
JAKARTA, TROTOAR.ID — Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Achmad Daeng Se’re, terus mengawal penanganan enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Sapora Berlian 08 yang saat ini masih berada dalam detensi di Darwin, Australia.
Achmad Daeng Se’re berkoordinasi dengan Atase Darat Republik Indonesia di Australia Kolonel Inf Leo Sugandi, B.A., MMDS, serta Konsulat Republik Indonesia (KRI) di Darwin untuk memastikan kondisi dan proses penanganan keenam ABK tersebut.
“Berdasarkan informasi yang kami terima, keenam ABK dalam kondisi baik dan mendapatkan perlakuan yang baik selama berada di detensi,” ujar Achmad Daeng Se’re, Jumat (25/9/2026).
Menurutnya, pemerintah Indonesia melalui KRI Darwin juga telah memberikan akses dan pendampingan konsuler kepada keenam ABK. Pendampingan tersebut dilakukan melalui kunjungan pada 14 September 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi para ABK sekaligus memastikan mereka mendapatkan perlindungan dan pendampingan dari perwakilan Republik Indonesia selama menjalani proses di Australia.
Di sisi lain, proses administrasi untuk pemulangan keenam ABK juga terus berjalan. KRI Darwin telah menyiapkan dokumen perjalanan yang kemudian telah diambil oleh Australian Border Force (ABF).
Namun, keenam ABK tersebut masih harus menunggu proses lebih lanjut sebelum dapat dipulangkan ke Indonesia.

“Kami terus berkoordinasi dengan Atase Darat RI di Australia dan Konsulat RI di Darwin untuk memantau perkembangan kondisi mereka dan proses pemulangannya,” kata Achmad.
Ia menegaskan, aspek perlindungan terhadap warga negara Indonesia menjadi perhatian utama selama proses tersebut berlangsung.
“Yang terpenting, keenam ABK ini mendapatkan pendampingan dan perlindungan konsuler dari perwakilan Republik Indonesia,” ujarnya.
Achmad berharap seluruh tahapan administrasi dan proses penanganan dapat berjalan lancar sehingga keenam ABK segera meninggalkan detensi dan kembali ke Indonesia.
“Kami akan terus memantau perkembangan ini dan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait. Semoga keenam saudara kita dapat segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” tutupnya. (*)

