapasitas dan kompetensi guru agar mampu menjawab tantangan pendidikan di era modern.

Menurut Nurkanaah, guru harus ditempatkan sebagai pilar utama pembangunan sumber daya manusia.

“Kalau kita ingin pendidikan maju, maka guru harus dimuliakan dan dilindungi,” tegasnya.

Partisipasi aktif PGRI Sidrap dalam forum ini menjadi sinyal bahwa daerah tidak hanya menjadi objek kebijakan, tetapi juga ikut berperan dalam merumuskan arah pendidikan nasional.

Melalui Konkernas II PGRI, diharapkan lahir rekomendasi strategis yang mampu menjawab persoalan klasik dunia pendidikan, sekaligus memperkuat posisi guru sebagai aktor utama dalam mencetak generasi unggul.

Dengan membawa isu-isu krusial ke tingkat pusat, Nurkanaah menunjukkan komitmen bahwa perjuangan guru tidak boleh berhenti di daerah, tetapi harus diperjuangkan hingga ke level pengambil kebijakan nasional.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Menjaga Momentum “Macan Ekonomi” Sulsel: Di Balik Gerakan “Ngibar” Sensus Ekonomi Sidrap

SIDRAP, TROTOAR.ID — Suasana Ruang Rapat Pimpinan Lantai 3 Kantor Bupati Sidenreng Rappang, Senin pagi,…

1 jam ago

Sultan Tajang Tinjau Proyek Jalan Multiyears di Wajo, Tekankan Pengawasan Ketat APBD

WAJO, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, meninjau langsung pelaksanaan proyek pembangunan di…

2 jam ago

PDAM Makassar Siaga 24 Jam, Benahi Pipa dan Tambah Suplai Atasi Krisis Air di Kerung-Kerung

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Air Minum (PDAM) terus bergerak cepat menangani…

2 jam ago

Appi–Aliyah Salat Idul Adha Bersama Warga di Karebosi, Kurban Presiden Disembelih di Masjid At-Taqwa

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar akan memusatkan pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di…

2 jam ago

Abrasi Sungai Walanae Ancam Permukiman dan Lahan Pertanian di Wajo, DPR RI Minta Penanganan Cepat

WAJO — Ancaman abrasi Sungai Walanae di wilayah perbatasan Kabupaten Wajo dan Bone kian mengkhawatirkan.…

2 jam ago

Pemkot Makassar Kembali Raih WTP, Appi: Bukti Tata Kelola Keuangan Kian Berkualitas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar kembali menorehkan prestasi di bidang tata kelola keuangan daerah…

2 jam ago

This website uses cookies.