
MAKASSAR, Trotoar.id — Gedung sementara DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) terus menjadi sasaran kelompok masyarakat dan mahasiswa yang menyuarakan keresahan terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram (Kg).
Dalam beberapa hari terakhir, massa pengunjuk rasa datang silih berganti membawa tuntutan yang sama.
Mereka mendesak pemerintah segera mengatasi antrean panjang dan memastikan ketersediaan energi bagi masyarakat Sulawesi Selatan.
Situasi tersebut membuat pimpinan DPRD Sulsel turun langsung menemui para pengunjuk rasa.
Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi alias Cicu, didampingi sejumlah anggota dewan, memilih menemui massa dan mendengarkan langsung tuntutan yang disampaikan.
Politisi Partai NasDem itu bahkan tetap menemui massa mahasiswa yang menyampaikan aspirasi dengan nada cukup lantang terkait kelangkaan BBM yang disebut telah berlangsung lebih dari sebulan.
Di hadapan pengunjuk rasa, Cicu menegaskan DPRD Sulsel tidak tinggal diam menghadapi persoalan tersebut.

DPRD, kata dia, akan terus mengawal proses pendistribusian dan penyaluran BBM maupun LPG 3 Kg agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Kami di DPRD terus berkoordinasi bersama dengan Pemprov memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan aman dan tepat sasaran,” kata Cicu.
Menurutnya, persoalan kelangkaan BBM dan LPG 3 Kg tidak cukup hanya disikapi dengan menerima aspirasi masyarakat.
DPRD juga harus memastikan adanya langkah konkret dari pemerintah dan pihak terkait untuk mengurai persoalan distribusi energi.
Cicu juga meminta penjelasan mengenai langkah-langkah yang telah dan akan dilakukan pemerintah dalam menghadapi kondisi yang mulai dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Sulsel.
Sikap Cicu menemui langsung massa menjadi bagian dari upaya DPRD menjaga ruang dialog di tengah meningkatnya tekanan publik terkait persoalan energi.
Sementara itu, gelombang aksi yang terus berdatangan menunjukkan bahwa persoalan BBM dan LPG 3 Kg masih menjadi perhatian serius masyarakat.
DPRD Sulsel kini berada di tengah tuntutan publik agar pemerintah segera memberikan kepastian mengenai ketersediaan dan kelancaran distribusi energi.
Dengan kondisi tersebut, masyarakat tidak hanya menunggu pernyataan pemerintah, tetapi juga menantikan hasil pengawalan DPRD Sulsel terhadap distribusi BBM dan LPG 3 Kg hingga persoalan antrean dan kelangkaan benar-benar teratasi.

