Pemda Bululumba

Tukar Sampah Dapat Sembako, Uji Air Gratis: DLHK Bulukumba Siap Sambangi Warga Kajang

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Senin, 05 Oktober 2026 14:21

Tukar Sampah Dapat Sembako, Uji Air Gratis: DLHK Bulukumba Siap Sambangi Warga Kajang

BULUKUMBA, TROTOAR.ID — Warga Bulukumba tak perlu repot mendatangi kantor pemerintah hanya untuk mengetahui kondisi air yang digunakan sehari-hari atau berkonsultasi soal lingkungan.

Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bulukumba justru membawa layanan tersebut lebih dekat ke masyarakat melalui Jambore Pelayanan Publik.

Setelah sukses hadir di Kecamatan Kindang dan Desa Batang, Kecamatan Bontotiro, DLHK Bulukumba kini bersiap melanjutkan pelayanan langsung kepada masyarakat Kecamatan Kajang pada 7–8 Oktober 2026.

Beragam layanan disiapkan. Mulai dari uji kualitas air secara gratis, tukar sampah dengan sembako, konsultasi lingkungan, layanan bank sampah, hingga pengecekan status lokasi apakah berada di dalam atau di luar kawasan hutan.

Kepala DLHK Kabupaten Bulukumba, Emil Yusri, mengatakan tingginya antusiasme warga menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang hadir langsung di tengah masyarakat sangat dibutuhkan.

“Selama pelaksanaan jambore, masyarakat antusias membawa sampel air dari rumah masing-masing untuk diuji secara gratis di stand DLHK. Hasil pengujian dapat diketahui saat itu juga sehingga masyarakat memperoleh informasi awal mengenai kondisi air yang mereka gunakan,” ujar Emil Yusri.

Tak hanya membawa sampel air, warga juga ramai memanfaatkan program penukaran sampah. Sampah yang dikumpulkan dapat ditukar dengan kebutuhan rumah tangga seperti minyak goreng, sabun cuci piring, dan detergen pakaian.

Bagi warga yang tidak ingin menukarkan sampah, DLHK juga membuka layanan bank sampah. Konsep tersebut sekaligus mendorong masyarakat melihat sampah bukan sekadar limbah, tetapi sesuatu yang masih memiliki nilai manfaat apabila dikelola dengan benar.

Layanan lingkungan lainnya juga tersedia. DLHK membuka drop box untuk sampah bahan berbahaya dan beracun (B3), memberikan edukasi pemilahan sampah, termasuk kepada sekolah peserta program Adiwiyata, serta menyediakan konsultasi perizinan dan pengaduan lingkungan.

Masyarakat juga dapat berkonsultasi mengenai status suatu lokasi, khususnya untuk mengetahui apakah berada di dalam atau di luar kawasan hutan.

Salah satu layanan yang paling menarik perhatian adalah pengujian kualitas air yang dilakukan UPT Laboratorium Lingkungan DLHK Bulukumba.

Saat Jambore Pelayanan Publik berlangsung di Kecamatan Kindang, petugas menguji tujuh sampel air milik masyarakat. Salah satunya merupakan sampel mata air yang berada di lingkungan SMP Negeri 37 Kindang.

Hasil pemeriksaan menunjukkan nilai pH 3,7, yang mengindikasikan kondisi air bersifat asam. Hasil tersebut menjadi informasi awal yang perlu ditindaklanjuti melalui pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kelayakan air sesuai peruntukannya.

Sementara di Kecamatan Bontotiro, petugas menguji tiga sampel air, salah satunya berasal dari sumur warga. Sampel tersebut menunjukkan nilai pH 7,2.

Emil menjelaskan, pengukuran pH merupakan salah satu indikator dalam melihat kondisi kualitas air. Namun, untuk menentukan kelayakan air berdasarkan peruntukannya, diperlukan pemeriksaan parameter lain sesuai standar yang berlaku.

“Masyarakat mendapatkan akses pelayanan pengujian kualitas air sekaligus memahami kondisi air yang mereka gunakan. Hasil pengujian ini juga menjadi informasi awal bagi masyarakat untuk menentukan langkah pengelolaan atau pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Pelayanan publik yang dibawa DLHK juga tidak berhenti di meja layanan. Petugas turut terlibat langsung menjaga kebersihan lokasi kegiatan.

Dalam Jambore Pelayanan Publik di Kecamatan Bontotiro, petugas kebersihan bersama staf DLHK, pihak sekolah dan warga sekitar menggelar aksi bersih-bersih di area kegiatan.

Hasilnya, sekitar 920 kilogram sampah berhasil diangkut. Sampah yang terkumpul didominasi plastik, sampah organik dan residu.

Aksi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pelayanan publik dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan. Pemerintah tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga mengajak masyarakat terlibat menjaga ruang publik tetap bersih.

Kini, giliran masyarakat Kecamatan Kajang yang akan mendapatkan layanan tersebut.

DLHK Bulukumba menyatakan siap hadir dalam Jambore Pelayanan Publik Kecamatan Kajang pada 7–8 Oktober 2026 dengan membawa berbagai layanan lingkungan yang sebelumnya mendapat sambutan positif dari masyarakat.

Warga Kajang nantinya dapat memanfaatkan layanan uji kualitas air gratis, konsultasi lingkungan, edukasi pengelolaan sampah, layanan bank sampah hingga informasi terkait kawasan hutan.

Emil menegaskan, kehadiran DLHK di tengah masyarakat merupakan bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang mudah dijangkau sekaligus membangun kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga lingkungan.

Sebab, menjaga kebersihan, mengelola sampah dan memastikan kualitas sumber air bukan semata tugas pemerintah. Kesadaran dan keterlibatan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan berkelanjutan. (*)

Penulis : Addy

 Komentar