
BARRU, Trotoar.id — Wakil Bupati Barru, Abustan A. Bintang, menghadiri Wisuda Sarjana ke-35 Institut Agama Islam DDI Mangkoso, Selasa (12/5/2026).
Kehadiran tersebut mewakili Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, sekaligus menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan pendidikan tinggi di Barru.
Kegiatan wisuda ini menjadi momentum penting dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius dan integritas moral.

Dalam sambutannya, Abustan menyampaikan apresiasi atas konsistensi IAI DDI Mangkoso dalam melahirkan lulusan yang berdaya saing dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, saya mengucapkan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati. Kalian bukan hanya sarjana ilmu, tetapi juga sarjana agama,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai spiritual dalam menghadapi tantangan zaman.
“Jadilah ilmuwan yang agamawan dan agamawan yang ilmuwan. Inilah kekuatan utama generasi masa depan,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Abustan juga mengajak generasi muda Barru untuk melanjutkan pendidikan tinggi di daerah sendiri sebagai bagian dari strategi pembangunan SDM lokal.
“Kita ingin anak-anak Barru tidak selalu harus keluar daerah untuk kuliah. Kampus kita juga terus berkembang dan mampu bersaing,” katanya.
Menurutnya, memperkuat perguruan tinggi lokal akan berdampak langsung terhadap kemajuan daerah, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun budaya.

Abustan mengungkapkan bahwa IAI DDI Mangkoso dalam waktu dekat akan membuka program Pascasarjana jenjang Magister. Hal ini dinilai sebagai langkah maju dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Barru.
“Dengan adanya program magister, peluang generasi muda untuk melanjutkan pendidikan semakin terbuka tanpa harus meninggalkan daerah,” jelasnya.
Ia berharap pengembangan tersebut dapat mendorong lahirnya lebih banyak tenaga profesional dan akademisi dari Barru.
Wakil Bupati menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan daerah yang berkelanjutan.
“Pembangunan tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga pembangunan manusia. Pendidikan adalah kunci utama untuk menciptakan masyarakat yang maju,” tegasnya.
Ia menilai lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah, baik melalui profesi maupun pengabdian di tengah masyarakat.
Selain kepada para wisudawan, Pemerintah Kabupaten Barru juga menyampaikan penghargaan kepada orang tua yang telah berperan besar dalam mendukung pendidikan anak-anak mereka.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari doa dan pengorbanan orang tua. Ini adalah kebanggaan bagi keluarga dan daerah,” ujar Abustan.
Sementara itu, Rektor IAI DDI Mangkoso, Muhammad Agus, mengungkapkan bahwa sebanyak 155 mahasiswa diwisuda pada tahun ini.
Para lulusan berasal dari dua program studi utama, yaitu:
- Program Studi Ahwal Al-Syahsiyah (Hukum Islam dan Ekonomi Islam)
- Program Studi Tarbiyah (Pendidikan Agama Islam dan Keguruan)
“Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melahirkan lulusan yang siap berkontribusi di masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan ini juga mencerminkan kuatnya sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dengan lingkungan pesantren di Mangkoso, yang selama ini dikenal sebagai pusat pendidikan Islam di Barru.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Kopertais Wilayah VIII Sulawesi, Maluku, dan Papua, KH Nur Taufiq Sanusi Baco, Pimpinan Ponpes DDI Mangkoso AG HM Faried Wajedy, civitas akademika, dosen, orang tua wisudawan, serta undangan lainnya.
Melalui momentum wisuda ini, Pemerintah Kabupaten Barru berharap lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter kuat dan kepedulian sosial.
“Kami berharap para lulusan dapat menjadi agen perubahan, membawa ilmu yang dimiliki untuk kemajuan masyarakat dan daerah,” pungkas Abustan.


Komentar