Pemkot Makassar

Logo HUT ke-419 Makassar Tak Bisa Asal Jadi, Desainer Wajib Lolos Seleksi Portofolio

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 03 September 2026 23:57

Logo HUT ke-419 Makassar Tak Bisa Asal Jadi, Desainer Wajib Lolos Seleksi Portofolio

MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Kota Makassar tidak ingin logo Hari Jadi ke-419 Kota Makassar lahir sekadar dari kompetisi desain.

Tahun ini, proses pencarian identitas visual perayaan hari jadi tersebut dibuat lebih selektif dengan mewajibkan para desainer melewati tahapan seleksi portofolio sebelum masuk ke proses perancangan.

Pemkot Makassar melalui Dinas Pariwisata kembali menggandeng Asosiasi Desainer Grafis Indonesia (ADGI) Chapter Makassar untuk menggelar sayembara desain logo dan identitas visual Hari Jadi ke-419 Kota Makassar.

Kolaborasi ini menjadi bagian dari program ADGI Hub sekaligus ruang bagi desainer lokal menuangkan gagasan tentang sejarah, karakter, kehidupan masyarakat hingga arah masa depan Makassar.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Makassar, Ahmad Hendra Hakamuddin, mengatakan sayembara tersebut kembali digelar setelah pelaksanaan tahun sebelumnya mendapat respons positif.

Tahun ini, pihaknya berharap identitas visual yang dihasilkan tidak hanya menarik secara estetika, tetapi memiliki konsep kuat, relevan dengan karakter kota dan mampu digunakan secara konsisten pada berbagai media.

“Menyambut HUT Kota Makassar, kita melakukan sayembara seperti tahun lalu, bekerja sama dengan ADGI Chapter Makassar sebagai wadah untuk mengumpulkan ide-ide dan gagasan berkaitan dengan Hari Ulang Tahun Kota Makassar,” ujar Hendra usai audiensi dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin di Balai Kota Makassar, Kamis (3/9/2026).

Menurut Hendra, tema Hari Jadi ke-419 Kota Makassar telah diajukan kepada Wali Kota Makassar dan akan menjadi pijakan utama dalam proses kreatif.

Dengan demikian, peserta tidak hanya dituntut menghasilkan logo yang menarik secara visual, tetapi juga mampu menerjemahkan tema tersebut ke dalam identitas yang memiliki makna dan keterkaitan dengan Makassar.

“Kita ingin melihat bagaimana desainer menerjemahkan identitas Makassar bukan hanya dari sisi simbol, tetapi juga dari kekayaan sejarah, energi masyarakatnya, dan visi Pemerintah Kota Makassar,” tuturnya.

Sekretaris ADGI Chapter Makassar, Andi Weri, menjelaskan mekanisme tahun ini berbeda dari sayembara desain terbuka pada umumnya.

Peserta tidak langsung mengirimkan karya jadi. Mereka terlebih dahulu harus menyerahkan portofolio untuk melewati proses seleksi. Dari seluruh pendaftar, ADGI akan memilih sekitar tiga hingga lima peserta atau tim untuk masuk ke tahap kuratorial dan pengembangan desain.

“Kalau sayembara pada umumnya, sembarang orang bisa mengirimkan desain. Kalau yang ini tidak. Mereka mengirimkan portofolio dulu. Yang lolos seleksi akan masuk final dan lanjut proses perancangan,” jelas Andi.

Peserta yang ingin mengikuti open call wajib memenuhi sejumlah persyaratan, di antaranya memiliki KTP Makassar dan/atau berdomisili di Kota Makassar.

Peserta dari luar daerah tetap dapat mengikuti proses sepanjang dapat membuktikan domisilinya di Makassar. Selain itu, peserta minimal memiliki pengalaman dua tahun sebagai profesional graphic designer dan wajib memiliki portofolio sebagai bahan penilaian awal.

Untuk peserta berbentuk tim, jumlah anggota minimal tiga orang. Ketentuan tersebut diberlakukan karena perancangan identitas visual dinilai memiliki cakupan pekerjaan yang cukup luas dan membutuhkan kolaborasi.

Mahasiswa maupun desainer yang sudah berstatus profesional tetap dapat mengikuti proses selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

Open call telah dibuka sejak 27 Agustus dan akan berakhir pada 5 September 2026. Peserta yang lolos seleksi portofolio akan diumumkan pada 6 September, kemudian mengikuti briefing awal pada 7 September.

Peserta terpilih selanjutnya menjalani proses kuratorial dan pengembangan konsep selama kurang lebih satu bulan sebelum mempresentasikan hasil rancangan di hadapan Wali Kota Makassar dan Kepala Dinas Pariwisata pada 9 Oktober 2026.

Proses kuratorial akan menilai sejumlah aspek, mulai dari estetika, keunikan atau distingsi konsep, kekuatan gagasan, hingga kemampuan identitas visual untuk diterapkan pada berbagai kebutuhan komunikasi.

Setelah proses tersebut rampung, hasil rancangan akan diserahkan kepada Pemkot Makassar untuk menentukan desain yang paling representatif dengan tema Hari Jadi ke-419 Kota Makassar.

Menariknya, seluruh peserta yang masuk dalam tahap perancangan akan memperoleh fee desain. Andi menegaskan, kebijakan tersebut merupakan bentuk komitmen ADGI untuk menghindari praktik speculative work, yakni pekerjaan desain yang dibuat tanpa kepastian kompensasi.

“Siapa pun yang menang, semua dapat fee desain. Beda kalau sayembara terbuka, orang kirim, yang tidak menang tidak dapat apa-apa. Sementara kita di ADGI menolak istilah speculative work, kerjaan yang Anda mendesain kemudian tidak dibayar,” tegasnya.

Selain menghasilkan logo HUT ke-419, proses kuratorial tersebut diharapkan menjadi ruang peningkatan kapasitas dan standar profesional desainer grafis lokal.

Informasi lengkap mengenai ketentuan dan mekanisme submisi sayembara dapat diakses melalui akun Instagram ADGI Chapter Makassar, @adgi_makassar, serta kanal media sosial Dinas Pariwisata Kota Makassar.

Penulis : Awal

 Komentar

Berita Terbaru
Metro03 September 2026 23:51
Gubernur Sulsel Beber 4 Keunggulan MYP Rp3,7 Triliun: Kualitas Terjaga, Anggaran Lebih Efisien
MAKASSAR, Trotoar.id — Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mengandalkan skema Multi Years Project (MYP) untuk mengejar ketuntasan pembangunan infra...
Metro03 September 2026 23:40
Jembatan Kembar Barombong Dikebut Appi, Tiga Bidang Lahan Masih Diperebutkan
MAKASSAR, Trotoar.id — Keinginan Pemerintah Kota Makassar mempercepat pembangunan Jembatan Kembar Barombong kembali berhadapan dengan persoalan klas...
Metro03 September 2026 23:36
Bupati Sidrap Pangkas Anggaran Tak Bermanfaat, APBD Perubahan 2026 Harus Kembali ke Rakyat
SIDRAP, Trotoar.id — Bupati Sidenreng Rappang (Sidrap), Syaharuddin Alrif, memberikan penekanan keras dalam penyusunan APBD Perubahan Tahun Anggaran...
Daerah03 September 2026 23:32
KDMP Anabanua Mau Dibangun, Status Tanah Hombes Masih Harus Dipastikan
BARRU, Trotoar.id — Rencana pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Anabanua, Kecamatan Barru, Kabupaten Barru, masih terbentur persoalan ...