Pemda Sidrap

Menjaga Momentum “Macan Ekonomi” Sulsel: Di Balik Gerakan “Ngibar” Sensus Ekonomi Sidrap

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 25 Mei 2026 19:44

Menjaga Momentum “Macan Ekonomi” Sulsel: Di Balik Gerakan “Ngibar” Sensus Ekonomi Sidrap

SIDRAP, TROTOAR.ID — Suasana Ruang Rapat Pimpinan Lantai 3 Kantor Bupati Sidenreng Rappang, Senin pagi, 25 Mei 2026, terasa berbeda.

Para pimpinan korporasi, perwakilan perbankan, pelaku usaha digital, hingga pejabat daerah duduk dalam satu meja besar membicarakan satu hal penting: masa depan ekonomi Sidrap.

Hari itu, Pemerintah Kabupaten Sidrap bersama Badan Pusat Statistik (BPS) meluncurkan gerakan “Ngibar” (Ngisi Bareng) sebagai langkah awal menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

Di balik istilah sederhana tersebut, tersimpan misi strategis: memotret kondisi riil ekonomi daerah yang tengah melesat.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memimpin langsung kegiatan tersebut, didampingi Kepala BPS Sidrap, Andi Asmarani.

Hadir pula jajaran pejabat kunci, mulai dari Asisten Ekonomi dan Pembangunan hingga para kepala dinas dan camat menandakan sensus ini bukan sekadar rutinitas statistik, melainkan fondasi arah kebijakan pembangunan.

Dalam arahannya, Syaharuddin berbicara lugas. Ia menekankan pentingnya kejujuran pelaku usaha dalam mengisi data sensus.

Menurutnya, ketakutan berlebihan—terutama terkait isu perpajakan—justru dapat merusak akurasi data dan berdampak pada keliru arah kebijakan.

“Kalau data tidak jujur, kita akan melihat potret ekonomi yang tidak utuh. Padahal data ini menjadi dasar pengambilan keputusan,” tegasnya.

Ia mencontohkan geliat sektor riil di Sidrap yang menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah kamar hotel meningkat hingga 320 unit.

Pertumbuhan juga terlihat pada sektor kos-kosan, klinik kecantikan, industri skincare, hingga kelistrikan—yang turut menjaga inflasi daerah di kisaran 3 persen.

Langkah serius Pemkab Sidrap dalam mendorong akurasi data bukan tanpa alasan. Dalam dua tahun terakhir, daerah ini mencatat lompatan ekonomi yang signifikan.

Jika sebelumnya berada di peringkat ke-21 dari 24 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, kini Sidrap justru melesat menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7,71 persen pada 2025.

Sektor pertanian, perikanan, dan peternakan masih menjadi tulang punggung utama, menyumbang sekitar 3 persen terhadap total pertumbuhan.

Capaian ini mengantarkan Sidrap ke peringkat ke-5 se-Sulawesi dan ke-16 secara nasional—sebuah lonjakan yang turut berbuah penghargaan fiskal dari pemerintah pusat.

“Tanggal 29 Mei nanti, kami diundang oleh Menteri Dalam Negeri karena Sidrap masuk sebagai daerah dengan angka kemiskinan terendah di Sulsel,” ungkap Syaharuddin.

Kepala BPS Sidrap, Andi Asmarani, menegaskan bahwa SE2026 dirancang untuk menjaring seluruh aktivitas ekonomi di luar sektor pertanian, mulai dari usaha mikro hingga korporasi besar.

Melalui gerakan “Ngibar”, pengumpulan data dilakukan secara digital dengan pendampingan langsung petugas BPS. Metode ini dinilai lebih efisien, cepat, dan minim kesalahan dibandingkan sistem manual.

“Kegiatan ini adalah simbol kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan BPS dalam membangun data ekonomi berkualitas,” jelasnya.

Data yang dihasilkan nantinya akan menjadi basis terbuka yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk membaca peluang pasar, memetakan kompetitor, hingga merancang strategi ekspansi.

Gerakan ini mendapat respons positif dari berbagai sektor, terutama perbankan dan industri.

Sejumlah bank nasional dan daerah turut ambil bagian, seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, BNI, Bank Syariah Indonesia (BSI), hingga Bank Sulselbar.

Dari sektor riil, hadir pula perusahaan besar yang menjadi penggerak ekonomi Sidrap, seperti PT UPC Sidrap Bayu Energi (pengelola PLTB), PT Sang Hyang Seri, Malindo Feedmill, Japfa Comfeed Indonesia, serta pelaku usaha lokal dan jaringan logistik.

Kehadiran mereka menegaskan bahwa keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada sinergi tiga pilar utama: pemerintah yang adaptif, otoritas data yang presisi, dan pelaku usaha yang transparan.

Melalui Sensus Ekonomi 2026, Sidrap tidak hanya sedang menghitung angka—tetapi menyusun peta jalan menuju masa depan.

Dengan fondasi data yang akurat, pemerintah daerah berharap lompatan ekonomi yang terjadi saat ini bukan sekadar fenomena sesaat, melainkan tren berkelanjutan menuju target besar nasional: Indonesia Emas 2045.

Di balik gerakan “Ngibar”, Sidrap sedang memastikan satu hal—bahwa status sebagai “macan ekonomi” Sulawesi Selatan bukan hanya julukan, tetapi kenyataan yang terus dijaga.

Penulis : Akbar

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen25 Mei 2026 19:11
Sultan Tajang Tinjau Proyek Jalan Multiyears di Wajo, Tekankan Pengawasan Ketat APBD
WAJO, TROTOAR.ID — Anggota DPRD Sulawesi Selatan, Sultan Tajang, meninjau langsung pelaksanaan proyek pembangunan di Kelurahan Tangkoli, Kecamatan M...
Metro25 Mei 2026 19:06
PDAM Makassar Siaga 24 Jam, Benahi Pipa dan Tambah Suplai Atasi Krisis Air di Kerung-Kerung
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar melalui Perumda Air Minum (PDAM) terus bergerak cepat menangani keluhan krisis air bersih yang diala...
Metro25 Mei 2026 18:41
Appi–Aliyah Salat Idul Adha Bersama Warga di Karebosi, Kurban Presiden Disembelih di Masjid At-Taqwa
MAKASSAR, TROTOAR.ID — Pemerintah Kota Makassar akan memusatkan pelaksanaan Salat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Karebosi, Rabu, 27 Mei 2026. Sa...
Parlemen25 Mei 2026 18:35
Abrasi Sungai Walanae Ancam Permukiman dan Lahan Pertanian di Wajo, DPR RI Minta Penanganan Cepat
WAJO — Ancaman abrasi Sungai Walanae di wilayah perbatasan Kabupaten Wajo dan Bone kian mengkhawatirkan. Kerusakan yang terus meluas kini berstatus ...