
Barru, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Barru terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Salah satunya melalui dukungan terhadap pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Profesi Kesehatan dari Universitas Hasanuddin yang akan digelar di 40 desa se-Kabupaten Barru.
Dukungan tersebut disampaikan langsung Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, saat menerima audiensi pengelola KKN Profesi Kesehatan Unhas di Rumah Jabatan Bupati Barru, Selasa (12/5/2026).

Pertemuan ini membahas rencana penempatan ratusan mahasiswa yang akan diterjunkan ke tengah masyarakat dalam rangka pengabdian berbasis pelayanan kesehatan promotif dan preventif.
Bupati Andi Ina menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa KKN menjadi bagian penting dalam mendukung program prioritas daerah, khususnya di sektor kesehatan.
“Kami menyambut baik pelaksanaan KKN Profesi Kesehatan ini. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata, terutama dalam edukasi dan peningkatan kesadaran hidup sehat,” ujarnya.
Ia menilai sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci dalam mempercepat peningkatan kualitas layanan kesehatan, terutama di wilayah pedesaan.
“Pembangunan kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Perlu kolaborasi, termasuk dengan perguruan tinggi yang memiliki sumber daya dan keilmuan,” tambahnya.
Program KKN ini akan difokuskan pada kegiatan promotif dan preventif, seperti penyuluhan kesehatan, pendampingan keluarga, serta edukasi pola hidup bersih dan sehat.

Bupati menekankan pentingnya pendekatan edukatif sebagai fondasi utama dalam membangun masyarakat yang sehat.
“Yang paling penting adalah kesadaran masyarakat. Kalau edukasi berjalan baik, maka upaya pencegahan penyakit juga akan lebih efektif,” katanya.
Salah satu fokus utama yang diharapkan dari pelaksanaan KKN ini adalah kontribusi dalam percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Barru.
“Kami berharap mahasiswa bisa membantu dalam pendampingan keluarga, khususnya dalam pencegahan stunting. Ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” tegas Andi Ina.
Menurutnya, penanganan stunting membutuhkan pendekatan terpadu yang melibatkan edukasi gizi, pola asuh, serta akses layanan kesehatan dasar.
Sementara itu, Ketua Pengelola KKN Profesi Kesehatan Unhas, Dr. dr. Irwin Aras, M Epid, M Med Ed, menjelaskan bahwa program ini akan melibatkan sekitar 385 mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu kesehatan.
“Mahasiswa akan melaksanakan pengabdian melalui kegiatan promotif, preventif, serta pendampingan kesehatan masyarakat di lokasi penempatan,” jelasnya.
Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung mulai 6 Juli hingga 15 Agustus 2026 dan tersebar di 40 desa di Kabupaten Barru.
Selain memberikan layanan langsung, mahasiswa juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas masyarakat dan tenaga kesehatan lokal melalui transfer pengetahuan.
“Kami ingin kehadiran mahasiswa tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga meninggalkan dampak berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Irwin.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Pemerintah Kabupaten Barru berharap program ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Bupati Andi Ina menegaskan bahwa program seperti ini akan terus didorong sebagai bagian dari pembangunan daerah berbasis kesehatan masyarakat.
“Kami ingin memastikan masyarakat Barru semakin sehat, mandiri, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya kesehatan,” pungkasnya.
Pertemuan tersebut turut dihadiri jajaran pengelola KKN Profesi Kesehatan Unhas, di antaranya Dr. Syamsuar, Hasnisar, dan Ayu Kurniasih, serta sejumlah pejabat lingkup Pemerintah Kabupaten Barru.
Di antaranya Kepala Bapperida Barru Andi Unru, Kepala Dinas PMD PPKB Herman Jaya, serta perwakilan Dinas Kesehatan dan Dinas PMPTSP Kabupaten Barru.


Komentar