MAKASSAR, TROTOAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, bersama Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tallo 1 Polrestabes Makassar, Sabtu (16/5/2026).
Peresmian ditandai dengan pengguntingan pita sebagai simbol dimulainya operasional fasilitas yang ditujukan untuk mendukung program pemenuhan gizi bagi pelajar tersebut.
Kegiatan ini dilaksanakan usai mengikuti secara daring agenda nasional yang dipimpin Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yakni Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II, ground breaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta launching operasional 166 SPPG Polri dari Tuban, Jawa Timur.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, menjelaskan bahwa SPPG Tallo 1 nantinya akan melayani 10 sekolah dengan total 4.067 siswa sebagai penerima manfaat.
Ia menyebutkan, fasilitas dapur serta kesiapan operasional gedung SPPG Tallo 1 pada dasarnya telah rampung.
Namun, operasional penuh masih menunggu penunjukan kepala SPPG, tenaga ahli gizi, dan akuntan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
“Untuk operasional penuh masih menunggu penunjukan dari BGN, sehingga saat ini baru sebatas launching,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi mengapresiasi kehadiran SPPG di Kecamatan Tallo.
Menurutnya, wilayah tersebut memiliki kompleksitas sosial yang cukup tinggi sehingga membutuhkan dukungan nyata, khususnya dalam pemenuhan gizi anak.
“Kecamatan Tallo merupakan salah satu wilayah dengan dinamika sosial yang kompleks. Masih banyak anak-anak yang membutuhkan dukungan, sehingga kehadiran SPPG ini sangat penting,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa keberadaan SPPG tidak hanya berfungsi untuk memastikan program makan bergizi gratis berjalan merata, tetapi juga harus mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekitar.
Munafri kemudian mencontohkan pengalaman di Kecamatan Tamalate, di mana masyarakat mulai memanfaatkan peluang ekonomi dari keberadaan SPPG dengan memasok bahan pangan seperti sayuran ke dapur layanan gizi.
Awalnya, produksi warga hanya mencapai sekitar 150 kilogram dalam tiga minggu. Namun, setelah mengetahui kebutuhan dapur SPPG yang mencapai 150 kilogram per hari, masyarakat mulai meningkatkan produksi mereka.
Menurutnya, pola tersebut perlu diperluas agar SPPG dapat membangun ekosistem yang saling menguntungkan antara pemenuhan gizi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Masyarakat harus dilibatkan agar tercipta ekosistem yang baik dan berkelanjutan,” katanya.
Ia pun berharap ke depan SPPG dapat membuka peluang ekonomi baru bagi warga sekitar, khususnya ibu rumah tangga, melalui keterlibatan dalam penyediaan bahan pangan maupun aktivitas pendukung lainnya.
“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan terima kasih kepada Polrestabes Makassar dan BGN atas perhatian yang luar biasa. Semoga ini menjadi berkah bagi kita semua,” tutupnya.
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap) menghadiri peresmian pengoperasian 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Bunda Forum Anak Kota Makassar, Melinda Aksa, membuka secara resmi kegiatan Pemilihan…
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Pengurus Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) terus…
SIDRAP, TROTOAR.ID — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, menegaskan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Sidrap…
MAKASSAR, TROTPAR.ID — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengikuti dua agenda peresmian program prioritas nasional…
This website uses cookies.