Parlemen

Andi Nirawati: Politik Dimulai dari Rumah, Perempuan Punya Modal Alami Jadi Penentu

DPRD Sulsel

MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua Kaukus Perempuan Parlemen (KPP) DPRD Sulsel, Andi Nirawati, menegaskan bahwa politik tidak hanya berlangsung di ruang parlemen atau partai, tetapi justru dimulai dari ruang paling dekat: rumah tangga.

Pernyataan ini disampaikan dalam talkshow peringatan Hari Kartini bertajuk Makkunrai di Phinisi Point, Jumat (24/4/2026).

“Politik itu ada di mana-mana. Apa pun butuh strategi, dan menentukan strategi itu bagian dari politik,” tegasnya.

Legislator Partai Gerindra itu memandang, politik sejatinya adalah soal kemampuan menyusun strategi dan mengambil keputusan.

Dalam konteks ini, perempuan dinilai memiliki modal dasar yang kuat—bahkan tanpa harus melalui pendidikan formal politik.

Ia mencontohkan peran perempuan dalam rumah tangga yang setiap hari dihadapkan pada pengambilan keputusan strategis, mulai dari mengatur kebutuhan keluarga hingga menjaga keharmonisan.

“Di rumah tangga saja kita belajar memanage. Bagaimana membuat strategi agar tujuan tercapai, termasuk menghadirkan rumah tangga yang bahagia. Di situlah perempuan berperan,” ujarnya.

Menurutnya, pengalaman tersebut membentuk kemampuan politik perempuan secara alami.

Kemampuan membaca situasi, memahami karakter anggota keluarga, hingga menyusun pendekatan menjadi fondasi penting dalam praktik politik yang lebih luas.

“Kalau kita tidak memahami karakter suami atau anak, lalu tidak punya strategi, maka tujuan tidak akan tercapai. Di situ egoisme bisa muncul,” jelasnya.

Lebih jauh, Andi Nirawati mengaitkan peran perempuan dengan kekuatan negara. Ia mengutip pandangan Siti Hartinah yang menyebut perempuan sebagai tiang negara.

“Kalau perempuan rapuh, maka negara juga rapuh. Jadi kalau negara ingin maju, lihat bagaimana kondisi perempuannya,” tegasnya.

Dalam perspektifnya, keunggulan perempuan terletak pada keseimbangan antara rasa dan logika dua hal yang sering kali tidak berjalan beriringan dalam praktik politik yang kaku.

“Perempuan itu menyempurnakan. Dalam politik, perempuan menjadi penyeimbang. Ada hal yang tidak cukup diselesaikan dengan logika, tetapi juga butuh rasa,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa rendahnya partisipasi perempuan dalam politik berpotensi memicu ketimpangan hingga konflik sosial.

Karena itu, peran perempuan tidak bisa lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan bagian penting dalam pengambilan keputusan.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa relasi perempuan dan laki-laki bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk saling melengkapi.

“Laki-laki dengan logika, perempuan dengan rasa. Keduanya harus berjalan bersama. Di situlah keseimbangan tercipta,” pungkasnya.

MUHAMMAD LUTFI

Share
Published by
MUHAMMAD LUTFI

BERITA TERKAIT

Shalat Idul Adha Dipusatkan di Kantor Bupati dan Gedung Ammatoa

BULUKUMBA,TROTOAR.ID — Pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Bulukumba rencananya akan dipusatkan di…

5 menit ago

Golkar Sulsel Tebar 6 Sapi Kurban, Diingatkan Tak Sekadar Seremonial

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Partai Golkar Sulawesi Selatan menyiapkan enam ekor sapi untuk disembelih pada momentum…

47 menit ago

Tebar 45 Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Ridwan A. Wittiri, memanfaatkan momentum Hari…

2 jam ago

Wali Kota Makassar Soroti Polemik Paskibraka 2026, Minta Seleksi Transparan dan Objektif

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, angkat bicara terkait polemik seleksi calon Pasukan…

2 jam ago

Menjaga Momentum “Macan Ekonomi” Sulsel: Di Balik Gerakan “Ngibar” Sensus Ekonomi Sidrap

SIDRAP, TROTOAR.ID — Suasana Ruang Rapat Pimpinan Lantai 3 Kantor Bupati Sidenreng Rappang, Senin pagi,…

5 jam ago

Sultan Tajang Tinjau Proyek Jalan Multiyears di Wajo, Tekankan Pengawasan Ketat APBD

WAJO, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, meninjau langsung pelaksanaan proyek pembangunan di…

5 jam ago

This website uses cookies.