Pemkot Makassar

Pantau Kabut Asap di BMKG, Munafri Bergerak Cari Solusi dan Siapkan Antisipasi Banjir

Suriadi
Suriadi

Jumat, 16 Oktober 2026 11:51

Pantau Kabut Asap di BMKG, Munafri Bergerak Cari Solusi dan Siapkan Antisipasi Banjir

MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tidak ingin persoalan kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar berlarut-larut tanpa penanganan.

Selain memantau perkembangan kualitas udara bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Pemerintah Kota Makassar juga mulai memperkuat persiapan menghadapi musim hujan.

Langkah tersebut dilakukan Munafri dengan mendatangi Kantor BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin di kawasan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Jumat (16/10/2026).

Dalam kunjungan itu, Munafri yang akrab disapa Appi diterima langsung Kepala BMKG Kelas I Sultan Hasanuddin, Kukuh Ribudiyanto.

Ia memantau kondisi atmosfer melalui layar monitor sekaligus meminta penjelasan mengenai perkembangan kabut asap, kualitas udara, dan potensi perubahan cuaca di Makassar.

Menurut Appi, informasi meteorologi yang akurat diperlukan agar pemerintah kota dapat menentukan langkah penanganan berdasarkan kondisi terkini, terutama untuk melindungi kesehatan masyarakat dari dampak penurunan kualitas udara.

“Tujuan saya ke BMKG untuk memantau kondisi cuaca sekaligus mendapatkan informasi terkini mengenai kualitas udara. Kita butuh solusi,” ujar Munafri.

Ia menegaskan, persoalan kabut asap tidak cukup hanya dibahas dari sisi penyebab dan dampaknya. Pemerintah, kata dia, perlu memastikan langkah konkret yang dapat dilakukan untuk merespons kondisi tersebut.

“Ini menyangkut kesehatan masyarakat, sehingga tidak lagi bicara sebab dan akibat asap, tetapi solusi apa yang kita lakukan. Nah, ini menjadi bagian dari langkah strategis kami dalam merespons kabut asap yang menyelimuti Makassar,” tegasnya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya dalam pertemuan tersebut, kondisi kabut asap disebut relatif menurun dibandingkan sebelumnya. Meski demikian, Pemkot Makassar tetap akan memantau perkembangan kualitas udara untuk memastikan langkah antisipasi sesuai dengan situasi di lapangan.

“Menurut BMKG, kondisinya sudah relatif menurun. Karena ini asap kiriman, kita perlu terus memantau perkembangannya agar langkah yang dilakukan sesuai dengan kondisi di lapangan,” jelasnya.

Di tengah upaya penanganan tersebut, Munafri juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara terbuka maupun membuka lahan dengan cara membakar.

Menurutnya, aktivitas tersebut berpotensi menambah pencemaran udara, terutama ketika kualitas udara perkotaan masih terdampak kabut asap.

Karena itu, ia mengajak masyarakat ikut menjaga kualitas udara dengan menghindari kegiatan yang dapat memperburuk kondisi lingkungan.

Di sisi lain, kunjungan ke BMKG juga menjadi momentum bagi Munafri untuk mencermati perkembangan prakiraan musim hujan yang berpengaruh terhadap kesiapan infrastruktur Kota Makassar.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, awal musim hujan diperkirakan bergeser sekitar satu bulan, dengan peluang peningkatan hujan mulai akhir November hingga awal Desember.

Perubahan perkiraan tersebut menjadi perhatian Pemkot Makassar. Setelah melewati periode kering yang cukup panjang, pemerintah perlu memastikan drainase, kanal, dan saluran air berada dalam kondisi baik sebelum curah hujan meningkat.

Munafri mengatakan, dirinya akan mengoordinasikan jajaran camat, lurah, serta satuan tugas terkait untuk mempercepat persiapan di wilayah masing-masing.

“Kalau sudah terlalu lama kering, ketika hujan turun, kita harus mengantisipasi berbagai kemungkinan. Karena itu, semua harus kita persiapkan bersama-sama,” bebernya.

Salah satu langkah yang diperkuat ialah normalisasi saluran drainase, pengangkatan sampah, dan pembersihan sedimen yang berpotensi menghambat aliran air.

Munafri meminta jajaran pemerintah di tingkat wilayah tidak menunggu hujan turun untuk melakukan pembenahan. Pembersihan lingkungan dan saluran air harus dilakukan sejak dini agar potensi genangan dapat diantisipasi.

“Sekarang kita masif melakukan normalisasi saluran, mengangkat sampah, dan membersihkan sedimen,” katanya.

Ia juga meminta seluruh instansi yang berkantor di wilayah Makassar untuk rutin membersihkan lingkungan dan saluran air di sekitar kantor masing-masing.

“Saya juga akan menyampaikan kepada seluruh instansi agar setiap hari membersihkan wilayah di sekitar kantornya sehingga aliran air tidak terhambat,” lanjutnya.

Selain menggerakkan aparatur pemerintah, Pemkot Makassar akan memperkuat koordinasi dengan pihak terkait untuk melakukan normalisasi kanal dan saluran air, termasuk mengangkat sedimen yang dapat mengurangi kapasitas aliran.

Menurut Munafri, waktu persiapan sebelum musim hujan harus dimanfaatkan secara maksimal. Berbagai hambatan aliran air perlu segera diidentifikasi dan ditangani agar risiko genangan maupun banjir dapat ditekan.

“Kita tidak punya banyak waktu. Faktor-faktor yang menghambat aliran air harus segera kita benahi. Sedimen perlu diangkat agar aliran air bisa lebih maksimal,” jelasnya.

Melalui langkah tersebut, Pemkot Makassar berupaya menangani dua persoalan lingkungan secara bersamaan, yakni merespons perkembangan kabut asap yang memengaruhi kualitas udara sekaligus mempersiapkan infrastruktur perkotaan menghadapi musim hujan.

Munafri menekankan, pemantauan bersama BMKG perlu berjalan beriringan dengan tindakan nyata di lapangan. Sementara itu, keterlibatan camat, lurah, instansi pemerintah, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan lingkungan serta memastikan saluran air berfungsi optimal.

Dengan persiapan lebih awal, Pemkot Makassar berharap dampak penurunan kualitas udara dapat direspons secara tepat, sementara risiko genangan dan banjir saat musim hujan bisa diminimalkan. (*)

Penulis : Febri

 Komentar