Metro

Pemkot Makassar Berikan KUR bagi PKL Tertib, Solusi Penataan Kota Berbasis Pemberdayaan

Pemkot Makassar

MAKASSAR, Trotoar.id — Di tengah upaya penataan kota yang lebih tertib dan nyaman, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menghadirkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga solusi berkelanjutan bagi pelaku usaha kecil.

Pemerintah Kota Makassar kini menyiapkan skema kebijakan berbasis pemberdayaan, khususnya bagi pedagang kaki lima (PKL) yang selama ini berjualan di ruang publik seperti trotoar dan saluran drainase.

Salah satu langkah strategis yang disiapkan adalah pemberian akses permodalan melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Bantuan ini ditujukan bagi pedagang yang terdampak penertiban, dengan syarat bersedia berpindah ke lokasi usaha yang telah ditetapkan dan sesuai aturan tata ruang.

“Semua penjual yang ditertibkan, kemudian membuka usaha kembali di tempat yang tidak dilarang, akan kita bantu akses langsung ke perbankan untuk mendapatkan KUR,” ujar Munafri, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari penguatan sektor UMKM agar tetap tumbuh secara berkelanjutan.

Dengan tambahan modal, para pedagang diharapkan mampu meningkatkan kualitas usaha, memperbaiki tampilan lapak, hingga memperluas jenis dagangan tanpa harus kembali menempati ruang publik yang dilarang.

Untuk mendukung implementasi program tersebut, Pemkot Makassar akan menjalin kerja sama dengan sejumlah perbankan, termasuk bank yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) serta Bank Sulselbar.

“Kerja sama ini akan kita tindak lanjuti melalui penandatanganan MoU dengan beberapa bank. Yang paling cepat kemungkinan dengan Bank Sulselbar,” jelasnya.

Selain akses pembiayaan, pemerintah juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna mendukung pembinaan usaha PKL.

Di sisi lain, Pemkot Makassar tengah mengkaji penyediaan lahan relokasi di sejumlah titik strategis, meski diakui terdapat keterbatasan ruang. Optimalisasi pasar-pasar yang telah ada juga menjadi opsi utama.

Munafri menegaskan, penertiban PKL bukan untuk menghilangkan mata pencaharian masyarakat, melainkan mengembalikan fungsi ruang publik seperti trotoar dan drainase agar dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

“Penertiban dilakukan karena tempat yang digunakan bukan peruntukannya dan mengganggu ketertiban fasilitas umum. Fungsi pedestrian tidak berjalan dengan baik, begitu juga dengan saluran drainase,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis insentif atau reward dalam proses penataan.

Pedagang yang kooperatif akan mendapatkan dukungan nyata, termasuk akses KUR dan penataan lokasi usaha yang lebih layak.

Melalui kebijakan ini, Pemkot Makassar berupaya menciptakan keseimbangan antara penataan kota dan perlindungan ekonomi masyarakat kecil.

Para PKL tidak hanya ditertibkan, tetapi juga didorong untuk naik kelas dan berkembang secara berkelanjutan di lokasi usaha yang tertata.

Langkah ini sekaligus menjadi upaya menghadirkan wajah kota yang lebih rapi, menjaga fungsi fasilitas umum, serta memastikan roda ekonomi kerakyatan tetap berjalan secara inklusif.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Bulukumba Berkurban 1.936 Ekor, Sapi Bantuan Presiden Tembus 914 Kg

BULUKUMBA, TROTOAR ID — Kabupaten Bulukumba mencatat peningkatan jumlah hewan kurban pada Hari Raya Idul…

10 jam ago

Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa

BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…

11 jam ago

Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…

11 jam ago

Tebar 45 Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…

12 jam ago

Wali Kota Makassar Soroti Polemik Paskibraka 2026, Minta Seleksi Transparan dan Objektif

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…

12 jam ago

Menjaga Momentum “Macan Ekonomi” Sulsel: Di Balik Gerakan “Ngibar” Sensus Ekonomi Sidrap

SIDRAP, TROTOAR.ID — Suasana Ruang Rapat Pimpinan Lantai 3 Kantor Bupati Sidenreng Rappang, Senin pagi,…

15 jam ago

This website uses cookies.