Pemda Bulukumba

Bulukumba Bidik Pasar Kalimantan, Siap Pasok Pangan ke Balikpapan Lewat Jalur Laut

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Selasa, 11 Agustus 2026 14:55

Bulukumba Bidik Pasar Kalimantan, Siap Pasok Pangan ke Balikpapan Lewat Jalur Laut

BALIKPAPAN, Trotoar.id — Pemerintah Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, mulai membidik pasar pangan Kalimantan Timur.

Melalui kerja sama antardaerah dengan Pemerintah Kota Balikpapan, Bulukumba membuka peluang memperluas distribusi komoditas pertanian, perikanan, kelautan, dan peternakan ke salah satu pusat ekonomi di Kalimantan.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama (KAD) antara Pemkab Bulukumba dan Pemkot Balikpapan dalam rangkaian High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, Selasa (11/8/2026).

Kerja sama ini tidak hanya diarahkan untuk menjaga ketersediaan pangan di Balikpapan, tetapi juga menjadi peluang bagi Bulukumba untuk memperluas pasar produk unggulannya.

Dengan dukungan jalur transportasi laut, komoditas dari Bulukumba berpotensi dikirim langsung ke Kalimantan sehingga membuka rantai perdagangan antardaerah yang lebih luas.

Selain Bulukumba, Pemkot Balikpapan pada kesempatan yang sama juga menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Karo, Sumatera Utara.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, kerja sama dengan daerah penghasil pangan menjadi kebutuhan penting bagi Balikpapan.

Sebagai kota yang berkembang sebagai pusat jasa dan perdagangan, Balikpapan memiliki keterbatasan lahan pertanian sehingga kebutuhan pangan masyarakat sangat bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Kerja sama antardaerah menjadi salah satu strategi utama dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi,” kata Rahmad.

Menurutnya, stabilitas harga pangan tidak bisa hanya ditangani dari dalam kota. Ketersediaan stok, kelancaran distribusi, serta efisiensi rantai pasok membutuhkan kerja sama dengan daerah yang memiliki kapasitas produksi.

Karena itu, Rahmad berharap kerja sama yang telah ditandatangani tidak berhenti sebagai dokumen administratif.

Kesepakatan tersebut harus segera diterjemahkan menjadi kerja konkret, mulai dari penguatan jejaring distribusi hingga pertukaran informasi mengenai produksi, kebutuhan, dan perkembangan harga komoditas pangan.

Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, Balikpapan dan wilayah Kalimantan secara umum merupakan pasar potensial bagi produk pangan Bulukumba.

Ia melihat kerja sama tersebut sebagai kesempatan bagi Bulukumba untuk tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah lain, tetapi sekaligus memperluas akses pasar bagi para pelaku usaha pangan di daerah.

Dalam sambutannya, Andi Muchtar atau yang akrab disapa Andi Utta terlebih dahulu menyinggung hubungan historis Bulukumba dengan Kalimantan melalui tradisi pembuatan kapal Pinisi.

“Banyak kapal Pinisi yang dibuat di beberapa wilayah Kalimantan. Tetapi sesungguhnya, para pembuatnya banyak berasal dari Bulukumba,” ungkapnya.

Menurut Andi Utta, sejarah tersebut menjadi modal sosial yang memperkuat hubungan antara masyarakat Bulukumba dan Kalimantan.

Jika sebelumnya hubungan tersebut banyak dibangun melalui tradisi maritim dan sumber daya manusia, kini hubungan antardaerah dapat diperluas melalui sektor pangan.

“Insya Allah, untuk kebutuhan pangan itu bisa kita penuhi melalui jalur laut,” tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan posisi strategis Bulukumba sebagai daerah yang memiliki akses langsung terhadap jalur perdagangan laut.

Jika potensi produksi dan konektivitas distribusi dapat dikelola dengan baik, Bulukumba berpeluang menjadi salah satu pemasok komoditas pangan untuk pasar Kalimantan.

Bulukumba memiliki sejumlah sektor potensial yang dapat menopang kerja sama tersebut, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan hingga kelautan.

Pada sektor pertanian, pemerintah daerah terus mendorong penggunaan bibit unggul dan penguatan ketahanan pangan untuk meningkatkan produktivitas sekaligus kualitas hasil produksi petani.

Sementara di sektor perikanan dan kelautan, pemerintah daerah terus mengembangkan potensi sumber daya laut melalui berbagai program.

Salah satunya Program 1.000 Rumpon, disertai pembangunan dan peningkatan infrastruktur pendukung seperti kolam labuh, pelabuhan, serta Tempat Pelelangan Ikan (TPI).

“Potensi kita cukup besar. Kita punya pertanian, peternakan, perikanan dan kelautan. Ini yang terus kita kembangkan agar produksi meningkat dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” jelas Andi Utta.

Kerja sama Bulukumba-Balikpapan tersebut diharapkan tidak berhenti pada hubungan antarpemerintah. Lebih jauh, kesepakatan ini diharapkan membuka akses pasar baru bagi pelaku ekonomi di tingkat masyarakat.

Petani dapat memperoleh pasar yang lebih luas untuk hasil pertanian, nelayan memiliki peluang memperluas distribusi hasil tangkapan, sementara peternak dan pelaku UMKM dapat masuk ke jaringan perdagangan antardaerah.

Dari sisi Balikpapan, kerja sama dengan Bulukumba memberikan alternatif sumber pasokan pangan.

Sementara bagi Bulukumba, terbukanya akses ke pasar Kalimantan dapat menjadi insentif untuk meningkatkan produksi sekaligus kualitas komoditas.

Tantangan berikutnya adalah memastikan produksi, distribusi, dan kebutuhan pasar dapat dipertemukan dalam sistem yang terukur.

Pemerintah kedua daerah perlu memastikan informasi mengenai volume produksi, kebutuhan komoditas, harga, jadwal pengiriman, hingga kapasitas transportasi tersedia secara berkala.

Dengan dukungan konektivitas laut, Bulukumba optimistis mampu membangun jalur distribusi pangan yang lebih kuat menuju Kalimantan.

Kerja sama ini pun berpotensi menjadi lebih dari sekadar upaya pengendalian inflasi. Jika berjalan konsisten, hubungan dagang Bulukumba-Balikpapan dapat berkembang menjadi rantai pasok pangan antarpulau yang memberi manfaat ekonomi bagi kedua daerah.

Bagi Bulukumba, pasar Kalimantan membuka ruang baru untuk meningkatkan nilai ekonomi sektor pertanian, perikanan, kelautan, dan peternakan.

Sedangkan bagi Balikpapan, kerja sama ini menjadi salah satu strategi untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terkendali.

Dengan demikian, kerja sama antardaerah tersebut menempatkan Bulukumba bukan hanya sebagai daerah yang menjaga ketahanan pangan sendiri, tetapi juga sebagai daerah pemasok pangan potensial untuk pasar di luar Sulawesi Selatan.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen11 Agustus 2026 17:51
DPRD Sulsel Soroti Empat Kali Pergeseran APBD 2026, Anggaran Komcad Rp30 Miliar Dipertanyakan
MAKASSAR, Trotoar.id — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Selatan mempertanyakan kebijakan Pemerintah Provinsi Sulsel yang tela...
Metro11 Agustus 2026 16:05
Kalla Youth Fest 2026 Segera Digelar, Appi Dorong Jadi Ruang Nyata Pemberdayaan Anak Muda Makassar
MAKASSAR, Trotoar.id — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mendorong Kalla Youth Fest (KYF) 2026 tidak berhenti sebagai festival tahunan, tetapi be...
Metro11 Agustus 2026 13:00
Pemkot Makassar Perketat Reklame, 12 Ruas Jalan dan 3 Spot Masuk Zona Larangan
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar memperketat penataan reklame di sejumlah kawasan strategis kota. Selain menertibkan reklame yang dip...
Daerah10 Agustus 2026 19:45
Jepang Lirik Kakao Kolaka Utara, Bupati Nur Rahman Buka Peluang Investasi hingga Pasar Internasional
KOLAKA UTARA, Trotoar.id — Potensi kakao Kabupaten Kolaka Utara mulai dilirik mitra usaha dari Jepang. Peluang investasi dan kerja sama pengembangan...