Pemda Bululumba

Unhas Bidik Bulukumba, Andi Utta Siap Fasilitasi Kampus dan Dorong Riset Berbasis Potensi Daerah

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 31 Agustus 2026 14:57

Unhas Bidik Bulukumba, Andi Utta Siap Fasilitasi Kampus dan Dorong Riset Berbasis Potensi Daerah

BULUKUMBA, Trotoar.id — Universitas Hasanuddin (Unhas) membuka peluang memperluas kehadiran akademiknya di Kabupaten Bulukumba dengan mendorong rencana pembangunan kampus di daerah tersebut.

Gagasan itu mendapat sambutan positif dari Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf yang menyatakan kesiapan pemerintah daerah mendukung, termasuk dalam penyiapan lahan.

Rencana tersebut mengemuka dalam Pameran Program Pengabdian kepada Masyarakat Unhas (PPMU) Kabupaten Bulukumba yang digelar di Lantai 4 Gedung Pinisi Unhas, Senin (31/8/2026).

Kegiatan itu mempertemukan sivitas akademika Unhas dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bulukumba sekaligus menampilkan berbagai hasil riset dan inovasi yang telah diterapkan di tengah masyarakat.

Rektor Unhas Prof Jamaluddin Jompa mengatakan, Bulukumba memiliki potensi besar yang membutuhkan sentuhan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset. Karena itu, kehadiran kampus Unhas di Bulukumba dinilai dapat menjadi pengungkit baru bagi pengembangan potensi daerah.

“Saya bayangkan Bulukumba bisa makin keren nantinya kalau ada kampus Unhas di Bulukumba,” ujar Jamaluddin.

Ia menyebut gagasan tersebut semakin terbuka setelah Bupati Bulukumba meminta Unhas mencari lokasi atau lahan yang dinilai paling strategis untuk pengembangan kampus.

Menurut Jamaluddin, Unhas kini tidak ingin hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan, tetapi harus mampu memberi dampak langsung terhadap masyarakat.

Ia menggambarkan perubahan orientasi tersebut dari konsep “menara gading” menjadi “menara air” yang manfaatnya mengalir dan dirasakan lingkungan sekitar.

Bulukumba dinilai memiliki sejumlah sektor yang sangat potensial dikembangkan melalui riset dan teknologi.

Selain dikenal sebagai daerah penghasil kapal pinisi dengan tradisi maritim yang mendunia, Bulukumba memiliki potensi kelautan, perikanan, pertanian dan tambak yang masih belum seluruhnya dikelola secara optimal.

Jamaluddin bahkan menyoroti sekitar 5.000 hektare tambak yang dinilai belum optimal. Menurutnya, kawasan tersebut dapat menjadi laboratorium pengembangan agroindustri jika didukung teknologi dan riset yang tepat.

“Tidak ada industri tanpa teknologi. Saya bayangkan kalau di tempat itu ada laboratorium agroindustri,” katanya.

Komitmen Unhas tersebut sejalan dengan pelaksanaan PPMU di Bulukumba. Dari 103 judul program pengabdian Unhas, sebanyak 50 judul dilaksanakan di Bulukumba dengan total pendanaan mencapai Rp945 juta.

Program tersebut menghasilkan berbagai inovasi, mulai dari produk olahan aren, minuman kelor-jahe, produk pangan berbasis hasil laut, hingga mesin pencacah pakan ternak dan pupuk organik.

Sementara itu, Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf menyambut baik rencana kehadiran kampus Unhas. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam membantu pemerintah mengembangkan potensi daerah secara lebih terintegrasi dan berbasis pengetahuan.

“Kami siap berkolaborasi. Kalau Unhas berkomitmen untuk hadir di Bulukumba, Pemerintah Kabupaten Bulukumba juga akan memberikan dukungan, termasuk dalam hal penyiapan lahan dan berbagai kebutuhan pendukung lainnya,” tegasnya.

Andi Utta, sapaan akrabnya, berharap kehadiran Unhas tidak berhenti sebagai pusat pendidikan.

Ia ingin kampus tersebut menjadi pusat riset, inovasi, pengembangan teknologi dan pemberdayaan masyarakat yang fokus pada kebutuhan lokal, terutama sektor kelautan, perikanan, pertanian, peternakan, industri pengolahan dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, kolaborasi tersebut harus menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Harapan kita, kerja sama ini tidak berhenti pada kegiatan seremonial atau penelitian semata, tetapi menghasilkan inovasi yang benar-benar bisa digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.

Rencana pengembangan kampus juga diharapkan membuka akses pendidikan lanjutan, termasuk jenjang magister dan doktoral, sehingga masyarakat dan akademisi di wilayah selatan Sulawesi Selatan tidak selalu harus menuju Makassar.

Di sisi lain, program desa binaan Unhas akan terus diperluas dengan pemetaan desa berdasarkan potensi dan kebutuhan masing-masing.

Kolaborasi Unhas dan Pemkab Bulukumba tersebut menjadi sinyal bahwa pembangunan daerah mulai diarahkan lebih kuat pada pendekatan berbasis riset dan inovasi.

Jika rencana kampus terealisasi, Bulukumba berpeluang tidak hanya menjadi lokasi pengabdian Unhas, tetapi berkembang menjadi salah satu simpul pendidikan, riset dan teknologi yang menopang pengembangan potensi ekonomi daerah.

Penulis : Addy

 Komentar

Berita Terbaru
Parlemen31 Agustus 2026 18:47
Fraksi Gerindra Bongkar 4 Masalah Sulsel: Pupuk Langka, Banjir, BPJS hingga Zonasi Sekolah Jadi Sorotan
MAKASSAR, Trotoar.id — Fraksi Partai Gerindra DPRD Sulawesi Selatan melontarkan kritik keras terhadap sejumlah persoalan yang ditemukan saat pelaksa...
Parlemen31 Agustus 2026 18:43
Fraksi Golkar DPRD Sulsel Soroti Infrastruktur, Pendidikan hingga BPJS dari Hasil Reses
MAKASSAR, Trotoar.id  — Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Sulawesi Selatan meminta Pemerintah Provinsi Sulsel menjadikan hasil reses anggota DPRD ...
Daerah31 Agustus 2026 17:53
PUM Netherlands Masuk Bulukumba, Strategi Baru Dongkrak Kualitas dan Daya Saing Pariwisata
BULUKUMBA, Trotoar.id — Kabupaten Bulukumba mulai membuka strategi baru untuk menggenjot sektor pariwisata dengan menggandeng tenaga ahli profesiona...
Politik31 Agustus 2026 17:11
NasDem Sulsel Pasang Garis Tegas, Kader Nyaleg Lewat Partai Lain Terancam Dipecat
MAKASSAR, Trotoar.id — Ketua DPW Partai NasDem Sulawesi Selatan Syaharuddin Alrif mulai memasang garis tegas menghadapi dinamika politik menjelang P...