Munafri Arifuddin

Untung Rugi Appi Gabung Bersama Partai Demokrat

MUHAMMAD LUTFI
MUHAMMAD LUTFI

Kamis, 08 Oktober 2026 19:44

Untung Rugi Appi Gabung Bersama Partai Demokrat

MAKASSAR, TROTOAR.ID — Jaket biru Partai Demokrat kini melekat di tubuh Munafri Arifuddin alias Appi. Kartu Tanda Anggota (KTA) Demokrat telah berada di tangannya, menandai berakhirnya perjalanan politik Appi bersama Partai Golkar.

Namun, kepindahan Appi bukan sekadar pergantian kartu anggota. Keputusan meninggalkan Golkar dan memilih Demokrat menjadi langkah politik yang langsung memunculkan pertanyaan: apa untung-rugi Appi meninggalkan partai yang ikut membesarkan karier politiknya?

Pertanyaan itu muncul karena Appi berpindah ke partai dengan kekuatan kursi yang lebih kecil di DPRD Kota Makassar. Pada Pemilu 2024, Golkar meraih enam kursi, sementara Demokrat memperoleh tiga kursi.

Pengamat Politik Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar, Prof. Dr. Firdaus Muhammad, sebelumnya menilai perpindahan partai tidak otomatis menjamin karier politik seseorang menjadi lebih baik.

Menurut Firdaus, Appi telah memiliki basis dan jaringan politik yang kuat. Namun, dengan berpindah partai, Appi harus kembali beradaptasi sekaligus membangun konsolidasi di rumah politik yang baru.

“Basis dan jaringan politiknya kuat. Jika pindah partai justru mulai adaptasi dan berjuang meniti karier dari awal lagi. Lebih berat jika kelak harus melawan Golkar, partai yang dibesarkan dan membesarkannya,” kata Firdaus.

Menurut Firdaus, kepindahan tersebut membuat Appi tidak hanya mendapatkan rumah politik baru, tetapi juga meninggalkan mesin politik yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kariernya.

Di sisi lain, Demokrat justru mendapatkan aset politik baru dengan bergabungnya Appi.

Appi datang bukan sebagai politisi yang harus diperkenalkan dari awal. Ia datang dengan status sebagai Wali Kota Makassar.

Bagi Appi, Demokrat menjadi ruang baru untuk melanjutkan perjalanan politiknya setelah meninggalkan Golkar. Appi juga mengungkapkan bahwa dirinya memiliki sejarah politik dengan Partai Demokrat.

“Saya punya history, sejarah politik dengan Partai Demokrat. Demokrat selalu menyupport dan mendukung saya bertarung di Pilkada Kota Makassar,” kata Appi.

Appi tercatat dua kali maju dalam kontestasi Pilkada Makassar dan dalam dua momentum tersebut mendapat dukungan Partai Demokrat.

Sementara bagi Demokrat, masuknya Appi membuat partai memiliki kader yang saat ini menduduki jabatan strategis sebagai Wali Kota Makassar.

Ketua DPD Partai Demokrat Sulawesi Selatan Ni’matullah Erbe menyebutkan, partai Demokrat memiliki kekuatan baru, yang diyakini akan mengangkat posisi tawar Politik Partai Demokrat kedepannya

“Kuta Punya keluarga baru, Kita Punya kekuatan Baru,” kata Ni’matullah Erbe

Meski demikian, secara politik elektoral Demokrat masih menghadapi persoalan jumlah kursi di DPRD Makassar.

Dengan tiga kursi, Demokrat belum memiliki jumlah kursi yang cukup untuk mengusung pasangan calon sendiri dalam Pilwalkot Makassar jika menggunakan kalkulasi minimal delapan kursi.

Artinya, jika Appi kembali maju melalui Demokrat, partai tersebut masih membutuhkan sedikitnya lima kursi tambahan dari partai lain.

Koalisi pun menjadi bagian penting dalam kalkulasi politik Demokrat dan Appi.

Namun, keberadaan Appi memberikan modal baru bagi Demokrat dalam membangun komunikasi politik dengan partai lain. Demokrat kini tidak hanya membawa tiga kursi DPRD, tetapi juga memiliki figur kepala daerah sebagai kader.

Di sisi lain, Appi harus membangun kembali konsolidasi politik setelah meninggalkan Golkar, termasuk membangun hubungan dengan struktur dan elite Demokrat.

Kepindahan tersebut pun membuka babak baru perjalanan politik Appi.

Bukan hanya soal partai mana yang dipilih, tetapi juga bagaimana Appi dan Demokrat mengubah modal politik masing-masing menjadi kekuatan baru menghadapi dinamika politik Makassar ke depan.

Penulis : Upiq

 Komentar