
MAKASSAR, Trotoar.id – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, memastikan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat mendukung operasi pencarian korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan sebelah barat Pulau Polassi, Kabupaten Kepulauan Selayar.
Pemprov Sulsel terus berkoordinasi dengan Basarnas Makassar untuk mempercepat proses penyelamatan dan pencarian para penumpang yang masih dinyatakan hilang.
Sejak menerima laporan musibah tersebut, Andi Sudirman langsung menginstruksikan dukungan penuh terhadap operasi SAR.

Pemerintah Provinsi Sulsel bersama Basarnas mengerahkan armada dan personel guna memperkuat pencarian di lokasi kejadian yang memiliki tantangan cuaca dan gelombang cukup tinggi.
“Kami berkoordinasi dan telah mengerahkan kapal bersama Basarnas Makassar. Mohon doanya agar para penumpang yang masih dalam pencarian segera ditemukan dalam keadaan selamat,” ujar Andi Sudirman, Jumat (17/7/2026).
Gubernur menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah.
Karena itu, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar proses pencarian dapat berjalan efektif, sekaligus memastikan seluruh sumber daya yang tersedia dimanfaatkan secara maksimal.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, mengatakan pihaknya terus melaporkan perkembangan operasi SAR kepada Gubernur Sulsel yang memberikan perhatian penuh terhadap penanganan musibah tersebut.
Menurut Arif, seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pencarian bekerja tanpa henti dengan tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Ia berharap dukungan dan doa masyarakat dapat memperkuat upaya pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.
Berdasarkan data terbaru Basarnas, dari total 74 penumpang yang menjadi korban dalam insiden tenggelamnya KM Nurul Salsa, sebanyak 49 orang berhasil diselamatkan, satu orang ditemukan meninggal dunia, sementara 24 penumpang lainnya masih dalam proses pencarian.
KM Nurul Salsa diketahui berlayar dari Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng, Kabupaten Kepulauan Selayar, pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 05.00 WITA.
Di tengah perjalanan, kapal mengalami mati mesin di perairan barat Pulau Polassi yang berjarak sekitar 43 mil laut dari Pelabuhan Benteng. Kondisi gelombang laut yang mencapai sekitar 2,5 meter menjadi salah satu kendala utama dalam proses evakuasi.
Untuk mempercepat operasi SAR, Basarnas mengerahkan berbagai unsur pencarian melalui jalur laut dan udara, di antaranya Tim Rescue Pos SAR Selayar, KN SAR Kamajaya 104, KRI Marlin, KM Harapan Kita GT 104, serta pesawat Boeing B737-200 milik TNI Angkatan Udara yang melakukan penyisiran dari udara.
Hingga kini, operasi pencarian masih terus berlangsung berdasarkan Search and Rescue Action Plan (SARMAP) dengan fokus menemukan 24 korban yang masih hilang.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bersama Basarnas dan seluruh unsur SAR berkomitmen mengoptimalkan pencarian hingga seluruh korban berhasil ditemukan.


Komentar