
TAKALAR, TROTOAR ID — Program pemenuhan gizi nasional terus diperluas ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras, terlihat mendampingi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam agenda peresmian 480 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T di Kabupaten Takalar, Jumat (2/10/2026).
Kegiatan tersebut dipusatkan di SPPG Takalar Polongbangkeng Timur Timbuseng 3, Desa Timbuseng, Kecamatan Polongbangkeng Timur, Kabupaten Takalar.
Peresmian ratusan SPPG tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas jangkauan program pemenuhan gizi hingga ke wilayah yang membutuhkan dukungan pelayanan pangan dan gizi secara lebih merata.
Dalam kunjungan tersebut, Kepala BGN Sudaryono menegaskan bahwa keberlanjutan program pemenuhan gizi tidak dapat berjalan sendiri.
Dibutuhkan dukungan dan kolaborasi lintas sektor agar kebutuhan pangan untuk program tersebut dapat tersedia secara berkelanjutan.
Sudaryono menyebut kerja sama dengan Kementerian Pertanian menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan pasokan bahan pangan utama tetap terjaga.
Menurutnya, kebutuhan bahan pangan seperti beras, telur, sayuran hingga daging harus mampu dipenuhi dari daerah secara berkelanjutan. Karena itu, koordinasi antara BGN dan sektor pertanian dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan program.

“Keberlanjutan program ini membutuhkan dukungan lintas sektor, termasuk kerja sama dengan Kementerian Pertanian,” ujar Sudaryono.
Ia menekankan, keterjaminan pasokan bahan pangan menjadi salah satu faktor penting agar program pemenuhan gizi tidak mengalami kendala dalam pelaksanaannya.
Selain Andi Iwan Darmawan Aras dan Kepala BGN Sudaryono, kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua DPRD Sulsel drg. A. Rachmatika Dewi.
Rachmatika Dewi hadir bersama Wakil Ketua DPRD Sulsel Dr. Yasir Machmud serta Anggota DPRD Sulsel dari Fraksi Gerindra Drs. Marjono.
Kehadiran jajaran legislatif tersebut menunjukkan dukungan terhadap pelaksanaan program pemenuhan gizi di Sulawesi Selatan, termasuk memastikan program pemerintah pusat dapat diimplementasikan secara optimal di tingkat daerah.
Takalar menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan karena keberadaan SPPG diharapkan dapat memperkuat akses masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan pangan bergizi.
Program tersebut juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, legislatif dan sektor pertanian dalam membangun ekosistem pangan yang mampu menopang kebutuhan program gizi.
Dengan bertambahnya SPPG di wilayah 3T, pemerintah menargetkan pelayanan pemenuhan gizi dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas dan merata.
Namun, perluasan layanan tersebut juga menuntut kesiapan rantai pasok pangan. Ketersediaan beras, telur, sayuran, daging dan bahan pangan lainnya menjadi bagian penting yang harus dijaga agar program dapat berjalan konsisten.
Karena itu, sinergi lintas sektor yang ditegaskan Kepala BGN menjadi salah satu kunci dalam memastikan program pemenuhan gizi tidak hanya berjalan di tingkat pelayanan, tetapi juga memiliki dukungan pasokan pangan yang kuat dari daerah.
Kegiatan di SPPG Takalar Polongbangkeng Timur Timbuseng 3 pun menjadi momentum memperkuat komitmen bersama untuk memastikan program pemenuhan gizi berjalan tepat sasaran, berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

