
Makassar, Trotoar.id — Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima kunjungan silaturahmi dan audiensi tiga kepala daerah, yakni Bupati Tabalong, Wakil Wali Kota Pagar Alam, serta Wakil Bupati Banyuasin di Balai Kota Makassar, Jumat (10/7/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antardaerah, sekaligus bertukar pengalaman terkait berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam sambutannya, Aliyah menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menilai silaturahmi antar pemerintah daerah sebagai langkah penting dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan.

“Atas nama Pemerintah Kota Makassar, kami mengucapkan selamat datang dan terima kasih atas kunjungan ini. Semoga menjadi awal kerja sama yang lebih erat ke depan,” ujarnya.
Ia juga memperkenalkan berbagai potensi Kota Makassar, mulai dari sektor pariwisata, kuliner, hingga produk unggulan UMKM yang terus dikembangkan sebagai penggerak ekonomi lokal.
Dalam sesi diskusi, Wakil Wali Kota Pagar Alam, Bertha SH., M.Kn., mengungkapkan kekagumannya terhadap perkembangan Kota Makassar, khususnya dalam aspek pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Ia menilai kepemimpinan Aliyah Mustika Ilham menjadi inspirasi dalam mendorong inovasi program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, S.P., melihat adanya potensi besar kerja sama antara Banyuasin dan Makassar, terutama dalam pengembangan ekonomi daerah dan pemberdayaan masyarakat.
Ia bahkan mengundang Pemerintah Kota Makassar untuk melakukan kunjungan balasan guna memperkuat hubungan dan menjajaki peluang kolaborasi lebih lanjut.
Bupati Tabalong, H.M. Noor Rifani, juga menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan, serta ketertarikannya mempelajari program unggulan Makassar.
Ia menyoroti strategi pengembangan UMKM, peningkatan investasi, serta penguatan pendapatan asli daerah (PAD) sebagai praktik baik yang dapat diadopsi.
Menanggapi hal tersebut, Aliyah memaparkan berbagai program prioritas Pemkot Makassar, termasuk upaya pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi lintas OPD.
Program tersebut mencakup pelatihan UMKM, akses permodalan, pembinaan tenaga kerja berbasis kompetensi, hingga pendampingan usaha melalui inkubator bisnis.
Ia juga memperkenalkan Makassar Creative Hub sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif yang menjadi wadah bagi pelaku usaha, koperasi, startup, dan wirausaha muda.
Selain itu, pertemuan juga membahas strategi peningkatan investasi daerah sebagai salah satu kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, dihadiri sejumlah pejabat Pemkot Makassar yang turut mendukung penguatan koordinasi lintas sektor.
Melalui pertemuan ini, diharapkan terbangun kerja sama konkret antardaerah yang mampu mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.


Komentar