Wali Kota Munafri Teken Prasasti Peresmian Cetiya Zhen An Kong Makassar

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Sabtu, 13 Juni 2026 18:45

Walikota Makassar resmikan Cetia Zhen An Kong “Sam Ong Hu”
Walikota Makassar resmikan Cetia Zhen An Kong “Sam Ong Hu”

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menandatangani prasasti peresmian Cetiya Zhen An Kong “Sam Ong Hu” di Jalan Pangeran Diponegoro, Sabtu (13/6/2026).

Penandatanganan prasasti tersebut menandai resmi beroperasinya rumah ibadah umat Buddha di Kota Makassar.

Dalam kesempatan itu, Munafri mengaku terkesan dengan bangunan cetiya yang dinilai memiliki kualitas konstruksi dan estetika tinggi.

Ia menilai rumah ibadah dua lantai tersebut dibangun secara modern dengan memperhatikan detail arsitektur dan interior bernuansa Tionghoa.

“Saya benar-benar takjub melihat rumah ibadah ini dibuat dengan sangat serius dan detail. Semuanya terlihat sangat baik dan representatif,” ujarnya.

Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat beribadah, tetapi juga memiliki peran sosial dalam membangun interaksi antarmasyarakat.

Menurutnya, rumah ibadah harus menjadi ruang asimilasi yang mampu mempererat hubungan antarumat beragama dan masyarakat sekitar.

“Bukan hanya bangunannya yang bagus, tetapi juga bagaimana kita memperhatikan lingkungan sekitar dan membangun hubungan sosial yang baik,” katanya.

Ia mengajak seluruh pengurus rumah ibadah untuk terus menumbuhkan nilai toleransi dan kebersamaan di tengah keberagaman Kota Makassar.

Munafri menilai, toleransi menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas sosial dan keharmonisan daerah.

Ia juga mengungkapkan bahwa Kota Makassar saat ini masuk dalam 10 besar kota paling toleran di Indonesia, tepatnya di peringkat kesembilan.

“Capaian ini harus kita jaga bersama dengan terus memperkuat semangat kebersamaan,” tuturnya.

Wali kota yang akrab disapa Appi itu menambahkan, kondisi sosial yang harmonis akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, stabilitas yang terjaga akan mendorong masuknya investasi dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

“Kalau stabilitas terjaga, investasi akan tumbuh. Dampaknya, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” jelasnya.

Atas nama Pemerintah Kota Makassar, Munafri turut menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Zhen An Kong Makassar atas pembangunan rumah ibadah tersebut.

Ia berharap keberadaan Cetiya Zhen An Kong dapat menjadi simbol toleransi sekaligus memperkuat nilai persatuan di tengah masyarakat.

Selain itu, cetiya ini diharapkan menjadi bagian dari pembangunan Kota Makassar yang inklusif, harmonis, dan berkelanjutan.

Peresmian tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh umat Buddha dan pengurus organisasi keagamaan.

Di antaranya Ketua DPD WALUBI Sulawesi Selatan Henry Sumitomo dan Ketua DPD Majubuthi Sulawesi Selatan Pendeta Roy Rushim.

Hadir pula perwakilan DPD KCBI Sulawesi Selatan Caroline Couri, Dewan Pembina Yayasan Zhen An Kong Makassar Wilson Tiodang, serta Ketua Yayasan Zhen An Kong Makassar Erdy Wijaya bersama jajaran pengurus.

Kehadiran para tokoh lintas organisasi ini mencerminkan kuatnya komitmen menjaga toleransi dan kerukunan di Kota Makassar. (*)

 Komentar