
MAKASSAR, Trotoar.id— Pembangunan jalan provinsi di Sulawesi Selatan memasuki fase pengerjaan besar-besaran.
Melalui program Multi Years Project (MYP) 2025–2027, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan kini menangani 49 ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah, sementara puluhan ruas lainnya masih berada dalam tahap perencanaan.
Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel Andi Ihsan mengatakan, dari total 85 ruas jalan yang masuk dalam program tersebut, 49 ruas sudah mulai dikerjakan.
Sementara 36 ruas lainnya masih dalam proses perencanaan sebelum masuk tahap pekerjaan fisik.
“Keseluruhan ada 85 ruas jalan. Dari jumlah tersebut, 49 ruas sedang ditangani, sementara 36 ruas lainnya masih dalam tahap perencanaan,” kata Andi Ihsan kepada wartawan, Rabu (5/8/2026).
Pengerjaan enam paket MYP tersebut disebut masih berjalan sesuai rencana. Sejumlah ruas bahkan telah menyelesaikan pekerjaan fisik utama dan kini memasuki tahap akhir, termasuk pekerjaan pelengkap seperti pemasangan marka jalan dan penyelesaian bagian-bagian konstruksi lainnya.
Salah satu proyek yang menunjukkan progres cukup tinggi berada di Jalan Hertasning, Kota Makassar.

Ruas jalan tersebut telah mendekati penyelesaian dengan progres fisik hampir 90 persen. Sementara Jalan Aroepala dan Jalan Burung-Burung juga telah memasuki tahap pengecoran beton.
“Hertasning sudah hampir 90 persen. Jalan Aroepala dan Burung-Burung juga sudah masuk tahap pengecoran beton. Sebagian besar sisanya tinggal penyelesaian marka jalan,” ujar Andi Ihsan.
Secara keseluruhan, program MYP 2025–2027 mencakup penanganan sekitar 1.400 kilometer jalan provinsi yang dibagi ke dalam enam paket pekerjaan.
Paket I memiliki panjang 300,24 kilometer, Paket II 209,38 kilometer, Paket III 254,85 kilometer, Paket IV 286,80 kilometer, Paket V 218,75 kilometer dan Paket VI sepanjang 157,49 kilometer.
Untuk mengerjakan proyek tersebut, Pemprov Sulsel mengalokasikan anggaran sekitar Rp2,5 triliun yang bersumber dari APBD.
Skema tahun jamak digunakan agar pembangunan jalan strategis dapat direncanakan dan dikerjakan secara berkelanjutan tanpa sepenuhnya bergantung pada siklus penganggaran tahunan.
Data Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulsel hingga awal Agustus 2026 menunjukkan progres fisik yang berbeda pada setiap paket. Paket I mencapai 28,92 persen, Paket II 20,56 persen, Paket III 28,31 persen, Paket IV 12,03 persen, Paket V 16,92 persen dan Paket VI 0,96 persen.
Perbedaan progres tersebut mencerminkan tahapan pekerjaan yang tidak seragam. Sebagian ruas telah masuk konstruksi fisik, sementara paket lainnya masih berada pada fase awal.
Pemerintah provinsi kini dituntut menjaga ritme pengerjaan agar target keseluruhan proyek tetap berada pada jalur yang telah ditetapkan.
Bagi Pemprov Sulsel, pembangunan jalan bukan sekadar memperbaiki permukaan jalan yang rusak.
Infrastruktur tersebut diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, membuka akses kawasan produktif dan mendukung distribusi barang serta hasil pertanian.
Program MYP menjadi salah satu prioritas Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bersama Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi dalam memperkuat kualitas infrastruktur daerah.
Skala proyek yang mencapai 1.400 kilometer membuat program ini menjadi salah satu pekerjaan infrastruktur terbesar yang sedang berjalan di Sulawesi Selatan.
Andi Sudirman meminta masyarakat ikut menjaga kelancaran proses pembangunan di lapangan.
Pemerintah memahami tingginya harapan warga agar seluruh jalan provinsi yang mengalami kerusakan segera ditangani, namun pekerjaan harus dilakukan secara bertahap sesuai perencanaan dan kemampuan pelaksanaan.
Dengan 49 ruas yang telah masuk tahap pengerjaan dan 36 ruas lainnya masih disiapkan, tantangan berikutnya adalah memastikan seluruh proyek MYP berjalan tepat waktu, berkualitas, dan benar-benar menghadirkan konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

