Pemda Barru

Sekda Barru Pimpin Rakor dan evaluasi Pembina Posyando

ANTI CIBOL
ANTI CIBOL

Rabu, 20 Mei 2026 16:57

Sekda Barru Pimpin Rakor dan evaluasi Pembina Posyando

BARRU, Trotoar.id Sekretaris Daerah Kabupaten Barru, Andi Syarifuddin, menegaskan pentingnya integrasi layanan kesehatan berbasis masyarakat saat membuka Rapat Koordinasi dan Evaluasi Tim Pembina Posyandu Kabupaten Barru, di Cafe 3R, Desa Lempang, Kecamatan Tanete Riaja, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Kabupaten Barru dalam mendukung transformasi layanan kesehatan primer, sekaligus memperkuat peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat.

Dalam sambutannya, Andi Syarifuddin menekankan bahwa Posyandu saat ini tidak lagi berfungsi secara konvensional, melainkan telah berkembang menjadi layanan terpadu berbasis siklus hidup.

“Posyandu sekarang telah bertransformasi menjadi pusat layanan kesehatan yang mencakup seluruh tahapan kehidupan, mulai dari remaja, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, hingga lansia. Ini merupakan langkah besar menuju pelayanan kesehatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, transformasi ini sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Ia menilai, penguatan layanan kesehatan dasar akan berdampak langsung pada peningkatan produktivitas masyarakat dan penurunan angka stunting.

“Pembangunan daerah tidak hanya berbicara soal infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan manusia. Posyandu menjadi instrumen penting dalam memastikan generasi Barru tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya saing,” tambahnya.

Ia juga menyoroti pentingnya optimalisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap program prioritas di daerah, khususnya di sektor kesehatan.

“Program yang didukung DAK adalah program prioritas nasional. Karena itu, pelaksanaannya di daerah harus maksimal, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Sekda Barru menekankan bahwa forum koordinasi ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi harus mampu menghasilkan solusi konkret terhadap berbagai tantangan di lapangan.

“Setiap pertemuan harus memiliki output yang jelas. Permasalahan yang ada harus diidentifikasi dan diselesaikan bersama melalui pendekatan kolaboratif lintas sektor,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan daerah, ia menilai penguatan Posyandu juga berperan penting dalam mempercepat penurunan angka stunting melalui pendekatan “Empat Pasti”, salah satunya memastikan seluruh sasaran terdata secara akurat.

“Mulai dari remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita harus terdata dengan baik. Data yang valid menjadi dasar intervensi yang tepat,” jelasnya.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya sistem kerja yang terukur dalam setiap program yang dijalankan, guna memastikan efektivitas monitoring dan evaluasi.

“Semua kegiatan harus memiliki indikator yang jelas, waktu pelaksanaan yang pasti, serta penanggung jawab yang terukur. Dengan begitu, capaian program bisa dievaluasi secara objektif,” tambahnya.

Sementara itu, berdasarkan data yang disampaikan dalam forum, Posyandu Siklus Hidup Aktif di Kabupaten Barru mengalami peningkatan sebesar 21,8 persen dari total 275 Posyandu yang ada. Capaian ini menunjukkan adanya kemajuan signifikan dalam implementasi transformasi layanan primer di daerah.

Andi Syarifuddin menilai capaian tersebut merupakan hasil dari sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, serta partisipasi aktif masyarakat.

“Ini adalah bukti bahwa kolaborasi yang kuat dapat menghasilkan perubahan nyata. Ke depan, kita harus terus memperkuat sinergi ini agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat luas,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program Posyandu sangat bergantung pada tingkat partisipasi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kunjungan ke Posyandu.

“Semakin tinggi partisipasi masyarakat, maka semakin optimal layanan yang diberikan. Ini menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Wirdha, dalam laporannya menjelaskan bahwa rapat koordinasi ini bertujuan untuk menyelaraskan arah kebijakan serta memperkuat pembinaan Posyandu dari tingkat kabupaten hingga desa.

“Kegiatan ini difokuskan pada evaluasi capaian program, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang lebih terarah dan berbasis kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Barru berharap Posyandu dapat semakin berperan sebagai pusat layanan kesehatan terpadu yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus menjadi pilar penting dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.(*)

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro05 September 2026 15:27
Usaha Sambil Doa, Pemkot Makassar Kerahkan Tangki Air, SPAM hingga Salat Istisqa Minta Hujan
MAKASSAR, Trotoar.id— Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memilih menempuh dua jalur sekaligus menghadapi kemarau panjang dan krisis air bersih: berge...
Metro05 September 2026 15:18
Wabup Nurkanaah Serahkan Santunan untuk Dua Keluarga Korban Kebakaran di Teteaji
SIDRAP, Trotoar.id — Musibah kebakaran yang menghanguskan dua rumah warga di Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidr...
Daerah05 September 2026 15:15
BISA ORASI ke-2 Bahas Strategi Mengubah Potensi Sidrap Jadi Kekuatan Ekonomi
SIDRAP, Trotoar.id — Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) memiliki beragam potensi sumber daya manusia dan ekonomi. Namun, potensi tersebut belum cu...
Daerah05 September 2026 15:12
PIK-R ORYZASATIVA SNAKMA, Ruang Aman Remaja untuk Berbagi Cerita dan Menata Masa Depan
SIDRAP, Trotoar.id — Tidak semua cerita remaja mudah disampaikan. Ada persoalan yang hanya bisa dibicarakan ketika mereka merasa aman, didengar, dan...