
GOWA, Trotoar.id – Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, A. Rachmatika Dewi, menghadiri Haul Akbar ke-3 Syekh Yusuf Al-Makassari Tuanta Salamaka Ri Gowa yang berlangsung di Pelataran Makam Syekh Yusuf Al-Makassari, Kabupaten Gowa, Sabtu (25/7/2026).
Kehadiran orang nomor satu di DPRD Sulsel itu menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa ulama besar sekaligus pahlawan nasional yang telah memberikan pengaruh besar dalam perkembangan Islam dan perjuangan melawan penjajahan.
Haul tahun ini mengangkat tema “Menghidupkan Warisan Perjuangan, Ilmu, dan Akhlak Syekh Yusuf Al-Makassari untuk Peradaban Umat dan Kemajuan Bangsa.”

Tema tersebut menegaskan pentingnya menjaga nilai-nilai luhur yang diwariskan Syekh Yusuf sebagai bekal membangun masyarakat yang religius, berintegritas, dan berwawasan kebangsaan.
Ribuan jamaah memadati kawasan makam untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang berlangsung penuh kekhidmatan.
Acara turut dihadiri unsur pemerintah, tokoh agama, akademisi, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat dari berbagai daerah yang datang untuk mengenang sekaligus mengambil hikmah dari perjalanan hidup Syekh Yusuf Al-Makassari.
Sebagai salah satu tokoh Islam berpengaruh di Nusantara, Syekh Yusuf Al-Makassari dikenal tidak hanya sebagai ulama dan cendekiawan, tetapi juga pejuang yang gigih melawan kolonialisme.

Kiprahnya bahkan diakui hingga tingkat internasional dan menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, A. Rachmatika Dewi menegaskan bahwa nilai perjuangan, keilmuan, dan akhlak mulia yang diwariskan Syekh Yusuf tetap relevan di tengah tantangan zaman.
Menurutnya, generasi muda perlu menjadikan keteladanan sang ulama sebagai inspirasi dalam membangun karakter, memperkuat moral, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Haul ini bukan sekadar mengenang sosok Syekh Yusuf Al-Makassari, tetapi juga menjadi momentum untuk meneladani semangat perjuangan, keilmuan, dan nilai-nilai kebangsaan yang beliau wariskan kepada generasi penerus,” ujar A. Rachmatika Dewi.
Ia menilai, warisan pemikiran dan perjuangan Syekh Yusuf harus terus dirawat melalui pendidikan, penguatan nilai-nilai keagamaan, serta pelestarian sejarah dan budaya daerah.
Dengan demikian, generasi masa depan tidak akan kehilangan jati diri di tengah derasnya arus perubahan global.
Menurut Rachmatika, DPRD Sulawesi Selatan mendukung berbagai upaya pelestarian situs sejarah, nilai budaya, dan warisan tokoh-tokoh bangsa sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat.
Hal itu menjadi investasi penting dalam menjaga identitas daerah sekaligus memperkuat persatuan.
Rangkaian Haul Akbar ke-3 Syekh Yusuf Al-Makassari diisi dengan doa bersama, pembacaan manaqib, tausiyah keagamaan, serta refleksi atas perjuangan dan keteladanan Syekh Yusuf yang telah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Suasana khusyuk dan penuh kekeluargaan mewarnai seluruh prosesi hingga kegiatan berakhir.
Melalui penyelenggaraan Haul Akbar ini, diharapkan semangat persatuan, ukhuwah Islamiyah, serta kecintaan terhadap sejarah dan warisan budaya Sulawesi Selatan terus tumbuh di tengah masyarakat.
Nilai-nilai yang diwariskan Syekh Yusuf Al-Makassari diharapkan menjadi inspirasi dalam mewujudkan daerah yang maju, berkarakter, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa.


Komentar