
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Sulawesi Selatan memperkuat mesin organisasinya dengan menggelar Training for Facilitator, Selasa–Rabu (14–15 Juli 2026).
Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk mencetak kader penggerak yang akan mengawal kaderisasi hingga ke tingkat Dewan Pengurus Cabang (DPC).
Bertempat di Kantor DPW Gelora Sulsel, Jalan Topaz Raya, Makassar, kegiatan ini menghadirkan langsung tim Bidang Kaderisasi Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Gelora Indonesia sebagai instruktur utama.

Sebanyak 40 peserta terpilih dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan mengikuti pelatihan intensif tersebut.
Selama dua hari, peserta tidak hanya menerima materi ideologi partai, tetapi juga digembleng dalam teknik fasilitasi, komunikasi politik, serta strategi penguatan kaderisasi.
Tujuannya jelas melahirkan fasilitator yang mampu mentransfer nilai, membangun struktur, dan menggerakkan organisasi secara sistematis di daerah.
Ketua DPW Partai Gelora Sulsel, Mudzakkir Ali Djamil, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari agenda besar partai dalam memperkuat fondasi internal sekaligus menatap kontestasi politik ke depan.

“Ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi langkah strategis untuk mempersiapkan kader-kader terbaik dalam mewujudkan visi pemenangan Partai Gelora pada pemilu mendatang,” ujarnya.
Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya ditentukan oleh popularitas, tetapi juga oleh kualitas kader dan soliditas struktur hingga ke akar rumput.
Senada dengan itu, Ketua DPP Partai Gelora Indonesia Koordinator Bidang Kaderisasi, Ahmad Zainuddin, menekankan pentingnya kesinambungan ideologi dalam setiap lini organisasi.
“Melalui Training for Facilitator ini, kami ingin memastikan bahwa nilai dan ideologi Partai Gelora dipahami secara utuh dan disampaikan secara seragam hingga ke tingkat DPC,” jelasnya.
Ia menambahkan, fasilitator memiliki peran kunci sebagai “penghubung ideologis” antara pusat dan daerah, sekaligus motor penggerak kaderisasi yang terarah dan berkelanjutan.
Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya konsolidasi organisasi, di mana setiap peserta diproyeksikan menjadi agen perubahan di wilayah masing-masing. Mereka diharapkan mampu membangun sistem kaderisasi yang adaptif, komunikatif, dan relevan dengan dinamika lokal.
DPW Gelora Sulsel menargetkan lahirnya tim fasilitator yang tidak hanya cakap secara teknis, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, integritas, serta kemampuan komunikasi yang kuat dalam menjangkau masyarakat.
Pasca pelatihan, seluruh peserta akan kembali ke daerah masing-masing untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh. Mereka juga ditugaskan menyusun program kaderisasi berbasis kebutuhan wilayah, sebagai bagian dari penguatan struktur partai.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa mesin partai bekerja secara efektif dari tingkat wilayah hingga cabang, sekaligus memperluas jangkauan pengaruh politik Gelora di Sulawesi Selatan.
Dengan strategi kaderisasi yang lebih terstruktur dan sistematis, Partai Gelora Sulsel optimistis dapat memperkuat posisi politiknya, tidak hanya dalam menghadapi agenda elektoral, tetapi juga dalam menjalankan peran pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.


Komentar