Musda Golkar Sulsel

Dari Tangan Sang Anak, Manuver IAS Menuju Kursi Golkar Sulsel Dimulai: 22 DPD II Jadi Modal Politik

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 13 Juli 2026 16:36

Dari Tangan Sang Anak, Manuver IAS Menuju Kursi Golkar Sulsel Dimulai: 22 DPD II Jadi Modal Politik

Trotoar.id, Makassar — Perebutan kursi Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan mulai memasuki babak yang semakin menarik. 

Di tengah dinamika internal partai berlambang pohon beringin itu, langkah politik Ilham Arief Sirajuddin (IAS) resmi bergerak melalui sebuah simbol penting: pengambilan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD I Golkar Sulsel.

Namun, bukan IAS yang hadir langsung dalam momentum tersebut. Mantan Wali Kota Makassar dua periode itu memilih mengutus putra sulungnya, Amirul Yamin Ramadhansyah, untuk mengambil formulir pendaftaran di Kantor DPD I Partai Golkar Sulsel, Jalan Bontolempangan, Makassar.

Kehadiran Amirul bukan sekadar mewakili keluarga IAS. Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi politik yang menunjukkan bahwa proses pencalonan IAS telah berjalan dengan dukungan dan persiapan yang matang.

Bersama tim dan rombongan simpatisan, Amirul datang membawa mandat resmi yang telah ditandatangani IAS. 

Pengambilan formulir ini sekaligus menjadi tanda bahwa IAS masuk secara formal dalam arena perebutan kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel.

Tahapan pengambilan formulir merupakan pintu awal dalam proses penjaringan calon ketua partai. 

Setelah formulir diambil, IAS dijadwalkan mengembalikannya pada 17 Juni mendatang sebagai bentuk kelengkapan administrasi pencalonan.

Namun, di balik proses administratif tersebut, terdapat kalkulasi politik yang lebih besar. 

Pengembalian formulir IAS nantinya diprediksi akan menjadi momentum unjuk kekuatan politik dengan hadirnya para pengurus DPD II yang memberikan dukungan kepadanya.

IAS disebut akan dikawal oleh sejumlah pengurus DPD II Golkar kabupaten/kota yang telah menyatakan dukungan. 

Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa dukungan terhadap IAS bukan hanya sebatas komunikasi politik, tetapi telah berkembang menjadi gerakan konsolidasi internal partai.

Hingga saat ini, IAS telah mengantongi dukungan dari 22 DPD II Partai Golkar di Sulawesi Selatan. 

Jumlah tersebut menjadi modal politik besar dalam menghadapi proses pemilihan Ketua DPD I Golkar Sulsel.

Selain dukungan dari DPD II, IAS juga mendapatkan sokongan dari organisasi yang didirikan dan mendirikan Partai Golkar serta unsur Hasta Karya yang memiliki sejarah panjang dalam perjalanan partai.

Peta dukungan tersebut membuat nama IAS menjadi salah satu figur yang paling diperhitungkan dalam bursa calon Ketua Golkar Sulsel. 

Kekuatan jaringan politik yang dimiliki IAS menjadi faktor penting dalam menentukan arah Musda Golkar Sulsel.

Bagi IAS, kontestasi ini bukan sekadar perebutan jabatan struktural di internal partai. Kursi Ketua DPD I Golkar Sulsel merupakan posisi strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap arah konsolidasi partai di tingkat provinsi.

Golkar Sulsel sendiri merupakan salah satu basis politik terbesar di Indonesia Timur. 

Karena itu, pergantian kepemimpinan di tubuh partai ini memiliki arti penting, tidak hanya bagi kader internal, tetapi juga bagi peta politik Sulawesi Selatan ke depan.

Nama IAS bukanlah sosok baru dalam panggung politik Sulsel. Rekam jejak sebagai mantan Wali Kota Makassar dan pengalaman panjang dalam Partai Golkar menjadi modal yang memperkuat langkahnya menuju kursi pimpinan partai.

Kini, dukungan yang mengalir kepada IAS menjadi ujian bagi soliditas mesin politik yang telah dibangunnya. 

Setiap dukungan DPD II akan menjadi bagian dari pertarungan pengaruh menjelang Musyawarah Daerah Golkar Sulsel.

Di sisi lain, proses penjaringan ini juga menjadi momentum bagi Golkar Sulsel untuk menentukan figur yang dianggap mampu membawa partai menghadapi tantangan politik ke depan.

Penetapan calon Ketua DPD I Golkar Sulsel nantinya akan diumumkan dalam forum Musyawarah Daerah Partai Golkar Sulsel. 

Forum tersebut dipastikan menjadi panggung penting yang akan menentukan siapa pemegang kendali baru partai berlambang pohon beringin di Sulawesi Selatan.

Musda Golkar Sulsel juga memiliki nilai strategis karena akan dibuka langsung oleh Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia. 

Kehadiran ketua umum menjadi sinyal bahwa dinamika politik di Sulsel mendapat perhatian serius dari pusat.

Dengan dukungan 22 DPD II dan sokongan berbagai unsur organisasi pendukung, IAS kini berada dalam posisi politik yang kuat. 

Namun, dinamika Musda tetap akan menjadi ruang penentu, karena keputusan akhir berada dalam mekanisme partai.

Langkah IAS telah dimulai. Dari sebuah formulir yang diambil oleh sang anak, terbaca sebuah pesan politik bahwa mesin dukungan mantan Wali Kota Makassar itu telah bergerak menuju arena perebutan kursi nomor satu Golkar Sulsel.

Kini publik politik Sulsel menanti babak berikutnya: apakah arus dukungan yang telah terkonsolidasi mampu mengantarkan IAS kembali ke puncak struktur Partai Golkar Sulsel, atau Musda nanti menghadirkan kejutan politik baru.

Penulis : Upiq

 Komentar

Berita Terbaru
Metro13 Juli 2026 18:58
Event Dekranas dan HKG PKK 2026 Dongkrak Ekonomi Makassar, Transaksi Tembus Rp5 Miliar, Perputaran Uang Capai Rp100 Miliar
Trotoar.id, Makassar — Kesuksesan Kota Makassar menjadi tuan rumah Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-46 dan Hari Kesatua...
Pendidikan13 Juli 2026 17:55
176 Murid RHIS Siap Diwisuda Tahfidz di Claro, Bukti Kegigihan Guru dan Siswa
Trotoar.id, Makassar — Prestasi membanggakan ditorehkan Ranu Harapan Islamic School (RHIS). Sebanyak 176 murid dinyatakan lulus ujian hafalan Al-Qur...
Metro13 Juli 2026 15:44
Wali Kota Munafri Ajak Ormas Jadi Mitra Strategis Bangun Makassar
Trotoar.id, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri pelantikan pengurus Organisasi Kemasyarakatan Kiwal Garuda Hitam Majelis Pi...
Metro13 Juli 2026 14:51
Appi Tegaskan Digitalisasi Pemkot Makassar Harus Berdampak Nyata
Trotoar.id, Makassar — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa transformasi digital di lingkungan Pemerintah Kota Makassar harus men...