
Bulukumba, Trotoar.id — Lapangan Pemuda Bulukumba berubah menjadi lautan manusia. Ribuan warga tumpah ruah, menyatu dalam euforia nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia FIFA 2026 yang mempertemukan timnas Prancis dan Spanyol, Selasa malam (14/7/2026).
Sorak sorai, tepuk tangan, hingga teriakan penuh emosi pecah setiap kali peluang tercipta di layar raksasa.
Malam itu, Bulukumba bukan sekadar menyaksikan pertandingan sepak bola tetapi merayakan kebersamaan.

Kegiatan nobar yang digagas Pemerintah Kabupaten Bulukumba ini menjadi pembuka rangkaian hiburan rakyat sejak babak semifinal hingga partai final.
Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Bulukumba, Andi Muchtar Ali Yusuf, yang akrab disapa Andi Utta.
Dalam sambutannya, Andi Utta menegaskan bahwa nobar bukan sekadar tontonan, tetapi ruang sosial yang mempererat persaudaraan masyarakat.
“Sepak bola menyatukan jutaan orang di seluruh dunia. Semangat itu yang ingin kita hadirkan di Bulukumba ruang kebersamaan yang penuh kegembiraan dan persaudaraan,” ujarnya di hadapan ribuan warga.

Ia mengajak masyarakat menjadikan Lapangan Pemuda sebagai “rumah bersama” tempat bertemu, bersilaturahmi, dan menikmati atmosfer Piala Dunia dengan penuh sportivitas.
“Silakan dukung tim favorit masing-masing. Tapi setelah pertandingan usai, kita tetap satu masyarakat Bulukumba. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling menghargai,” pesannya.
Tak hanya menyuguhkan laga kelas dunia, suasana nobar juga dimeriahkan penampilan band lokal yang tampil enerjik di atas panggung. Musik, tawa, dan nyanyian menyatu dengan semangat para suporter.
Bahkan, suasana kian cair saat Andi Utta ikut naik ke panggung dan menyumbangkan beberapa lagu favoritnya.
Momen ini langsung disambut antusias warga, terlebih saat unsur Forkopimda ikut bernyanyi bersama, menciptakan nuansa hangat tanpa sekat antara pemimpin dan masyarakat.
Di sisi lain, denyut ekonomi lokal turut bergerak. Bazar UMKM yang digelar di sekitar lokasi menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung. Aneka kuliner dan produk lokal laris diserbu warga yang menikmati malam penuh hiburan.
“Kegiatan seperti ini bukan hanya hiburan, tapi juga momentum menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Andi Utta.
Pemerintah daerah pun memberi ruang bagi pelaku seni dan usaha lokal untuk tampil dan berkembang, menjadikan nobar sebagai panggung kolaborasi antara hiburan, ekonomi, dan kebudayaan.
Meski berlangsung meriah, Bupati tetap mengingatkan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan.
Ia mengimbau warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, menjaga keamanan, serta saling menghormati antar penonton.
“Kita ingin kegiatan ini berjalan aman, tertib, dan nyaman untuk semua,” tegasnya.
Antusiasme warga terlihat dari berbagai penjuru, termasuk Syamsuddin, warga Desa Seppang, yang mengaku sengaja datang untuk mendukung tim favoritnya, Prancis.
“Kami sangat berterima kasih kepada pemerintah daerah. Nobar seperti ini jadi hiburan sekaligus ajang kumpul bersama,” ujarnya.
Rangkaian nobar ini dijadwalkan berlangsung hingga partai final. Pemerintah Kabupaten Bulukumba berharap kegiatan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat rasa persatuan serta menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat.
Di bawah langit malam Bulukumba, sepak bola kembali membuktikan satu hal: perbedaan warna jersey boleh ada, tetapi kebersamaan tetap yang utama.


Komentar